Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori  




Jumat 23 Februari 2018

07:54 WIB

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
@prfmnews

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
PRFMNewsChannel

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
Senin 03 April 2017, 07:29 WIB

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori




Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Laju pertumbuhan perekonomian Kota Bandung berkembang pesat mencapai 6,8 persen, lebih besar dari laju pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat yang mencapai 5,3 persen dan nasional mencapai 5,0 persen. Namun laju pertumbuhan perekonomian tersebut belum mampu menurunkan kurva kemiskinan di Kota Bandung.

Seharusnya, jika mengacu pada teori, saat pertumbuhan perekonomian Kota Bandung naik grafik maka kurva kemiskinan harus menurun.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Ade Fahruroji mengatakan bahwa hal tersebut membuktikan pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan upaya pengentasan kemiskinan.

"Nah ini artinya para pengagum teori pertumbuhan ekonomi harus bertekuk lutut, meski pertumbuhan ekonomi meningkat, buktinya Kota Bandung ini salah satu kota di Asean yang pertumbuhuhan ekonominya tinggi tapi angka kemiskinan juga cukup besar," kata Ade saat on air di Radio PRFM, Minggu (2/4/2017).

Menurut Ade, dalam hal ini terjadi kesalahan teori yang disusul dengan kesalahan paradigma dan diimplementasikan oleh para pengambil kebijakan.

"Masalah penanggulangan kemiskinan itu hanya jaring pengaman nasional supaya tidak terlalu terjerumus dan terpuruk," kata Ade.



Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

 

BERITA TERKAIT


Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
 

BERITA PILIHAN


Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

 

BERITA LAINNYA

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

PW Persis Jabar Bantah Dukung Salah Satu Paslon Cagub-Cawagub Jabar
Kamis 22 Februari 2018


Sambangi Kebon Jeruk, Yana: Insya Allah Ke Depan Akan Bangun Rusun
Kamis 22 Februari 2018 Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori Kunjungi Warga Arcamanik, Oded Sosialisasikan Visi Misi
Kamis 22 Februari 2018 Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori Ke Pasar Pamanukan, Ridwan Kamil Belanja Masalah
Kamis 22 Februari 2018 Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori Blusukan di Pasar Pamanukan, Emil Promosikan Nanas Subang dengan Gaya Vlogger
Kamis 22 Februari 2018 Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori Blusukan di Pasar Pamanukan, Emil Promosikan Nanas Subang dengan Gaya Vlogger
Kamis 22 Februari 2018 Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori RINDU Didukung Forum Komunikasi Guru Ngaji
Kamis 22 Februari 2018 Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

 

 

BERITA TERKAIT

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
Senin 03 April 2017, 07:29 WIB

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori
Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori


Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Laju pertumbuhan perekonomian Kota Bandung berkembang pesat mencapai 6,8 persen, lebih besar dari laju pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat yang mencapai 5,3 persen dan nasional mencapai 5,0 persen. Namun laju pertumbuhan perekonomian tersebut belum mampu menurunkan kurva kemiskinan di Kota Bandung.

Seharusnya, jika mengacu pada teori, saat pertumbuhan perekonomian Kota Bandung naik grafik maka kurva kemiskinan harus menurun.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Ade Fahruroji mengatakan bahwa hal tersebut membuktikan pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan upaya pengentasan kemiskinan.

"Nah ini artinya para pengagum teori pertumbuhan ekonomi harus bertekuk lutut, meski pertumbuhan ekonomi meningkat, buktinya Kota Bandung ini salah satu kota di Asean yang pertumbuhuhan ekonominya tinggi tapi angka kemiskinan juga cukup besar," kata Ade saat on air di Radio PRFM, Minggu (2/4/2017).

Menurut Ade, dalam hal ini terjadi kesalahan teori yang disusul dengan kesalahan paradigma dan diimplementasikan oleh para pengambil kebijakan.

"Masalah penanggulangan kemiskinan itu hanya jaring pengaman nasional supaya tidak terlalu terjerumus dan terpuruk," kata Ade.



 

BERITA LAINNYA



Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Sambangi Kebon Jeruk, Yana: Insya Allah Ke Depan Akan Bangun Rusun
Kamis 22 Februari 2018
Pilwalkot Bandung 2018


Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Kunjungi Warga Arcamanik, Oded Sosialisasikan Visi Misi
Kamis 22 Februari 2018
Pilwalkot Bandung 2018


Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Ke Pasar Pamanukan, Ridwan Kamil Belanja Masalah
Kamis 22 Februari 2018
Pilgub Jabar 2018


Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori

 

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Angka Kemiskinan Kota Bandung Masih Tinggi, Dewan : Ada Kesalahan Teori