Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat  




Jumat 18 Januari 2019

20:32 WIB

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
@prfmnews

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
PRFMNewsChannel

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
Jumat 14 September 2018, 20:29 WIB

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat




Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk kembali mencabut sejumlah poin dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017. Dengan dicabutnya sejumlah poin dalam peraturan itu, maka Angkutan Sewa Khusus (ASK) otomatis tidak memiliki payung hukum.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Koperasi Himpunan Transportasi Online Bersama (KHTOB), Michael Pratama Jaya mengatakan pihaknya mendukung keputusan MA. Pasalnya poin-poin yang dianulir adalah aturan memberatkan pengemudi ASK. 

Namun Michael mengkhawatirkan dengan dicabutnya aturan ini akan kembali berdampak pada gesekan antara pengemudi ASK dengan pengemudi konvensional dilapangan. "Yang paling kami khawatirkan dari kekosongan hukum ini adalah kondusifitas. Kami khawatir pencabutan oleh MA ini berdampak pada gesekan antara online dan konvensional mencuat kembali," terang Michael saat on air di Radio PRFM, Jumat (14/9/2018).

Pembatalan payung hukum taksi online oleh MA kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya MA pernah membatalkan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 yang terbit pada 1 April 2017 sebagai revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

MA menilai sebagian pasal pada Permenhub 108 Tahun 2017 yang berlaku efektif pada 1 November 2017 merupakan pemuatan ulang materi Permenhub 26 Tahun 2017 dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

MA memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mencabut 23 pasal pada Permenhub 108 Tahun 2017. Isi pasal yang dicabut di antaranya mengatur tarif taksi online harus sesuai batas bawah dan atas, pemasangan stiker, STNK harus berbadan hukum, persyaratan teknis perizinan penyelenggaraan (minimal lima kendaraan, tempat penyimpanan kendaraan, dan bengkel), serta lain sebagainya.

Michael berharap pemerintah segera menerbitkan aturan baru bagi ASK untuk mencegah terjadinya gesekan. Ia juga ingin aturan yang baru tidak memberatkan bagi para pengemudi online. Sehingga, lanjutnya, selain mempertimbangkan hukum, aturan yang disusun Kemenhub harus dapat mewadahi aspirasi dari para pengemudi. 

"Kami mendukung putusan MA terhadap pencabutan beberapa pasal di Permenhub 108 Tahun 2017. Namun dengan putusan tersebut, ada kekosongan hukum yang memayungi transportasi online, sehingga perlu segera diatur regulasi baru," pungkasnya



Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

 

BERITA TERKAIT


Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
 

BERITA PILIHAN


Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

 

BERITA LAINNYA

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Perlu Inovasi untuk Hidupkan Kembali Pariwisata Palu
Jumat 18 Januari 2019


Anggota Dewan Sesalkan Penegakan Hak Cipta tak Dibahas pada Debat Capres
Jumat 18 Januari 2019 Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat KPAI Akan Datangi Sekolah yang Diduga Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba
Jumat 18 Januari 2019 Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat Curi Dana Desa, Anak Kepala Desa Cikedung Indramayu Diamankan
Jumat 18 Januari 2019 Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat Curi Dana Desa, Anak Kepala Desa Cikedung Indramayu Diamankan
Jumat 18 Januari 2019 Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat Api Bakar Pom Bensin Eceran, Pemilik Alami Luka Bakar
Jumat 18 Januari 2019 Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat Keppres Pemberhentian Zumi Zola Sebagai Gubernur Jambi Sudah Terbit
Jumat 18 Januari 2019 Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

 

 

BERITA TERKAIT

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
Jumat 14 September 2018, 20:29 WIB

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat
Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat


Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk kembali mencabut sejumlah poin dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017. Dengan dicabutnya sejumlah poin dalam peraturan itu, maka Angkutan Sewa Khusus (ASK) otomatis tidak memiliki payung hukum.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Koperasi Himpunan Transportasi Online Bersama (KHTOB), Michael Pratama Jaya mengatakan pihaknya mendukung keputusan MA. Pasalnya poin-poin yang dianulir adalah aturan memberatkan pengemudi ASK. 

Namun Michael mengkhawatirkan dengan dicabutnya aturan ini akan kembali berdampak pada gesekan antara pengemudi ASK dengan pengemudi konvensional dilapangan. "Yang paling kami khawatirkan dari kekosongan hukum ini adalah kondusifitas. Kami khawatir pencabutan oleh MA ini berdampak pada gesekan antara online dan konvensional mencuat kembali," terang Michael saat on air di Radio PRFM, Jumat (14/9/2018).

Pembatalan payung hukum taksi online oleh MA kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya MA pernah membatalkan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 yang terbit pada 1 April 2017 sebagai revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

MA menilai sebagian pasal pada Permenhub 108 Tahun 2017 yang berlaku efektif pada 1 November 2017 merupakan pemuatan ulang materi Permenhub 26 Tahun 2017 dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

MA memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mencabut 23 pasal pada Permenhub 108 Tahun 2017. Isi pasal yang dicabut di antaranya mengatur tarif taksi online harus sesuai batas bawah dan atas, pemasangan stiker, STNK harus berbadan hukum, persyaratan teknis perizinan penyelenggaraan (minimal lima kendaraan, tempat penyimpanan kendaraan, dan bengkel), serta lain sebagainya.

Michael berharap pemerintah segera menerbitkan aturan baru bagi ASK untuk mencegah terjadinya gesekan. Ia juga ingin aturan yang baru tidak memberatkan bagi para pengemudi online. Sehingga, lanjutnya, selain mempertimbangkan hukum, aturan yang disusun Kemenhub harus dapat mewadahi aspirasi dari para pengemudi. 

"Kami mendukung putusan MA terhadap pencabutan beberapa pasal di Permenhub 108 Tahun 2017. Namun dengan putusan tersebut, ada kekosongan hukum yang memayungi transportasi online, sehingga perlu segera diatur regulasi baru," pungkasnya



 

BERITA LAINNYA



Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Api Bakar Pom Bensin Eceran, Pemilik Alami Luka Bakar
Jumat 18 Januari 2019
Kabupaten Bandung


Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat

 

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Aturan Taksi Online Dianulir, Pengemudi ASK khawatir Gesekan Kembali Mencuat