Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif  




Kamis 21 Februari 2019

12:44 WIB

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
@prfmnews

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
PRFMNewsChannel

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
Rabu 11 Juli 2018, 15:36 WIB
Kota Bandung

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif




Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Beberapa saluran pelaporan terpadu bagi warga kota Bandung adalah aplikasi Panic Button dan sistem Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Sistem tersebut merupakan layanan untuk melaporkan kondisi gawat darurat dan hal-hal terkait pelayanan publik. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Ahyani Raksa Negara mengatakan tidak hanya dua aplikasi tersebut yang digunakan Pemkot Bandung untuk pelayanan publik, tapi juga ada pelayanan melalui telepon. 

"Panic button hanya salah satu aplikasi kanal layanan yang kami siapkan untuk kondisi gawat darurat, kita juga buka layanan melalui telepon di CC (Command Center) 112 untuk keadaan gawat darurat, 113 untuk peristiwa kebakaran dan 119 untuk layanan kesehatan," kata Ahyani saat On Air di PRFM 107.5 News Channel, Rabu (11/7/2018). 

Ahyani menambahkan, aplikasi Panic Button memiliki berbagai kekurangan, karena tidak semua warga bisa menggunakannya. 

"Tidak semua orang bisa dengan mudah menggunakannya, karena membutuhkan fasilitas tertentu, perlu sarana smartphone dan juga jaringan," tambah Ahyani.  

Dengan demikian, ungkap Ahyani lebih banyak warga kota Bandung yang malakukan pengaduan melalui telepon. 

"Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan pengaduan melalui telepon," ungkapnya. 

Meski dikatakan belum efektif, namun layanan Panic Button dan LAPOR akan terus dipertahankan.

"Tetap, karena makin banyak kanal makin memudahkan. Yang terpenting ada kemudahan bagi masyarakat yang bisa dipakai saat membutuhkan," tandasnya.



Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

 

BERITA TERKAIT


Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
 

BERITA PILIHAN


Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

 

BERITA LAINNYA

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Peringati HPSN 2019, Kampung Cireundeu Konsisten Kelola Sampah Secara Mandiri
Kamis 21 Februari 2019


Pemerintah Usulkan Tarif MRT Jakarta Rp 8.500–Rp10.000
Kamis 21 Februari 2019 Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif Simeone Ungkap Kunci Kemenangan Atletico Madrid Kalahkan Juventus
Kamis 21 Februari 2019 Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif Pelayanan Publik Ciamis Dapat Nilai Tertinggi Nasional Pelayanan Publik 2018
Kamis 21 Februari 2019 Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif Sim Keliling Online 2 Polrestabes Bandung Sementara Waktu Tidak Beroperasi
Kamis 21 Februari 2019 Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif Warga Desa Sukarapih Tunggu Kepastian Reaktivasi Jalur KA Rancaekek-Tanjungsari
Kamis 21 Februari 2019 Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif Hino Bus Safety Driving Competition 2019 Diharapkan Bisa Tekan Angka Kecelakaan
Kamis 21 Februari 2019 Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

 

 

BERITA TERKAIT

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
Rabu 11 Juli 2018, 15:36 WIB
Kota Bandung

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif
Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif


Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Beberapa saluran pelaporan terpadu bagi warga kota Bandung adalah aplikasi Panic Button dan sistem Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Sistem tersebut merupakan layanan untuk melaporkan kondisi gawat darurat dan hal-hal terkait pelayanan publik. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Ahyani Raksa Negara mengatakan tidak hanya dua aplikasi tersebut yang digunakan Pemkot Bandung untuk pelayanan publik, tapi juga ada pelayanan melalui telepon. 

"Panic button hanya salah satu aplikasi kanal layanan yang kami siapkan untuk kondisi gawat darurat, kita juga buka layanan melalui telepon di CC (Command Center) 112 untuk keadaan gawat darurat, 113 untuk peristiwa kebakaran dan 119 untuk layanan kesehatan," kata Ahyani saat On Air di PRFM 107.5 News Channel, Rabu (11/7/2018). 

Ahyani menambahkan, aplikasi Panic Button memiliki berbagai kekurangan, karena tidak semua warga bisa menggunakannya. 

"Tidak semua orang bisa dengan mudah menggunakannya, karena membutuhkan fasilitas tertentu, perlu sarana smartphone dan juga jaringan," tambah Ahyani.  

Dengan demikian, ungkap Ahyani lebih banyak warga kota Bandung yang malakukan pengaduan melalui telepon. 

"Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan pengaduan melalui telepon," ungkapnya. 

Meski dikatakan belum efektif, namun layanan Panic Button dan LAPOR akan terus dipertahankan.

"Tetap, karena makin banyak kanal makin memudahkan. Yang terpenting ada kemudahan bagi masyarakat yang bisa dipakai saat membutuhkan," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif

 

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Aplikasi Panic Button Belum Begitu Efektif