31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal  




Minggu 21 Juli 2019

02:47 WIB

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
@prfmnews

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
PRFMNewsChannel

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
Kamis 11 Juli 2019, 16:04 WIB

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal




31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Foto Oleh : Ilustrasi - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Siswa SMA 6 Cimahi, Rinaldy menjadi korban penipuan pembuatan Buku Tahunan. Ia bersama rekan seangkatannya dibuat bingung oleh oknum salah satu vendor percetakan yang berada di Jalan Gunung Batu. Pasalnya pelaku enggan memberikan hasil buku tahunan yang dipesannya sejak lama. 

Tak tanggung-tanggung, setelah dilakukan pendataan, Rinaldy menemukan sektar 31 sekolah mengalami hal serupa.

"Sudah didata sekitar 31 sekolah di Bandung, Cimahi, Majalaya, Margahayu, Cicalengka, Ngamprah, Cipatat, Sindangkerta, Cikacung, bukan hanya di Kota Bandung tapi juga di sekitarnya," katanya saat On Air di PRFM, Rabu (10/7/2019). 

Sempat mendatangi kantor pelaku, Renaldy bersama rekannya tidak menemukan apa-apa, bahkan menurut warga setempat, pelaku juga sempat melakukan hal serupa, yakni tidak memberikan pesanan sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati. 

"Berhubung kantornya tutup, jadi kita nanya-nanya ke sebelah kantornya, terus ada cerita ke sebelahnya ada cerita yang tidak mengenakan juga. Sekitar kantor situ yang order juga belum selesai sampai sekarang," jelasnya.  

Rinaldy berharap, pelaku memiliki itikad baik untuk menyelesaikan buku tahunan yang dipesan. Dengan besaran jumlah uang yang besar, bahkan ia khawatir jika meminta ganti rugi. Pasalnya, kantor pelaku merupakan kantor yang dikontrak dan bukan property milik pribadi. 

"Nominalnya ga sedikit, terus kita juga khawatirnya vendor ini ngontrak dan bukan property sendiri dan kita ga ada yang dipegang transaksinya dan ga ada yang bisa dijadikan jaminan," ungkapnya.  

Hingga kini, pihak sekolah tidak ikut campur terkait adanya penipuan tersebut. Terlebih peraturan pemerintah yang tidak membolehkan guru untuk menggalang dana apapun untuk siswa. 

"Jadi siswa mengelola sendiri, vendor marketing ini mendekati siswa langsung dipromoin. Jadi memang dari pihak siswa sendiri yang mengkoordinir ini pun jadinya katempuhan," katanya. 

Dengan demikian, Rinaldy mengimbau kepada rekan-rekan sekolah yang mengalami hal serupa, untuk menyelesaikan masalah ini dengan seksama.  

"Kita sih mengimbau kalau ada pihak-pihak lain yang mengalami hal serupa, biar kita bisa baereng-bareng untuk ngeberesinnya, jadi kita sama-sama ke vendor ini, jagan masing-masing," harapnya. 



31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

 

BERITA TERKAIT


31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
 

BERITA PILIHAN


31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

 

BERITA LAINNYA

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

Muncul Wacana Pembubaran SMK, Pengamat: Pemprov Jangan Sembarang Kasih Izin
Sabtu 20 Juli 2019


Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal Rambu di Kawasan Rekayasa Lalin Belum Maksimal, Polisi Tunggu Perda
Sabtu 20 Juli 2019 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal Atasi Cegukan dengan Pelatihan Pernapasan
Sabtu 20 Juli 2019 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal Tanam Ganja di Pekarangan Rumah, Dua Pemuda Terancam Penjara Seumur Hidup
Sabtu 20 Juli 2019 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal Ucu Saepudin Diaporkan Hilang Selama Empat Bulan
Sabtu 20 Juli 2019 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

 

 

BERITA TERKAIT

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal 31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
Kamis 11 Juli 2019, 16:04 WIB

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal
31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal


31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Sumber Foto : Ilustrasi - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Siswa SMA 6 Cimahi, Rinaldy menjadi korban penipuan pembuatan Buku Tahunan. Ia bersama rekan seangkatannya dibuat bingung oleh oknum salah satu vendor percetakan yang berada di Jalan Gunung Batu. Pasalnya pelaku enggan memberikan hasil buku tahunan yang dipesannya sejak lama. 

Tak tanggung-tanggung, setelah dilakukan pendataan, Rinaldy menemukan sektar 31 sekolah mengalami hal serupa.

"Sudah didata sekitar 31 sekolah di Bandung, Cimahi, Majalaya, Margahayu, Cicalengka, Ngamprah, Cipatat, Sindangkerta, Cikacung, bukan hanya di Kota Bandung tapi juga di sekitarnya," katanya saat On Air di PRFM, Rabu (10/7/2019). 

Sempat mendatangi kantor pelaku, Renaldy bersama rekannya tidak menemukan apa-apa, bahkan menurut warga setempat, pelaku juga sempat melakukan hal serupa, yakni tidak memberikan pesanan sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati. 

"Berhubung kantornya tutup, jadi kita nanya-nanya ke sebelah kantornya, terus ada cerita ke sebelahnya ada cerita yang tidak mengenakan juga. Sekitar kantor situ yang order juga belum selesai sampai sekarang," jelasnya.  

Rinaldy berharap, pelaku memiliki itikad baik untuk menyelesaikan buku tahunan yang dipesan. Dengan besaran jumlah uang yang besar, bahkan ia khawatir jika meminta ganti rugi. Pasalnya, kantor pelaku merupakan kantor yang dikontrak dan bukan property milik pribadi. 

"Nominalnya ga sedikit, terus kita juga khawatirnya vendor ini ngontrak dan bukan property sendiri dan kita ga ada yang dipegang transaksinya dan ga ada yang bisa dijadikan jaminan," ungkapnya.  

Hingga kini, pihak sekolah tidak ikut campur terkait adanya penipuan tersebut. Terlebih peraturan pemerintah yang tidak membolehkan guru untuk menggalang dana apapun untuk siswa. 

"Jadi siswa mengelola sendiri, vendor marketing ini mendekati siswa langsung dipromoin. Jadi memang dari pihak siswa sendiri yang mengkoordinir ini pun jadinya katempuhan," katanya. 

Dengan demikian, Rinaldy mengimbau kepada rekan-rekan sekolah yang mengalami hal serupa, untuk menyelesaikan masalah ini dengan seksama.  

"Kita sih mengimbau kalau ada pihak-pihak lain yang mengalami hal serupa, biar kita bisa baereng-bareng untuk ngeberesinnya, jadi kita sama-sama ke vendor ini, jagan masing-masing," harapnya. 



 

BERITA LAINNYA



31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

Atasi Cegukan dengan Pelatihan Pernapasan
Sabtu 20 Juli 2019
Kesehatan


31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal

 

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

31 SMA di Bandung Raya Jadi Korban Vendor Percetakan Abal-abal