Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya  




Senin 19 November 2018

18:25 WIB

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
@prfmnews

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
PRFMNewsChannel

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
Kamis 15 Februari 2018, 08:37 WIB

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya




Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG,(PRFM) - Jelang kompetisi Liga 1 yang rencananya akan bergulir pada Maret 2018 mendatang, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga, mengeluarkan regulasi baru perihal kuota pemain asing. Jika pada musim kompetisi sebelumnya PT LIB mengatur aturan bolehnya setiap klub merekrut pemain asing dengan status marquee player, maka di musim kompetisi ini PT LIB mengeluarkan aturan jika pemain asing yang berasal dari Benua Afrika, hanya boleh dari 5 negara saja, yakni Tunisia, Mesir, Kongo, Aljazair, dan Sudan. Selain itu, para pemaian tersebut pun harus bermain di kasta tertinggi sepak bola negara tersebut.

Namun, khusus untuk beberapa pemain Afrika yang sempat bermain di Eropa, seperti gelandang Persib Bandung Michael Essien yang pernah bermain untuk Chelsea, AC Milan, dan Real Madrid, tetap diperbolehkan bermain di liga Indonesia.

Atas regulasi ini legenda sepak bola nasional yang kini menjadi pengamat sepakbola nasional Supriyono Prima menilai wajar jika setiap tahun ada regulasi baru jelang kompetisi. Namun, dirinya turut mempertanyakan apa alasan dari regulasi ini.

"Wajar ya sebuah regulasi atau kebijakan baru itu, cuma harapan saya harus ada tujuan yang jelas, kenapa cuma 5 negara Afrika, apakah untuk nilai koefisien, harga mereka murah, atau seperti apa?" ungkapnya kepada PRFM, Rabu 14 Februari 2018.

Dengan tegas Supriyono menyentil PT LIB untuk memikirkan tata kelola liga. Pasalnya, dibanding mengurusi regulasi pemain asing, ada yang lebih penting untuk segera dibenahi, yakni tata kelola liga.

"Jadi jika hanya merubah kebijakan atau merubah regulasi hanya untuk kuota pemain asing, sedangkan tata kelola kompetisi saja ngga dibenerin, padahal disitu ada perangkat pertandingan, kemudian ada Komdis, itu kan satu paket dalam sepak bola. Harapan saya sih semua harus ada pembaharuan, harus ada perbaikan demi terciptanya tim nasional yang kuat, karena dengan tim nasional yang kuat harkat bangsa Indonesia itu bisa terangkat," tegasnya.



Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

 

BERITA TERKAIT


Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
 

BERITA PILIHAN


Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

 

BERITA LAINNYA

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Yuk Berperilaku Sehat Mulai dari Hal-Hal Sederhana
Senin 19 November 2018


Irfan Suryanagara Siap Tingkatkan Prestasi Olahraga Rugbi di Jabar
Senin 19 November 2018 Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya "Masih Biru", Bobotoh Sambut Hangat Miljan Radovic
Senin 19 November 2018 Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya Persib Butuh Evaluasi
Senin 19 November 2018 Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya Miljan Radovic Kembali ke Persib
Senin 19 November 2018 Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya Ridwan Kamil Lakukan Transformasi Birokrasi untuk Kemajuan Jabar
Senin 19 November 2018 Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya Manajemen Segera Selesaikan Masalah Internal Persib
Senin 19 November 2018 Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

 

 

BERITA TERKAIT

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
Kamis 15 Februari 2018, 08:37 WIB

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya
Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya


Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG,(PRFM) - Jelang kompetisi Liga 1 yang rencananya akan bergulir pada Maret 2018 mendatang, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga, mengeluarkan regulasi baru perihal kuota pemain asing. Jika pada musim kompetisi sebelumnya PT LIB mengatur aturan bolehnya setiap klub merekrut pemain asing dengan status marquee player, maka di musim kompetisi ini PT LIB mengeluarkan aturan jika pemain asing yang berasal dari Benua Afrika, hanya boleh dari 5 negara saja, yakni Tunisia, Mesir, Kongo, Aljazair, dan Sudan. Selain itu, para pemaian tersebut pun harus bermain di kasta tertinggi sepak bola negara tersebut.

Namun, khusus untuk beberapa pemain Afrika yang sempat bermain di Eropa, seperti gelandang Persib Bandung Michael Essien yang pernah bermain untuk Chelsea, AC Milan, dan Real Madrid, tetap diperbolehkan bermain di liga Indonesia.

Atas regulasi ini legenda sepak bola nasional yang kini menjadi pengamat sepakbola nasional Supriyono Prima menilai wajar jika setiap tahun ada regulasi baru jelang kompetisi. Namun, dirinya turut mempertanyakan apa alasan dari regulasi ini.

"Wajar ya sebuah regulasi atau kebijakan baru itu, cuma harapan saya harus ada tujuan yang jelas, kenapa cuma 5 negara Afrika, apakah untuk nilai koefisien, harga mereka murah, atau seperti apa?" ungkapnya kepada PRFM, Rabu 14 Februari 2018.

Dengan tegas Supriyono menyentil PT LIB untuk memikirkan tata kelola liga. Pasalnya, dibanding mengurusi regulasi pemain asing, ada yang lebih penting untuk segera dibenahi, yakni tata kelola liga.

"Jadi jika hanya merubah kebijakan atau merubah regulasi hanya untuk kuota pemain asing, sedangkan tata kelola kompetisi saja ngga dibenerin, padahal disitu ada perangkat pertandingan, kemudian ada Komdis, itu kan satu paket dalam sepak bola. Harapan saya sih semua harus ada pembaharuan, harus ada perbaikan demi terciptanya tim nasional yang kuat, karena dengan tim nasional yang kuat harkat bangsa Indonesia itu bisa terangkat," tegasnya.



 

BERITA LAINNYA



Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Yuk Berperilaku Sehat Mulai dari Hal-Hal Sederhana
Senin 19 November 2018
Kota Bandung


Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Persib Butuh Evaluasi
Senin 19 November 2018
PERSIB


Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Miljan Radovic Kembali ke Persib
Senin 19 November 2018
PERSIB


Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya

 

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Aturan Baru Soal Pemain Afrika, Legenda Anggap Wajar, Tapi Pertanyakan Tujuannya