12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan  




Rabu 13 November 2019

19:53 WIB

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
@prfmnews

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
PRFMNewsChannel

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
Kamis 17 Oktober 2019, 21:58 WIB
Jawa Barat
12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan




12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, (PRFM) - Sebanyak 13 pelaku usaha kopi di Jawa Barat (Jabar) melakukan business matching dengan 12 investor asing asal Singapura dan Malaysia, Kamis (17/10/19), di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Pertemuan 13 pelaku usaha kopi binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jabar dengan potential buyer ini termasuk dalam rangkaian West Java Investment Summit 2019 pada 18 Oktober nanti di Trans Luxury Hotel Kota Bandung.

Adapun agenda pertama adalah site visit alias mengunjungi langsung perkebunan kopi Frinsa Agrolestari di Riung Gunung. 

Pemilik kebun kopi Frinsa Agrolestari, Wildan Mustofa menyambut ramah kehadiran 12 investor asing tersebut. Ia menuturkan, terdapat tujuh varietas kopi yang ditanaman di kebun kopi Frinsa Agrolestari.

"Ada tujuh varietas kopi, yaitu Linie S, Sigarar Utang, P88, Andungsari, Timtim, Kopyol, dan Borbor. Kebanyakan sudah berusia enam tahun, ditanam 2013. Kami juga tidak menggunakan metode penanaman yang lama. Kalau yang lama 2.500 pohon per hektare, (jumlah) kami bisa lebih banyak karena ditanam lebih dekat ," papar Wildan.

Frinsa Agrolestari sendiri memiliki lahan seluas 150 hektare dengan keunggulan sustainable coffee development dan eco friendly processing. Produknya telah diekspor ke berbagai penjuru dunia mulai dari Belgia, Russia, hingga Jerman, juga ke Benua Australia hingga Amerika Serikat, dengan cupping score tertinggi 86,5 (Andungsari full washed) oleh cupper Dr. Jurgen Piechaczek (2019).

Setelah itu, para investor mendapatkan informasi terkait 12 pelaku usaha kopi lainnya selain Frinsa, antara lain Malabar Coffee, Margamulya Cooperation, Kiwari Farmers, Maju Mekar, serta Mahkota Coffee.

Agenda dilanjutkan Cupping Session agar para investor asing bisa mencicipi langsung specialty coffe Jabar, dan ditutup dengan sesi One-on-One Meeting di mana investor bisa berdiskusi langsung dengan para petani kopi.

Kepala Bidang Industri AKTA (Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Arif Muchamad Fazar berharap nilai ekspor kopi Jabar akan meningkat sesuai dengan fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dalam membuka peluang bagi investor kopi.

"Untuk eksportir kami terus dorong untuk ekspor (kopi). Mudah-mudahan (acara) ini mendorong investor tertarik kepada Jabar," ucap Arif.=

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapura Ramdan Denny Prakoso yang mendampingi para investor, site visit dan business matching antara 13 pelaku usaha kopi dengan 12 investor Singapura dan Malaysia ini bisa meningkatkan potensi ekspor kopi dari Jabar. 

"Ke depan semoga ada sinergi dan manfaat kepada kedua belah pihak, baik investor asing agar tahu produk, kebun, harga, juga petani (kopi Jabar), juga bagi pelaku usaha di Jabar agar bisa terus berkomunikasi dan punya kesempatan menjual produknya di Asia," ucap Denny.

President Singapore Coffee Association Victor Mah mengatakan, pihaknya merasa senang bisa memenuhi undangan BI Singapura untuk melihat langsung produksi kopi Jabar khususnya di Kabupaten Bandung.

Victor pun memastikan bahwa Singapore Coffee Association siap bekerja sama dengan pelaku usaha kopi di Jabar. "Bagi saya, kopi Indonesia juga bisa bersaing dengan kopi Amerika (di pasaran). Kami juga akan menandatangani MoU untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya," tegasnya.


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Dody Firman Nugraha menuturkan bahwa produk kopi Jabar berada di urutan ke-11 secara nasional.

Dody mencatat, pada 2017 sekira 2,6 persen atau 17.000 ton kopi Jabar dengan komposisi 55 persen Arabica dan 45 persen Robusta menyumbang ke dalam total 639.000 ton produksi kopi Indonesia.Luas lahan perkebunan kopi di Jabar saat ini seluas 34.000 hektare, dengan perkebunan kopi Arabica tersebar di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, hingga Kuningan. Sementara kebun kopi Robusta tersebar mulai Bogor, Ciamis, Cianjur, hingga Bekasi.

"Jumlah Kelompok Tani (Poktan) kopi (Jabar) tercatat sekira 750 Poktan atau setara dengan 20.000 petani dengan 100 produk kopi dari perusahaan sekelas industri rumahan," kata Dody.

Sementara itu, West Java Investment Summit (WJIS) 2019 "Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment" akan resmi dibuka oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Jumat (18/10.2019) besok. 

Forum bagi Pemprov Jabar dan pelaku usaha serta investor ini hasil kerja sama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar dan KPw BI Jabar ini meliputi lima agenda utama yakni High Level Session, Project Consultation, One-on-One Meeting, Market Sounding, dan Exhibition.

Termasuk Victor Mah dan anggota Singapore Coffee Association lainnya, WJIS 2019 diikuti sekira 250 peserta mulai dari para investor domestik dan asing, mitra sister province, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi, pengelola kawasan industri, instansi penanaman modal, serta instansi terkait lainnya.










 

BERITA TERKAIT


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
 

BERITA PILIHAN


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

 

BERITA LAINNYA

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Tingkatkan Diplomasi Ekonomi Melalui Pasar Domestik
Rabu 13 November 2019


Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan Pelatih Arema FC Mengaku Sulit Cari Pengganti Hamka Hamzah
Rabu 13 November 2019 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan Melalui Visinya, Jabar Siap Sukseskan Target Pemerintah Pusat
Rabu 13 November 2019 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju
Rabu 13 November 2019 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

 

 

BERITA TERKAIT


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
Kamis 17 Oktober 2019, 21:58 WIB
Jawa Barat

12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG, (PRFM) - Sebanyak 13 pelaku usaha kopi di Jawa Barat (Jabar) melakukan business matching dengan 12 investor asing asal Singapura dan Malaysia, Kamis (17/10/19), di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Pertemuan 13 pelaku usaha kopi binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jabar dengan potential buyer ini termasuk dalam rangkaian West Java Investment Summit 2019 pada 18 Oktober nanti di Trans Luxury Hotel Kota Bandung.

Adapun agenda pertama adalah site visit alias mengunjungi langsung perkebunan kopi Frinsa Agrolestari di Riung Gunung. 

Pemilik kebun kopi Frinsa Agrolestari, Wildan Mustofa menyambut ramah kehadiran 12 investor asing tersebut. Ia menuturkan, terdapat tujuh varietas kopi yang ditanaman di kebun kopi Frinsa Agrolestari.

"Ada tujuh varietas kopi, yaitu Linie S, Sigarar Utang, P88, Andungsari, Timtim, Kopyol, dan Borbor. Kebanyakan sudah berusia enam tahun, ditanam 2013. Kami juga tidak menggunakan metode penanaman yang lama. Kalau yang lama 2.500 pohon per hektare, (jumlah) kami bisa lebih banyak karena ditanam lebih dekat ," papar Wildan.

Frinsa Agrolestari sendiri memiliki lahan seluas 150 hektare dengan keunggulan sustainable coffee development dan eco friendly processing. Produknya telah diekspor ke berbagai penjuru dunia mulai dari Belgia, Russia, hingga Jerman, juga ke Benua Australia hingga Amerika Serikat, dengan cupping score tertinggi 86,5 (Andungsari full washed) oleh cupper Dr. Jurgen Piechaczek (2019).

Setelah itu, para investor mendapatkan informasi terkait 12 pelaku usaha kopi lainnya selain Frinsa, antara lain Malabar Coffee, Margamulya Cooperation, Kiwari Farmers, Maju Mekar, serta Mahkota Coffee.

Agenda dilanjutkan Cupping Session agar para investor asing bisa mencicipi langsung specialty coffe Jabar, dan ditutup dengan sesi One-on-One Meeting di mana investor bisa berdiskusi langsung dengan para petani kopi.

Kepala Bidang Industri AKTA (Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Arif Muchamad Fazar berharap nilai ekspor kopi Jabar akan meningkat sesuai dengan fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dalam membuka peluang bagi investor kopi.

"Untuk eksportir kami terus dorong untuk ekspor (kopi). Mudah-mudahan (acara) ini mendorong investor tertarik kepada Jabar," ucap Arif.=

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapura Ramdan Denny Prakoso yang mendampingi para investor, site visit dan business matching antara 13 pelaku usaha kopi dengan 12 investor Singapura dan Malaysia ini bisa meningkatkan potensi ekspor kopi dari Jabar. 

"Ke depan semoga ada sinergi dan manfaat kepada kedua belah pihak, baik investor asing agar tahu produk, kebun, harga, juga petani (kopi Jabar), juga bagi pelaku usaha di Jabar agar bisa terus berkomunikasi dan punya kesempatan menjual produknya di Asia," ucap Denny.

President Singapore Coffee Association Victor Mah mengatakan, pihaknya merasa senang bisa memenuhi undangan BI Singapura untuk melihat langsung produksi kopi Jabar khususnya di Kabupaten Bandung.

Victor pun memastikan bahwa Singapore Coffee Association siap bekerja sama dengan pelaku usaha kopi di Jabar. "Bagi saya, kopi Indonesia juga bisa bersaing dengan kopi Amerika (di pasaran). Kami juga akan menandatangani MoU untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya," tegasnya.


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Dody Firman Nugraha menuturkan bahwa produk kopi Jabar berada di urutan ke-11 secara nasional.

Dody mencatat, pada 2017 sekira 2,6 persen atau 17.000 ton kopi Jabar dengan komposisi 55 persen Arabica dan 45 persen Robusta menyumbang ke dalam total 639.000 ton produksi kopi Indonesia.Luas lahan perkebunan kopi di Jabar saat ini seluas 34.000 hektare, dengan perkebunan kopi Arabica tersebar di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, hingga Kuningan. Sementara kebun kopi Robusta tersebar mulai Bogor, Ciamis, Cianjur, hingga Bekasi.

"Jumlah Kelompok Tani (Poktan) kopi (Jabar) tercatat sekira 750 Poktan atau setara dengan 20.000 petani dengan 100 produk kopi dari perusahaan sekelas industri rumahan," kata Dody.

Sementara itu, West Java Investment Summit (WJIS) 2019 "Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment" akan resmi dibuka oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Jumat (18/10.2019) besok. 

Forum bagi Pemprov Jabar dan pelaku usaha serta investor ini hasil kerja sama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar dan KPw BI Jabar ini meliputi lima agenda utama yakni High Level Session, Project Consultation, One-on-One Meeting, Market Sounding, dan Exhibition.

Termasuk Victor Mah dan anggota Singapore Coffee Association lainnya, WJIS 2019 diikuti sekira 250 peserta mulai dari para investor domestik dan asing, mitra sister province, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi, pengelola kawasan industri, instansi penanaman modal, serta instansi terkait lainnya.






 

BERITA LAINNYA



12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019
Pemangkasan Eselon


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019
Pornas ke-15 Bangka Belitung


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda


12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan

Melalui Visinya, Jabar Siap Sukseskan Target Pemerintah Pusat
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda