Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras  




Senin 25 Juni 2018

01:54 WIB

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
@prfmnews

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
PRFMNewsChannel

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
Jumat 12 Januari 2018, 11:46 WIB

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras




 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) – Bupati Bandung Dadang Naser menyatakan tak setuju dan menyesalkan rencana impor beras kelas medium dan premium sebanyak 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam. Pasalnya, impor beras itu dilakukan ketika para petani terutama di Kabupaten Bandung sedang panen, sehingga akan memukul harga gabah yang dijual petani.


"Adanya kekurangan stok beras medium sampai premium saya kira ulah pebisnis. Demikian juga rencana impor beras di saat para petani sedang panen," kata Dadang Naser didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran, Jumat (12/1/2018) dilansir Pikiran Rakyat.


Dadang Naser menekankan, kenaikan harga beras saat ini merupakan kesempatan bagi para petani lokal untuk menikmati harga beras yang cukup tinggi. 


"Jangan sampai ketika sedang panen malah datang beras impor sehingga harga beras jatuh lagi," katanya.


Selain itu, lanjutnya, bagi kalangan menengah ke atas kondisi ini jadi kesempatan untuk merasakan beras yang kualitasnya biasa. Sehingga mereka bisa merasakan nasib kalangan masyarakat lainnya. 


"Sekali-kali merasakan beras yang biasa kualitasnya kan tak mengapa. Tidak mati kalau tak makan nasi dari kelas premium," ujarnya.


Bahkan, Pemkab Bandung mencanangkan program sehari sekali makan nasi,  sehingga sumber karbohidrat bisa diganti dengan singkong, ubi, jagung, atau ganyong. 


"Lebih sehat mengonsumsi karbohidrat bukan nasi. Cukup sekali makan nasi sehari untuk makan siang saja," katanya.




 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 

BERITA TERKAIT


 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
 

BERITA PILIHAN


 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 

BERITA LAINNYA

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

Program Carpooling, Jemput Anak Sekolah Via Aplikasi
Minggu 24 Juni 2018


Melenceng dari Tujuan Awal, Dishub Evaluasi CFD dan CFN
Minggu 24 Juni 2018  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras PPDB 2018 Jalur Prestasi, Uji Kompetensi dan Perhitungan Skor Akhir
Minggu 24 Juni 2018  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras Aksi Pura-Pura Neymar yang Memicu Perdebatan
Minggu 24 Juni 2018  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras Ada Sanksi Pidana Bagi Pelaku Kampanye di Masa Tenang
Minggu 24 Juni 2018  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras Panwaslu Kabupaten Bandung Bersihkan Alat Peraga Kampanye
Minggu 24 Juni 2018  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras Antrean Online Permohonan Paspor Dibuka Kembali 24 Juni 2018
Sabtu 23 Juni 2018  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 

 

BERITA TERKAIT

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras  Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
Jumat 12 Januari 2018, 11:46 WIB

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras
 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras


 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) – Bupati Bandung Dadang Naser menyatakan tak setuju dan menyesalkan rencana impor beras kelas medium dan premium sebanyak 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam. Pasalnya, impor beras itu dilakukan ketika para petani terutama di Kabupaten Bandung sedang panen, sehingga akan memukul harga gabah yang dijual petani.


"Adanya kekurangan stok beras medium sampai premium saya kira ulah pebisnis. Demikian juga rencana impor beras di saat para petani sedang panen," kata Dadang Naser didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran, Jumat (12/1/2018) dilansir Pikiran Rakyat.


Dadang Naser menekankan, kenaikan harga beras saat ini merupakan kesempatan bagi para petani lokal untuk menikmati harga beras yang cukup tinggi. 


"Jangan sampai ketika sedang panen malah datang beras impor sehingga harga beras jatuh lagi," katanya.


Selain itu, lanjutnya, bagi kalangan menengah ke atas kondisi ini jadi kesempatan untuk merasakan beras yang kualitasnya biasa. Sehingga mereka bisa merasakan nasib kalangan masyarakat lainnya. 


"Sekali-kali merasakan beras yang biasa kualitasnya kan tak mengapa. Tidak mati kalau tak makan nasi dari kelas premium," ujarnya.


Bahkan, Pemkab Bandung mencanangkan program sehari sekali makan nasi,  sehingga sumber karbohidrat bisa diganti dengan singkong, ubi, jagung, atau ganyong. 


"Lebih sehat mengonsumsi karbohidrat bukan nasi. Cukup sekali makan nasi sehari untuk makan siang saja," katanya.




 

BERITA LAINNYA



 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

Aksi Pura-Pura Neymar yang Memicu Perdebatan
Minggu 24 Juni 2018
Piala Dunia 2018


 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras

 

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 Dadang Naser Tak Setuju Rencana Impor Beras