2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI  




Jumat 18 Oktober 2019

08:50 WIB

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
@prfmnews

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
PRFMNewsChannel

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
Minggu 06 Oktober 2019, 20:15 WIB
2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan
2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI




2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Dokumentasi Kemendag

BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan agar semua penjualan minyak goreng wajib menggunakan kemasan sesuai Standar Nasional Indonesia. Kebijakan ini akan diterapkan mulai 1 Januari 2020.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan program ini sebenarnya telah diinisasi sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan Minyak Goreng Kemasan. Kebijakan itu rencananya diberlakukan pada 1 April 2017.

Namun, implementasi kebijakan tersebut ditunda karena produsen minyak goreng belum siap. Produsen membutuhkan waktu untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

"Sejalan dengan penerapan SNI Wajib Minyak Goreng, kebijakan wajib kemas minyak goreng akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 tanpa ada masa transisi. Untuk itu, seluruh pelaku usaha wajib menjual minyak goreng kepada konsumen dalam keadaan terkemas dan memenuhi ketentuan yang berlaku," tutur Enggar saat peluncuran Wajib Kemas Minyak Goreng di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Enggar mengajak konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. 

"Salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan," ujar Enggar seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com

Dia mengatakan, total produksi minyak goreng nasional per tahun berjumlah sekitar 14 juta ton. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri.

"Dari kebutuhan dalam negeri, hampir 50 persen masih dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah. Padahal minyak goreng curah belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi," tuturnya. 

Dia mengatakan, kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bagian dari program strategis pemerintah. Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan karena lebih terjamin mutu dan keamanannya. 

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia. Namun, hal tersebut perlu dibarengi dengan penyediaan minyak goreng yang bermutu sebagai produk turunan CPO untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat menangkal kampanye negatif produk CPO Indonesia dan pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat akan produksi negeri," kata Enggar.










 

BERITA TERKAIT


2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
 

BERITA PILIHAN


2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

 

BERITA LAINNYA

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019


Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019 2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI Pemerintah Buka 197.117 Formasi, Inilah Jadwal Rekrutmen CPNS 2019
Jumat 18 Oktober 2019 2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI Deklarasi Damai Pilkades Kabupaten Bandung Sukses Tanpa Ekses
Jumat 18 Oktober 2019 2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI Ormas Se-Kabupaten Bandung Tolak Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Jumat 18 Oktober 2019 2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

 

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
Minggu 06 Oktober 2019, 20:15 WIB
2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan

2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI
2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI


2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Dokumentasi Kemendag


BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan agar semua penjualan minyak goreng wajib menggunakan kemasan sesuai Standar Nasional Indonesia. Kebijakan ini akan diterapkan mulai 1 Januari 2020.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan program ini sebenarnya telah diinisasi sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan Minyak Goreng Kemasan. Kebijakan itu rencananya diberlakukan pada 1 April 2017.

Namun, implementasi kebijakan tersebut ditunda karena produsen minyak goreng belum siap. Produsen membutuhkan waktu untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

"Sejalan dengan penerapan SNI Wajib Minyak Goreng, kebijakan wajib kemas minyak goreng akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 tanpa ada masa transisi. Untuk itu, seluruh pelaku usaha wajib menjual minyak goreng kepada konsumen dalam keadaan terkemas dan memenuhi ketentuan yang berlaku," tutur Enggar saat peluncuran Wajib Kemas Minyak Goreng di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Enggar mengajak konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. 

"Salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan," ujar Enggar seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com

Dia mengatakan, total produksi minyak goreng nasional per tahun berjumlah sekitar 14 juta ton. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri.

"Dari kebutuhan dalam negeri, hampir 50 persen masih dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah. Padahal minyak goreng curah belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi," tuturnya. 

Dia mengatakan, kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bagian dari program strategis pemerintah. Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan karena lebih terjamin mutu dan keamanannya. 

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia. Namun, hal tersebut perlu dibarengi dengan penyediaan minyak goreng yang bermutu sebagai produk turunan CPO untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat menangkal kampanye negatif produk CPO Indonesia dan pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat akan produksi negeri," kata Enggar.






 

BERITA LAINNYA



2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


2020, Jual Minyak Goreng Wajib Gunakan Kemasan SNI

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024