Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition  




Jumat 18 Oktober 2019

08:05 WIB

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
@prfmnews

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
PRFMNewsChannel

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
Senin 07 Oktober 2019, 10:42 WIB
Fashion Competition 2019
Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition




Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) -  R. Ahmad Haitan Yurizal selaku Ketua Pelaksana Event Fashion Competition 2019 mengajak kaum milenials untuk bangga menjadi warga Indonesia dengan batik. 

Fashion Competition 2019 merupakan ajang kompetisi fashion dengan mengusung tema budaya modern Indonesia. Acara ini adalah event pertama yang diselenggarakan oleh Fabu Hotel untuk tema Fashion.

Tema yang diambil adalah mengenai batik, karena berkenaan pada tanggal 3 Oktober sebagai hari Batik Nasional. 

Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Fabu Hotels memutuskan untuk mengambil tema batik. Sekaligus untuk merayakan hari batik nasional, Fabu Hotels menyelenggarakan acara Fashion Competition 2019 dengan tema Indonesian Cultur Modern.

"Karena batik identik dengan Indonesia, kemudian hari ini batik sudah banyak variasinya, sudah banyak modelnya bukan hanya sekedar pakaian kuno. Namun batik sekarang ini sudah menjadi fashion, atau lebih di kenal dengan batik modern," kata Haitan.

Acara yang di gelar pada Minggu siang (6/10/2019) di Fabulous Convention Room, Fabu Hotel Indies Collection, Jl. Kebonjati No.32 Bandung itu, melibatkan 80 peserta dari dua kategori, yaitu kategori anak untuk usia 8-16 tahun, dan kategori dewasa untuk usia 18-25 tahun, baik dari dalam maupun luar kota Bandung. 

Fashion Competion 2019 melibatkan empat profesional sebagai juri, yakni Achie Wibawa S (Pakar Make Up Artist), Zian Rangga (Putra Nusantara Jawa Barat), Hadiansyah (Runner Up 4 Mister Grand Jawa Barat 2019), dan Dentang Arlamsyah (Designer Dentang Collection). Penilaian untuk pemenang tidak hanya pada modelingnya saja, akan tetapi pada keunikan busananya pula. 

“Jadi juri menilai dari semua aspek, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ada pada bidang tata rias, tatabusana, dan catwalk”, ujar Haitan.

Peserta Fashion Competition 2019 memperebutkan piala dari Disbudpar. Pemenang dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya, pemenang favorit sosial media, model busana terbaik, catwalk terbaik, juara satu, dua, dan tiga untuk kategori anak-anak dan dewasa. 

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Haitan berharap agar acara Fashion Competition ini bisa terus menjadi acara rutin tahunan di Fabu Hotel. Kemudian bisa menjadi ajang untuk mengajak kaum muda atau milenials untuk mengapresiasi dan bangga terhadap kebudayaan Indonesia khususnya batik. 

“Kami berharap agar peserta yang mengikuti acara kompetisi ini meraka tidak hanya menjadi seorang pemenang saja. Namun lebih dari pada itu, mereka harus merasa bangga sebagai warga negara Indonesia yang bisa mengembangkan atau mengapresiasikan batik yang mereka pakai. Untuk menjadi juara, sebenernya itu bonus saja dari kami ” pungkas Haitan.









 

BERITA TERKAIT


Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
 

BERITA PILIHAN


Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

 

BERITA LAINNYA

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Ormas Se-Kabupaten Bandung Tolak Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Jumat 18 Oktober 2019


Kemendagri: Tak Ada Kompromi bagi Kelompok Penyebar Ideologi Selain Pancasila
Jumat 18 Oktober 2019 Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition Jumat dan Sabtu Besok ITB Gelar Wisuda, Waspadai Kepadatan di Sabuga
Jumat 18 Oktober 2019 Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
Kamis 17 Oktober 2019 Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

 

 

BERITA TERKAIT


Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
Senin 07 Oktober 2019, 10:42 WIB
Fashion Competition 2019

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition
Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition


Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) -  R. Ahmad Haitan Yurizal selaku Ketua Pelaksana Event Fashion Competition 2019 mengajak kaum milenials untuk bangga menjadi warga Indonesia dengan batik. 

Fashion Competition 2019 merupakan ajang kompetisi fashion dengan mengusung tema budaya modern Indonesia. Acara ini adalah event pertama yang diselenggarakan oleh Fabu Hotel untuk tema Fashion.

Tema yang diambil adalah mengenai batik, karena berkenaan pada tanggal 3 Oktober sebagai hari Batik Nasional. 

Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Fabu Hotels memutuskan untuk mengambil tema batik. Sekaligus untuk merayakan hari batik nasional, Fabu Hotels menyelenggarakan acara Fashion Competition 2019 dengan tema Indonesian Cultur Modern.

"Karena batik identik dengan Indonesia, kemudian hari ini batik sudah banyak variasinya, sudah banyak modelnya bukan hanya sekedar pakaian kuno. Namun batik sekarang ini sudah menjadi fashion, atau lebih di kenal dengan batik modern," kata Haitan.

Acara yang di gelar pada Minggu siang (6/10/2019) di Fabulous Convention Room, Fabu Hotel Indies Collection, Jl. Kebonjati No.32 Bandung itu, melibatkan 80 peserta dari dua kategori, yaitu kategori anak untuk usia 8-16 tahun, dan kategori dewasa untuk usia 18-25 tahun, baik dari dalam maupun luar kota Bandung. 

Fashion Competion 2019 melibatkan empat profesional sebagai juri, yakni Achie Wibawa S (Pakar Make Up Artist), Zian Rangga (Putra Nusantara Jawa Barat), Hadiansyah (Runner Up 4 Mister Grand Jawa Barat 2019), dan Dentang Arlamsyah (Designer Dentang Collection). Penilaian untuk pemenang tidak hanya pada modelingnya saja, akan tetapi pada keunikan busananya pula. 

“Jadi juri menilai dari semua aspek, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ada pada bidang tata rias, tatabusana, dan catwalk”, ujar Haitan.

Peserta Fashion Competition 2019 memperebutkan piala dari Disbudpar. Pemenang dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya, pemenang favorit sosial media, model busana terbaik, catwalk terbaik, juara satu, dua, dan tiga untuk kategori anak-anak dan dewasa. 

Ajak Kaum Milenial Cinta Batik Sejak Dini, Fabu Hotels Gelar Fashion Competition

Haitan berharap agar acara Fashion Competition ini bisa terus menjadi acara rutin tahunan di Fabu Hotel. Kemudian bisa menjadi ajang untuk mengajak kaum muda atau milenials untuk mengapresiasi dan bangga terhadap kebudayaan Indonesia khususnya batik. 

“Kami berharap agar peserta yang mengikuti acara kompetisi ini meraka tidak hanya menjadi seorang pemenang saja. Namun lebih dari pada itu, mereka harus merasa bangga sebagai warga negara Indonesia yang bisa mengembangkan atau mengapresiasikan batik yang mereka pakai. Untuk menjadi juara, sebenernya itu bonus saja dari kami ” pungkas Haitan.





 

BERITA LAINNYA