Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN  




Kamis 18 Oktober 2018

07:25 WIB

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
@prfmnews

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
PRFMNewsChannel

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
Minggu 10 Juni 2018, 07:01 WIB

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN




 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Laman resmi DPR RI

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah diminta mewaspadai dampak dari besaran utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut sudah menembus di atas Rp 4.800 triliun. Besaran utang ini bisa berdampak serius dan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


“Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara. Tapi, jika utang BUMN itu gagal bayar, tentu akan menjadi beban negara yang harus mengambil dari APBN,” kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan di Jakarta.


Ia menilai, upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur melalui utang, lama-kelamaan akan menjadi bom waktu bagi APBN. Apalagi, sebagian besar merupakan utang jangka pendek, sehingga BUMN harus dipacu untuk mengembalikan utangnya.

 

“Di tengah kondisi global yang menuju keseimbangans baru ini, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola keuangan negara. Karena dampaknya juga ke ekonomi domestik. Seperti misalnya kurs rupiah yang melemah. Jika semakin melemah, BUMN akan semakin berdarah-darah dalam kaitan mengembalikan utangnya,” papar Taufik dilansir laman resmi DPR RI, Minggu (10/6/2018).

 

Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 triliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Bahkan dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp5.253 triliun sepanjang tahun ini. 



 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

BERITA TERKAIT


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
 

BERITA PILIHAN


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

BERITA LAINNYA

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018


Hilang Setahun, Jasad Mak Titing Hanya Tersisa Tulang Belulang
Rabu 17 Oktober 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Jumlah Pelamar CPNS 2018 Meleset dari Perkiraan Awal
Rabu 17 Oktober 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN Pulihkan Pasca Bencana, Pemerintah Bangun Kota Palu Baru dalam 2 Tahun
Rabu 17 Oktober 2018  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

 

BERITA TERKAIT

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN  Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
Minggu 10 Juni 2018, 07:01 WIB

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN
 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Laman resmi DPR RI


BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah diminta mewaspadai dampak dari besaran utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut sudah menembus di atas Rp 4.800 triliun. Besaran utang ini bisa berdampak serius dan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


“Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara. Tapi, jika utang BUMN itu gagal bayar, tentu akan menjadi beban negara yang harus mengambil dari APBN,” kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan di Jakarta.


Ia menilai, upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur melalui utang, lama-kelamaan akan menjadi bom waktu bagi APBN. Apalagi, sebagian besar merupakan utang jangka pendek, sehingga BUMN harus dipacu untuk mengembalikan utangnya.

 

“Di tengah kondisi global yang menuju keseimbangans baru ini, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola keuangan negara. Karena dampaknya juga ke ekonomi domestik. Seperti misalnya kurs rupiah yang melemah. Jika semakin melemah, BUMN akan semakin berdarah-darah dalam kaitan mengembalikan utangnya,” papar Taufik dilansir laman resmi DPR RI, Minggu (10/6/2018).

 

Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 triliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Bahkan dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp5.253 triliun sepanjang tahun ini. 



 

BERITA LAINNYA



 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018
Jawa Barat


 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN

 

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 Pemerintah Diminta Waspadai Besaran Utang BUMN