10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong  




Rabu 18 Januari 2017

13:02 WIB

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
@prfmnews

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
PRFMNewsChannel

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
Selasa 06 September 2016, 13:32 WIB

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong




10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Google

BANDUNG, (PRFM) - Kota Bandung selain terkenal dengan ITB, factory outlet, dan walikotanya yang kreatif dan gaul, dikenal juga sebagai kota dengan kuliner dan jajanan khas Bandung yang variatif. Meskipun beberapa makanan tersebut bukan berasal dari kota Bandung itu sendiri, namun beberapa penduduk yang kreatif mampu menciptakan varian baru yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri.

Kuliner Sunda secara statistik berada di urutan kedua setelah Jawa dalam soal ragam kuliner. Kota Bandung yang mewakili rakyat Sunda memiliki ragam jajanan khas populer yang menurut sejarah sebenarnya bukan asli dari Sunda itu sendiri. Meskipun demikian, di mata para pelancong, kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan wisata kuliner dengan ragam yang sangat variatif.

Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat , berikut adalah 10 jajanan khas Bandung yang paling terpopuler di mata pelancong :

1. Batagor

Merupakan kependekan dari baso-tahu-goreng, merupakan jajanan khas Bandung yang mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia. Baso dan tahu merupakan makanan khas yang dibawa oleh orang-orang Tionghoa. Ba(k)so terbuat dari daging giling yang dalam bahasa Hokkian disebut baq so. Sementara itu tahu (tao hu, taq wah) merupakan penganan yang terbuat dari kedele. Di negeri asalnya, tahu sudah diproduksi dan dikonsumsi secara umum sejak sekitar abad ke-2 M.

Batagor dibuat dari tahu yang dilembutkan diisi adonan berbahan Ikan tenggiri dan tepung tapioka (aci atau kanji) lalu dibentuk menyerupai bola dengan digoreng dalam minyak panas selama beberapa menit hingga matang. Batagor juga sering disajikan dengan siomay yang digoreng dan ditambah dengan bumbu kacang, kecap manis, sambal, dan air perasan jeruk nipis sebagai pelengkap.

Batagor yang terkenal di Bandung adalah batagor Kingsley, batagor Riri, dan batagor H. Isan.

2. Surabi

Merupakan sebutan atau kata lain dari serabi Bandung. Serabi sebenarnya tidak hanya ada di Bandung saja, tapi ada juga serabi Jakarta (kue ape), serabi Solo, dan serabi Mataram. Serabi juga disebut sebagai pancake-nya Indonesia.

Kata serabi sendiri diserap dari kata surabi yang asli Sunda. Surabi berasal dari kata “sura” yang artinya besar. Masyarakat Jawa menyebutnya surobi. Asal usul makanan ini masih diperdebatkan, ada yang menyebut berasal dari India dan ada yang menyebutkan pengaruh dari panekuk asal Belanda.

Surabi pada mulanya terdiri dari dua jenis yaitu surabi oncom yang asin dan surabi manis yang menggunakan kinca (gula merah yang dicairkan). Surabi jajanan khas Bandung biasanya dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Kadang, berdasarkan permintaan pelanggan, telur ayam yang telah dikocok ditambahkan keatas adonan surabi yang sedang dimasak. Surabi masa kini disajikan dengan berbagai topping seperti sosis, keju, ayam, cokelat, durian, dan kadang disajikan dengan mayones yang membuat surabi naik kelas.


Surabi yang terkenal di Bandung adalah Surabi Enhaii atau Surabi Imut.

3. Brownies kukus

Kue dengan tekstur lembut, sedikit berpori, dan berwarna cokelat gelap ini masih belum diketahui sejarah pembuatannya yang pasti. Kisah pertama menyebutkan bahwa brownies berasal dari koki yang lupa memasukan baking powder, sementara kisah lain berasal dari pemuda pembuat kue yang sedang mengalami krisis keuangan yang gagal membuat kue sesuai resep. Apa pun kisahnya, brownies diperkirakan berasal dari Amerika Serikat dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1893.

Apabila dulu brownies terkenal dengan cara memasaknya yang dipanggang, seiring perkembangan waktu brownies yang dimasak dengan cara dikukus pun menjadi semakin populer. Salah satu pelaku bisnis yang mempopulerkan brownies kukus adalah Hj. Sumiwiludjeng dan suaminya H. Sjukur Bc.AP dengan merek “Amanda” yang merupakan singkatan dari “Anak Mantu Damai.” Pada tahun 2004, merek brownies kukus Amanda dipatenkan dan menjadi brand produk kue buatan Sumi dan keluarga, dan otomatis menjadi jajanan khas Bandung.

4. Seblak

Pertama kali mengenal seblak penulis mendapatkannya sebagai makanan rumahan pada awal tahun 2000an dan belum dijual bebas di pasaran seperti sekarang ini. Penjual seblak kaki lima kemudian mulai ramai didapati sekitar tahun 2010an dan hanya ada di seputaran wilayah Bandung saja yang menjadikannya sebagai jajanan khas Bandung. Kini seblak sudah mulai merambah daerah lain di Jawa Barat seperti Bekasi dan sekitarnya. Seblak dalam bentuk instan dalam kemasan pun kini sudah diproduksi.

Seblak diperkirakan berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu Krupuk Godog yang sudah populer sejak tahun 1940an. Kata seblak sendiri merupakan nama bumbu yang terbuat dari kencur atau cikur dalam bahasa Sunda. Seblak terbuat dari kerupuk yang direbus, dan diberi bumbu seperti bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabe rawit, dan penyedap rasa.

5. Cireng

Merupakan singkatan dari “aci goreng/digoreng” adalah makanan ringan yang berasal dari wilayah Sunda, Jawa Barat. Makanan ini sangat populer di tahun 1980an dan pada akhirnya menjadi jajanan khas Bandung. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng yang disajikan dengan bumbu kacang atau bumbu sambal khas.

Cireng yang awalnya dijual dengan tanpa isi atau isi bumbu oncom, kini berkembang menjadi cireng isi dengan beragam bentuk seperti bintang, segitiga, lingkaran, bunga, dan bulan sabit yang disesuaikan dengan jenis isinya yaitu keju, ayam, sosis, kornet, dan bakso. Terakhir, ada varian rujak cireng dengan ciri khas sambal bumbu rujak.

6. Colenak

Merupakan jajanan khas Bandung yang diperkenalkan oleh Aki Murdi pada tahun 1930 yang namanya merupakan singkatan dari “dicocol enak.” Awalnya makanan ini disebut “peuyeum digulaan” yang kemudian diganti menjadi colenak atas saran para pelanggan. Cemilan ini dibuat dari peuyeum (tapai singkong) yang dibakar yang disantap dengan dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Colenak juga sempat menjadi bagian sejarah saat kegiatan perdana Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung pada 1955 yang dihadiri Presiden Soekarno dan para pimpinan negara.

7. Risoles

Penganan yang berasal dari Eropa ini awalnya bernama “roinsolles” yang mulai dikenal pada awal ke-13. Risoles sendiri di Indonesia merupakan kata serapan dari Bahasa Belanda yaitu “rissole.” Risoles biasanya berisi daging cincang dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam. Di Indonesia, risoles terbagi menjadi dua jenis yaitu risoles sayuran bercampur daging tumis yang berbentuk persegi panjang, dan risoles ragout (cincangan sayuran seperti wortel, daun bawang, sledri, dan daging, yang diberi pengental tepung terigu) yang berbentuk segitiga. Risoles dapat dimakan dengan saus kacang encer, sambal botol, atau cabai rawit.

Risoles memang ada di hampir seluruh ibu kota di Indonesia, namun Bandung juga memiliki risoles yang khas sehingga menjadikannya salah satu jajanan khas Bandung. Risoles yang terkenal adalah Risoles Melepuh, De’Risol, dan Risol-Risol.

8. Cendol

Merupakan sebutan bahasa Sunda bagi minuman manis dan gurih khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Istilah cendol kemungkinan besar berasal dari kata “jendol”, merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol masuk ke mulut saat meminum es cendol. Cendol yang terkenal di Bandung adalah es cendol Elizabeth.

9. Cimol

Merupakan kependekan dari “aci digemol” atau tepung kanji yang dibuat bulat-bulat. Cimol sempat ramai di pertengahan tahun 2000an sebagai jajanan khas Bandung yang dijual di gerobak-gerobak di pinggir jalan dan meluas hingga ke daerah Bogor. Biasanya cimol dapat ditemukan di tempat keramaian seperti di sekolah-sekolah atau kampus. Cimol disebut-sebut sebagai varian dari cireng tanpa isi. Cimol dimakan dengan bumbu-bumbu tambahan seperti garam, serbuk cabai, serbuk kacang, dan sebagainya. Penganan ini paling enak jika dimakan hangat-hangat.

10. Pisang bollen

Pisang bollen paling terkenal sebagai jajanan khas Bandung adalah buatan dari Kartika Sari, sebuah toko kue rumahan yang didirikan sejak tahun 1970an. Bisnis ini kemudian berkembang dan Kartika Sari menjadi salah satu trademark dari kota Bandung. Pisang bollen adalah produk legendaris Kartika Sari, dimana pisang dan keju dibalut didalam adonan kulit pastry. Konon, bollen atau molen memperoleh namanya karena bentuknya yang menyerupai truk molen yang biasa digunakan untuk mengaduk semen.



10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

 

BERITA TERKAIT


C-Generation, Gaul Gak Musti Amburadul

Selasa 06 September 2016

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
 

BERITA PILIHAN


10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

 

BERITA LAINNYA

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Dishub dan Polrestabes Bandung Sidak Angkutan Omprengan di Alun-Alun
Rabu 18 Januari 2017


Ini Tim Samsul Arif Untuk Musim 2017
Selasa 17 Januari 2017 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong Persib Batal Rekrut Alex Willian Costa
Selasa 17 Januari 2017 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong Dedi Mulyadi Ingin Purwakarta Hasilkan Atlit Berkualitas
Selasa 17 Januari 2017 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong Kabupaten Purwakarta Tambah Pusat Kebugaran Olahraga
Selasa 17 Januari 2017 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong Perizinan Pembangunan Eks Palaguna Belum Sampai Tahap IMB
Selasa 17 Januari 2017 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong Sesuai Kriteria Djanur, Erick Weeks Suksesor Flores?
Selasa 17 Januari 2017 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

 

 

BERITA TERKAIT

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong 10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
Selasa 06 September 2016, 13:32 WIB

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong
10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong


10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Google


BANDUNG, (PRFM) - Kota Bandung selain terkenal dengan ITB, factory outlet, dan walikotanya yang kreatif dan gaul, dikenal juga sebagai kota dengan kuliner dan jajanan khas Bandung yang variatif. Meskipun beberapa makanan tersebut bukan berasal dari kota Bandung itu sendiri, namun beberapa penduduk yang kreatif mampu menciptakan varian baru yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri.

Kuliner Sunda secara statistik berada di urutan kedua setelah Jawa dalam soal ragam kuliner. Kota Bandung yang mewakili rakyat Sunda memiliki ragam jajanan khas populer yang menurut sejarah sebenarnya bukan asli dari Sunda itu sendiri. Meskipun demikian, di mata para pelancong, kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan wisata kuliner dengan ragam yang sangat variatif.

Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat , berikut adalah 10 jajanan khas Bandung yang paling terpopuler di mata pelancong :

1. Batagor

Merupakan kependekan dari baso-tahu-goreng, merupakan jajanan khas Bandung yang mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia. Baso dan tahu merupakan makanan khas yang dibawa oleh orang-orang Tionghoa. Ba(k)so terbuat dari daging giling yang dalam bahasa Hokkian disebut baq so. Sementara itu tahu (tao hu, taq wah) merupakan penganan yang terbuat dari kedele. Di negeri asalnya, tahu sudah diproduksi dan dikonsumsi secara umum sejak sekitar abad ke-2 M.

Batagor dibuat dari tahu yang dilembutkan diisi adonan berbahan Ikan tenggiri dan tepung tapioka (aci atau kanji) lalu dibentuk menyerupai bola dengan digoreng dalam minyak panas selama beberapa menit hingga matang. Batagor juga sering disajikan dengan siomay yang digoreng dan ditambah dengan bumbu kacang, kecap manis, sambal, dan air perasan jeruk nipis sebagai pelengkap.

Batagor yang terkenal di Bandung adalah batagor Kingsley, batagor Riri, dan batagor H. Isan.

2. Surabi

Merupakan sebutan atau kata lain dari serabi Bandung. Serabi sebenarnya tidak hanya ada di Bandung saja, tapi ada juga serabi Jakarta (kue ape), serabi Solo, dan serabi Mataram. Serabi juga disebut sebagai pancake-nya Indonesia.

Kata serabi sendiri diserap dari kata surabi yang asli Sunda. Surabi berasal dari kata “sura” yang artinya besar. Masyarakat Jawa menyebutnya surobi. Asal usul makanan ini masih diperdebatkan, ada yang menyebut berasal dari India dan ada yang menyebutkan pengaruh dari panekuk asal Belanda.

Surabi pada mulanya terdiri dari dua jenis yaitu surabi oncom yang asin dan surabi manis yang menggunakan kinca (gula merah yang dicairkan). Surabi jajanan khas Bandung biasanya dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Kadang, berdasarkan permintaan pelanggan, telur ayam yang telah dikocok ditambahkan keatas adonan surabi yang sedang dimasak. Surabi masa kini disajikan dengan berbagai topping seperti sosis, keju, ayam, cokelat, durian, dan kadang disajikan dengan mayones yang membuat surabi naik kelas.


Surabi yang terkenal di Bandung adalah Surabi Enhaii atau Surabi Imut.

3. Brownies kukus

Kue dengan tekstur lembut, sedikit berpori, dan berwarna cokelat gelap ini masih belum diketahui sejarah pembuatannya yang pasti. Kisah pertama menyebutkan bahwa brownies berasal dari koki yang lupa memasukan baking powder, sementara kisah lain berasal dari pemuda pembuat kue yang sedang mengalami krisis keuangan yang gagal membuat kue sesuai resep. Apa pun kisahnya, brownies diperkirakan berasal dari Amerika Serikat dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1893.

Apabila dulu brownies terkenal dengan cara memasaknya yang dipanggang, seiring perkembangan waktu brownies yang dimasak dengan cara dikukus pun menjadi semakin populer. Salah satu pelaku bisnis yang mempopulerkan brownies kukus adalah Hj. Sumiwiludjeng dan suaminya H. Sjukur Bc.AP dengan merek “Amanda” yang merupakan singkatan dari “Anak Mantu Damai.” Pada tahun 2004, merek brownies kukus Amanda dipatenkan dan menjadi brand produk kue buatan Sumi dan keluarga, dan otomatis menjadi jajanan khas Bandung.

4. Seblak

Pertama kali mengenal seblak penulis mendapatkannya sebagai makanan rumahan pada awal tahun 2000an dan belum dijual bebas di pasaran seperti sekarang ini. Penjual seblak kaki lima kemudian mulai ramai didapati sekitar tahun 2010an dan hanya ada di seputaran wilayah Bandung saja yang menjadikannya sebagai jajanan khas Bandung. Kini seblak sudah mulai merambah daerah lain di Jawa Barat seperti Bekasi dan sekitarnya. Seblak dalam bentuk instan dalam kemasan pun kini sudah diproduksi.

Seblak diperkirakan berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu Krupuk Godog yang sudah populer sejak tahun 1940an. Kata seblak sendiri merupakan nama bumbu yang terbuat dari kencur atau cikur dalam bahasa Sunda. Seblak terbuat dari kerupuk yang direbus, dan diberi bumbu seperti bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabe rawit, dan penyedap rasa.

5. Cireng

Merupakan singkatan dari “aci goreng/digoreng” adalah makanan ringan yang berasal dari wilayah Sunda, Jawa Barat. Makanan ini sangat populer di tahun 1980an dan pada akhirnya menjadi jajanan khas Bandung. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng yang disajikan dengan bumbu kacang atau bumbu sambal khas.

Cireng yang awalnya dijual dengan tanpa isi atau isi bumbu oncom, kini berkembang menjadi cireng isi dengan beragam bentuk seperti bintang, segitiga, lingkaran, bunga, dan bulan sabit yang disesuaikan dengan jenis isinya yaitu keju, ayam, sosis, kornet, dan bakso. Terakhir, ada varian rujak cireng dengan ciri khas sambal bumbu rujak.

6. Colenak

Merupakan jajanan khas Bandung yang diperkenalkan oleh Aki Murdi pada tahun 1930 yang namanya merupakan singkatan dari “dicocol enak.” Awalnya makanan ini disebut “peuyeum digulaan” yang kemudian diganti menjadi colenak atas saran para pelanggan. Cemilan ini dibuat dari peuyeum (tapai singkong) yang dibakar yang disantap dengan dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Colenak juga sempat menjadi bagian sejarah saat kegiatan perdana Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung pada 1955 yang dihadiri Presiden Soekarno dan para pimpinan negara.

7. Risoles

Penganan yang berasal dari Eropa ini awalnya bernama “roinsolles” yang mulai dikenal pada awal ke-13. Risoles sendiri di Indonesia merupakan kata serapan dari Bahasa Belanda yaitu “rissole.” Risoles biasanya berisi daging cincang dan sayuran yang dibungkus dadar, dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam. Di Indonesia, risoles terbagi menjadi dua jenis yaitu risoles sayuran bercampur daging tumis yang berbentuk persegi panjang, dan risoles ragout (cincangan sayuran seperti wortel, daun bawang, sledri, dan daging, yang diberi pengental tepung terigu) yang berbentuk segitiga. Risoles dapat dimakan dengan saus kacang encer, sambal botol, atau cabai rawit.

Risoles memang ada di hampir seluruh ibu kota di Indonesia, namun Bandung juga memiliki risoles yang khas sehingga menjadikannya salah satu jajanan khas Bandung. Risoles yang terkenal adalah Risoles Melepuh, De’Risol, dan Risol-Risol.

8. Cendol

Merupakan sebutan bahasa Sunda bagi minuman manis dan gurih khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Istilah cendol kemungkinan besar berasal dari kata “jendol”, merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol masuk ke mulut saat meminum es cendol. Cendol yang terkenal di Bandung adalah es cendol Elizabeth.

9. Cimol

Merupakan kependekan dari “aci digemol” atau tepung kanji yang dibuat bulat-bulat. Cimol sempat ramai di pertengahan tahun 2000an sebagai jajanan khas Bandung yang dijual di gerobak-gerobak di pinggir jalan dan meluas hingga ke daerah Bogor. Biasanya cimol dapat ditemukan di tempat keramaian seperti di sekolah-sekolah atau kampus. Cimol disebut-sebut sebagai varian dari cireng tanpa isi. Cimol dimakan dengan bumbu-bumbu tambahan seperti garam, serbuk cabai, serbuk kacang, dan sebagainya. Penganan ini paling enak jika dimakan hangat-hangat.

10. Pisang bollen

Pisang bollen paling terkenal sebagai jajanan khas Bandung adalah buatan dari Kartika Sari, sebuah toko kue rumahan yang didirikan sejak tahun 1970an. Bisnis ini kemudian berkembang dan Kartika Sari menjadi salah satu trademark dari kota Bandung. Pisang bollen adalah produk legendaris Kartika Sari, dimana pisang dan keju dibalut didalam adonan kulit pastry. Konon, bollen atau molen memperoleh namanya karena bentuknya yang menyerupai truk molen yang biasa digunakan untuk mengaduk semen.



 

BERITA LAINNYA



10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Ini Tim Samsul Arif Untuk Musim 2017
Selasa 17 Januari 2017
PERSIB


10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Persib Batal Rekrut Alex Willian Costa
Selasa 17 Januari 2017
PERSIB


10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Dedi Mulyadi Ingin Purwakarta Hasilkan Atlit Berkualitas
Selasa 17 Januari 2017
Purwakarta Istimewa


10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

Kabupaten Purwakarta Tambah Pusat Kebugaran Olahraga
Selasa 17 Januari 2017
Purwakarta Istimewa


10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong

 

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

10 Kuliner Bandung Yang Marak Diserbu Pelancong