“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental  




Rabu 19 Desember 2018

10:12 WIB

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
@prfmnews

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
PRFMNewsChannel

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
Jumat 20 Juli 2018, 15:13 WIB

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental




“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

Redaksi Oleh : Karima - Job PRFM
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG (PRFM) – Kebanyakan orang merasa lebih muda atau tua dari yang sebenarnya. Ternyata “usia subjektif” ini memiliki pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental.


Bayangkan untuk sesaat bahwa kamu tidak memiliki akte kelahiran dan usia kamu hanya berdasarkan apa yang kamu rasakan. Berapa umurmu?


Seperti tinggi badan atau ukuran sepatu, jumlah tahun yang telah berlalu sejak pertama kali lahir ke dunia adalah fakta yang tidak dapat diubah. Tetapi pengalaman sehari-hari menunjukan bahwa kita tidak mengalami penuaan dengan cara yang sama, dengan banyak orang yang merasa lebih tua atau lebih muda dari yang sebenarnya.


Para ilmuwan semakin tertarik pada hal ini. Mereka menemukan bahwa usia subjektif penting untuk memahami alasan orang berkembang seiring dengan bertambahnya usia mereka. 


"Orang dewasa yang lebih tua dan merasa dirinya jauh lebih muda akan mengatur kegiatan sehari-harinya sesuai usia subjektif yang mereka pikirkan," kata Brian Nosek di University of Virginia, dikutip dari laman BBC News.


Kepentingannya tidak berakhir di sana. Berbagai penelitian bahkan menunjukkan bahwa usia subjektif juga dapat memprediksi berbagai hasil kesehatan yang penting, termasuk risiko kematian.


Hasil ini membuat para peneliti mencoba untuk membongkar faktor biologis, psikologis, dan sosial yang dapat membentuk penuaan. Kebanyakan orang merasa lebih muda delapan tahun dari usia sesungguhnya. Tetapi beberapa orang merasa mereka sudah tua.


Penilaian usia subjektif antara 8-13 tahun lebih tua dari usia yang sebenarnya menghasilkan risiko kematian yang lebih besar, sekitar 18-25 persen. Beberapa psikolog telah berspekulasi bahwa usia subjektif yang lebih rendah adalah bentuk pembelaan diri, melindungi kita dari pikiran negatif.


Kamu mungkin merasa berbeda ketika berpikir tentang diri kamu di tempat kerja dibandingkan dengan ketika memikirkan tentang hubungan sosialmu. 


Kornadt menemukan bahwa orang-orang dengan usia subjektif yang lebih rendah cenderung membayangkan dirinya di masa depan dalam cahaya yang lebih positif.




“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

 

BERITA TERKAIT


“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
 

BERITA PILIHAN


“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

 

BERITA LAINNYA

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

Data Kependudukan Warga Kota Bandung Dipastikan Sudah Valid
Selasa 18 Desember 2018


Jelang Nataru, Stok dan Keamanan Pangan di Pasar Astana Anyar Dipastikan Aman
Selasa 18 Desember 2018 “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Mulai Januari 2019, Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Mini Market
Selasa 18 Desember 2018 “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Oded Minta Pembangunan Insfrastruktur Tuntas Sesuai Rencana
Selasa 18 Desember 2018 “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental 29.389 E-KTP Invalid Dimusnahkan Disdukcapil Kabupaten Bandung
Senin 17 Desember 2018 “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Pengamat: Pelatih Persib Harus Bermental Baja
Minggu 16 Desember 2018 “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Genjot Minat Baca, Dispusipda Jabar Luncurkan Kolecer dan Candil
Minggu 16 Desember 2018 “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

 

 

BERITA TERKAIT

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental “Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
Jumat 20 Juli 2018, 15:13 WIB

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental


“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

Redaksi Oleh : Karima - Job PRFM
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG (PRFM) – Kebanyakan orang merasa lebih muda atau tua dari yang sebenarnya. Ternyata “usia subjektif” ini memiliki pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental.


Bayangkan untuk sesaat bahwa kamu tidak memiliki akte kelahiran dan usia kamu hanya berdasarkan apa yang kamu rasakan. Berapa umurmu?


Seperti tinggi badan atau ukuran sepatu, jumlah tahun yang telah berlalu sejak pertama kali lahir ke dunia adalah fakta yang tidak dapat diubah. Tetapi pengalaman sehari-hari menunjukan bahwa kita tidak mengalami penuaan dengan cara yang sama, dengan banyak orang yang merasa lebih tua atau lebih muda dari yang sebenarnya.


Para ilmuwan semakin tertarik pada hal ini. Mereka menemukan bahwa usia subjektif penting untuk memahami alasan orang berkembang seiring dengan bertambahnya usia mereka. 


"Orang dewasa yang lebih tua dan merasa dirinya jauh lebih muda akan mengatur kegiatan sehari-harinya sesuai usia subjektif yang mereka pikirkan," kata Brian Nosek di University of Virginia, dikutip dari laman BBC News.


Kepentingannya tidak berakhir di sana. Berbagai penelitian bahkan menunjukkan bahwa usia subjektif juga dapat memprediksi berbagai hasil kesehatan yang penting, termasuk risiko kematian.


Hasil ini membuat para peneliti mencoba untuk membongkar faktor biologis, psikologis, dan sosial yang dapat membentuk penuaan. Kebanyakan orang merasa lebih muda delapan tahun dari usia sesungguhnya. Tetapi beberapa orang merasa mereka sudah tua.


Penilaian usia subjektif antara 8-13 tahun lebih tua dari usia yang sebenarnya menghasilkan risiko kematian yang lebih besar, sekitar 18-25 persen. Beberapa psikolog telah berspekulasi bahwa usia subjektif yang lebih rendah adalah bentuk pembelaan diri, melindungi kita dari pikiran negatif.


Kamu mungkin merasa berbeda ketika berpikir tentang diri kamu di tempat kerja dibandingkan dengan ketika memikirkan tentang hubungan sosialmu. 


Kornadt menemukan bahwa orang-orang dengan usia subjektif yang lebih rendah cenderung membayangkan dirinya di masa depan dalam cahaya yang lebih positif.




 

BERITA LAINNYA



“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

29.389 E-KTP Invalid Dimusnahkan Disdukcapil Kabupaten Bandung
Senin 17 Desember 2018
Kabupaten Bandung


“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

Pengamat: Pelatih Persib Harus Bermental Baja
Minggu 16 Desember 2018
PERSIB


“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental

 

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

“Usia Subjektif” Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental