Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN  




Minggu 19 Agustus 2018

12:24 WIB

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
@prfmnews

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
PRFMNewsChannel

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
Minggu 10 Juni 2018, 07:01 WIB

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN




 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Laman resmi DPR RI

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah diminta mewaspadai dampak dari besaran utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut sudah menembus di atas Rp 4.800 triliun. Besaran utang ini bisa berdampak serius dan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


“Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara. Tapi, jika utang BUMN itu gagal bayar, tentu akan menjadi beban negara yang harus mengambil dari APBN,” kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan di Jakarta.


Ia menilai, upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur melalui utang, lama-kelamaan akan menjadi bom waktu bagi APBN. Apalagi, sebagian besar merupakan utang jangka pendek, sehingga BUMN harus dipacu untuk mengembalikan utangnya.

 

“Di tengah kondisi global yang menuju keseimbangans baru ini, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola keuangan negara. Karena dampaknya juga ke ekonomi domestik. Seperti misalnya kurs rupiah yang melemah. Jika semakin melemah, BUMN akan semakin berdarah-darah dalam kaitan mengembalikan utangnya,” papar Taufik dilansir laman resmi DPR RI, Minggu (10/6/2018).

 

Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 triliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Bahkan dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp5.253 triliun sepanjang tahun ini. 



 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

BERITA TERKAIT


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
 

BERITA PILIHAN


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

BERITA LAINNYA

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur di Jabar Sudah Mendesak
Minggu 19 Agustus 2018


Luas Sawah di Jabar yang Mengalami Kekeringan Masih Relatif Kecil
Minggu 19 Agustus 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Wacana Pelarangan Striker Asing Terlalu Dipaksakan
Minggu 19 Agustus 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Asian Games 2018 Torehkan Sejarah Baru
Minggu 19 Agustus 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Kofi Annan Tutup Usia
Minggu 19 Agustus 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Anies Harap Jakarta Jadi Tuan Rumah Asian Games Yang Baik
Sabtu 18 Agustus 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Kim Targetkan Turun di Laga Persib Melawan Arema FC
Sabtu 18 Agustus 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

 

BERITA TERKAIT

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
Minggu 10 Juni 2018, 07:01 WIB

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Laman resmi DPR RI


BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah diminta mewaspadai dampak dari besaran utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut sudah menembus di atas Rp 4.800 triliun. Besaran utang ini bisa berdampak serius dan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


“Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara. Tapi, jika utang BUMN itu gagal bayar, tentu akan menjadi beban negara yang harus mengambil dari APBN,” kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan di Jakarta.


Ia menilai, upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur melalui utang, lama-kelamaan akan menjadi bom waktu bagi APBN. Apalagi, sebagian besar merupakan utang jangka pendek, sehingga BUMN harus dipacu untuk mengembalikan utangnya.

 

“Di tengah kondisi global yang menuju keseimbangans baru ini, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola keuangan negara. Karena dampaknya juga ke ekonomi domestik. Seperti misalnya kurs rupiah yang melemah. Jika semakin melemah, BUMN akan semakin berdarah-darah dalam kaitan mengembalikan utangnya,” papar Taufik dilansir laman resmi DPR RI, Minggu (10/6/2018).

 

Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 triliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Bahkan dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp5.253 triliun sepanjang tahun ini. 



 

BERITA LAINNYA



 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Asian Games 2018 Torehkan Sejarah Baru
Minggu 19 Agustus 2018
Asian Games 2018


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Kofi Annan Tutup Usia
Minggu 19 Agustus 2018
LUAR NEGERI


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Anies Harap Jakarta Jadi Tuan Rumah Asian Games Yang Baik
Sabtu 18 Agustus 2018
Asian Games 2018


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN