Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan  




Kamis 19 Juli 2018

05:00 WIB

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
@prfmnews

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
PRFMNewsChannel

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
Minggu 14 Januari 2018, 06:59 WIB

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan




Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Kasus pencabulan di Jawa Barat kembali marak terjadi. Kali ini pencabulan terjadi di pesantren yang berada di Cimahi, dan Soreang. Bahkan sang pelaku merupakan seorang guru ngaji.


Menanggapi maraknya kembali kasus pencabulan belakangan ini, Kriminolog dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), Widiada Gunakaya mengatakan jika sang pelaku tidak mengindahkan nilai-nilai norma sosial dan agama. 


"Kenapa ini sering berulang? sebetulnya kan kejahatan itu bisa dicegah dengan cara selain hukum seperti pendidikan atau agama. Kita lihat ketika itu berkaitan dengan ustadz yang melakukan. Artinya ustadz itu tak paham ajaran agama. Kebanyakan terjadi karena faktor biologis," ujarnya saat on air di PRFM, Sabtu (13/1/2018).


Agar hal ini tidak terjadi dikemudian hari, Widiada menyarankan agar pemerintah 

terus gencar melakukan seks edukasi. Sebab menurut Widiada, masyarakat saat masih menganggap tabu hal-hal yang berbau dengan seks.


"Harus ada seks edukasi bagi anak- anak agar dipahami jangan ditabukan. Sepanjang itu dianggap tabu maka kita tidak akan pernah paham. Polisi pun harus aktif jangan sampai setelah terjadi baru aja ramai," pungkasnya.




Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

 

BERITA TERKAIT


Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
 

BERITA PILIHAN


Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

 

BERITA LAINNYA

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

DPRD Kota Bandung Akan Tindaklanjuti Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam
Rabu 18 Juli 2018


Emil Tekankan Pengelola Pasar Baru Kedepannya Mesti Berlaku Adil
Rabu 18 Juli 2018 Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan Kredit Mesra Di Perluas, Pelayanan Air Bersih Dikembangkan
Rabu 18 Juli 2018 Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan Kredit Mesra Di Perluas, Pelayanan Air Bersih Dikembangkan
Rabu 18 Juli 2018 Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan Evaluasi Ulang Proyek Perluasan Pangleseran - Cibatu Pangandaran Dinilai Janggal
Rabu 18 Juli 2018 Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan Produk IKM Kabupaten Bandung Akan Hiasi Perhelatan Asian Games 2018
Rabu 18 Juli 2018 Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan Sekda Jabar Ungkap Peran Motekar Bagi Keluarga di Jabar
Rabu 18 Juli 2018 Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

 

 

BERITA TERKAIT

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
Minggu 14 Januari 2018, 06:59 WIB

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan
Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan


Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Kasus pencabulan di Jawa Barat kembali marak terjadi. Kali ini pencabulan terjadi di pesantren yang berada di Cimahi, dan Soreang. Bahkan sang pelaku merupakan seorang guru ngaji.


Menanggapi maraknya kembali kasus pencabulan belakangan ini, Kriminolog dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), Widiada Gunakaya mengatakan jika sang pelaku tidak mengindahkan nilai-nilai norma sosial dan agama. 


"Kenapa ini sering berulang? sebetulnya kan kejahatan itu bisa dicegah dengan cara selain hukum seperti pendidikan atau agama. Kita lihat ketika itu berkaitan dengan ustadz yang melakukan. Artinya ustadz itu tak paham ajaran agama. Kebanyakan terjadi karena faktor biologis," ujarnya saat on air di PRFM, Sabtu (13/1/2018).


Agar hal ini tidak terjadi dikemudian hari, Widiada menyarankan agar pemerintah 

terus gencar melakukan seks edukasi. Sebab menurut Widiada, masyarakat saat masih menganggap tabu hal-hal yang berbau dengan seks.


"Harus ada seks edukasi bagi anak- anak agar dipahami jangan ditabukan. Sepanjang itu dianggap tabu maka kita tidak akan pernah paham. Polisi pun harus aktif jangan sampai setelah terjadi baru aja ramai," pungkasnya.




 

BERITA LAINNYA



Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan

 

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Aksi Pencabulan Kembali Marak, Kriminolog Sarankan Seks Edukasi Ditingkatkan