Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk  




Kamis 17 Januari 2019

01:26 WIB

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
@prfmnews

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
PRFMNewsChannel

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
Sabtu 13 Januari 2018, 14:05 WIB

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk




 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Humas Pemkab Purwakarta

BANDUNG, (PRFM) – Ribuan pasang mata memenuhi lapangan Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (12/1/2018) malam. Mereka datang berbondong-bondong untuk menyaksikan gelaran safari budaya dari Cawagub Jabar Dedi Mulyadi.


Seperti diketahui, sejak Tahun 2008, Bupati Purwakarta dua periode itu intensif berkeliling daerah untuk memenuhi undangan warga setempat. Mulai dari menghadiri khitanan, resepsi pernikahan, hingga syukuran hajat lembur. 


Usai tarian "Sancang Gugat" dan "Maung Lugay", pelawak Sunda masyhur Ohang dan Aep Bancet nampak sigap naik ke atas panggung. Mereka berdua aktif mengocok perut warga yang hadir. Ditambah, Dedi Mulyadi pun turut ambil bagian dalam segmen bodoran Sunda itu. 


Secara acak, Dedi kemudian memanggil salah seorang warga untuk naik ke atas panggung. Seorang nenek tua bernama Nani (54) meminta berduet dengan pelawak Ohang untuk membawakan sebuah lagu lawas. 


Kesempatan pertemuan dengan Dedi Mulyadi itu dimanfaatkan oleh Nani untuk curhat, menyampaikan keluh kesah keseharian. Ia bercerita bahwa dirinya selalu kebingungan memberikan bekal cucunya yang belajar di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Bandung. 


"Mak punya anak empat, cucu tujuh. Cuma pusing sampai gigi ini ompong membantu cucu yang kedua membiayai sekolah. Jaraknya jauh, Kang,"ujar warga Desa Pangauban itu. 


Penghasilan suami Mak Nani, Tatang (61), sebagai sopir truk tronton hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sementara, setiap hari cucunya membutuhkan ongkos untuk pergi ke sekolah. 


"Suami mah cuma sopir tronton di pabrik, sudah 30 tahun bekerja. Tadinya mau diajak bareng kesini nonton Ohang, ingin berduaan," ujarnya yang disambut tawa penonton. 


Kepolosan Mak Nani menambah suasana hangat di atas panggung. Dedi Mulyadi kemudian memberikan wejangan kepada seluruh warga yang hadir agar mereka tidak merepotkan orang tua di hari tuanya.


"Ini pesan untuk semua. Jangan menambah beban ibu kita. Sudah mah disuruh mengurus cucu, malah ditambah mikirin biaya sekolahnya," ucapnya. 


Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat itu juga memberikan solusi terkait masalah pendidikan di Jawa Barat. Kata dia, lokasi SD, SMP dan SMA tidak boleh berjauhan dengan tempat tinggal siswa. Ke depan, imbuhnya, masalah ini harus diatasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


"SD, SMP dan SMA harus berada di sekitar wilayah domisili siswa. Jadi, mereka tidak perlu menempuh jarak yang jauh," kata Dedi. 


Pria yang hingga kini masih aktif sebagai Pengurus PC Nahdhatul Ulama Purwakarta itu juga menekankan pentingnya Asuransi Hari Tua. Ia mengaku prihatin atas kondisi Mak Nani dan Bah Tatang yang tidak memiliki jaring pengaman sosial dalam menjalani hari tuanya. 


"TNI, POLRI dan PNS punya pensiun. Mereka (Mak Nani dan Bah Tatang) masih harus repot bekerja di hari tua. Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah ke depan untuk membangun skema Asuransi Hari Tua untuk orang seperti mereka," ucapnya. 


Malam tersebut juga menjadi berkah bagi Mak Nani. Dedi Mulyadi memberikan bantuan modal sebesar Rp7 Juta kepada suaminya, jika kelak sudah tidak bekerja lagi menjadi sopir. 


"Ini hasil urunan teman-teman, bisa dipakai oleh Mak Nani dan Abah untuk modal usaha. Terima kasih telah mengajarkan kepada kami tentang kerja keras. Mak menjadi contoh bagi orang lain," katanya. 




 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 

BERITA TERKAIT


 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
 

BERITA PILIHAN


 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 

BERITA LAINNYA

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Persib Fokus Hadapi Persiwa di Piala Indonesia
Rabu 16 Januari 2019


Reaktivasi Jalur Kereta Banjar-Pangandaran Tidak Perlu Dikhawatirkan
Selasa 15 Januari 2019  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk BPS : Garis Kemiskinan Jabar Naik
Selasa 15 Januari 2019  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk Siaga Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Rutin Lakukan Roll Call
Selasa 15 Januari 2019  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk Tjahjo Kumolo Disebut dalam Kasus Meikarta, Kapuspen Kemendagri Bersuara
Selasa 15 Januari 2019  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk Pembangunan Alun-alun Cibiru Harus Direalisasikan
Selasa 15 Januari 2019  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk Pembangunan Alun-alun Cibiru Harus Direalisasikan
Selasa 15 Januari 2019  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 

 

BERITA TERKAIT

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk  Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
Sabtu 13 Januari 2018, 14:05 WIB

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk
 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk


 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Humas Pemkab Purwakarta


BANDUNG, (PRFM) – Ribuan pasang mata memenuhi lapangan Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (12/1/2018) malam. Mereka datang berbondong-bondong untuk menyaksikan gelaran safari budaya dari Cawagub Jabar Dedi Mulyadi.


Seperti diketahui, sejak Tahun 2008, Bupati Purwakarta dua periode itu intensif berkeliling daerah untuk memenuhi undangan warga setempat. Mulai dari menghadiri khitanan, resepsi pernikahan, hingga syukuran hajat lembur. 


Usai tarian "Sancang Gugat" dan "Maung Lugay", pelawak Sunda masyhur Ohang dan Aep Bancet nampak sigap naik ke atas panggung. Mereka berdua aktif mengocok perut warga yang hadir. Ditambah, Dedi Mulyadi pun turut ambil bagian dalam segmen bodoran Sunda itu. 


Secara acak, Dedi kemudian memanggil salah seorang warga untuk naik ke atas panggung. Seorang nenek tua bernama Nani (54) meminta berduet dengan pelawak Ohang untuk membawakan sebuah lagu lawas. 


Kesempatan pertemuan dengan Dedi Mulyadi itu dimanfaatkan oleh Nani untuk curhat, menyampaikan keluh kesah keseharian. Ia bercerita bahwa dirinya selalu kebingungan memberikan bekal cucunya yang belajar di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Bandung. 


"Mak punya anak empat, cucu tujuh. Cuma pusing sampai gigi ini ompong membantu cucu yang kedua membiayai sekolah. Jaraknya jauh, Kang,"ujar warga Desa Pangauban itu. 


Penghasilan suami Mak Nani, Tatang (61), sebagai sopir truk tronton hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sementara, setiap hari cucunya membutuhkan ongkos untuk pergi ke sekolah. 


"Suami mah cuma sopir tronton di pabrik, sudah 30 tahun bekerja. Tadinya mau diajak bareng kesini nonton Ohang, ingin berduaan," ujarnya yang disambut tawa penonton. 


Kepolosan Mak Nani menambah suasana hangat di atas panggung. Dedi Mulyadi kemudian memberikan wejangan kepada seluruh warga yang hadir agar mereka tidak merepotkan orang tua di hari tuanya.


"Ini pesan untuk semua. Jangan menambah beban ibu kita. Sudah mah disuruh mengurus cucu, malah ditambah mikirin biaya sekolahnya," ucapnya. 


Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat itu juga memberikan solusi terkait masalah pendidikan di Jawa Barat. Kata dia, lokasi SD, SMP dan SMA tidak boleh berjauhan dengan tempat tinggal siswa. Ke depan, imbuhnya, masalah ini harus diatasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


"SD, SMP dan SMA harus berada di sekitar wilayah domisili siswa. Jadi, mereka tidak perlu menempuh jarak yang jauh," kata Dedi. 


Pria yang hingga kini masih aktif sebagai Pengurus PC Nahdhatul Ulama Purwakarta itu juga menekankan pentingnya Asuransi Hari Tua. Ia mengaku prihatin atas kondisi Mak Nani dan Bah Tatang yang tidak memiliki jaring pengaman sosial dalam menjalani hari tuanya. 


"TNI, POLRI dan PNS punya pensiun. Mereka (Mak Nani dan Bah Tatang) masih harus repot bekerja di hari tua. Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah ke depan untuk membangun skema Asuransi Hari Tua untuk orang seperti mereka," ucapnya. 


Malam tersebut juga menjadi berkah bagi Mak Nani. Dedi Mulyadi memberikan bantuan modal sebesar Rp7 Juta kepada suaminya, jika kelak sudah tidak bekerja lagi menjadi sopir. 


"Ini hasil urunan teman-teman, bisa dipakai oleh Mak Nani dan Abah untuk modal usaha. Terima kasih telah mengajarkan kepada kami tentang kerja keras. Mak menjadi contoh bagi orang lain," katanya. 




 

BERITA LAINNYA



 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

BPS : Garis Kemiskinan Jabar Naik
Selasa 15 Januari 2019
Jawa Barat


 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Siaga Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Rutin Lakukan Roll Call
Selasa 15 Januari 2019
Kabupaten Bandung


 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

Pembangunan Alun-alun Cibiru Harus Direalisasikan
Selasa 15 Januari 2019
Kota Bandung


 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk

 

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 Safari Budaya di Bandung, Dedi Mulyadi Dicurhati Istri Sopir Truk