Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel  




Jumat 18 Oktober 2019

09:17 WIB

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
@prfmnews

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
PRFMNewsChannel

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
Selasa 08 Oktober 2019, 19:18 WIB
Autonomous Rail Rapid Transit
Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel




Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemkot Bandung

BANDUNG, (PRFM) - Kota Bandung kini tengah menjadi sorotan usai adanya rilis dari Asian Development Bank (ADB) yang menyebutkan jika kemacetan di Kota Bandung lebih parah dibanding Jakarta dan juga Surabaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mencari solusi agar kemacetan di Kota Bandung perlahan terurai.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebutkan, selain melakukan rekayasa lalin dan pembangunan jalan layang (flyover), pihaknya juga memikirkan pembuatan moda transportasi massal. Selain menunggu rampungnya MRT dan juga LRT Bandung Raya, Pemkot Bandung berencana membuat moda transportasi massal berbasis kereta tanpa rel. 

"Jalurnya menggunakan infra red, sehingga tidak mengganggu jalur bahkan jalan yang digunakan oleh kendaraan lain.  Kita akan follow up lagi untuk memastikan progress selanjutnya,” kata Yana, Senin (7/10/2019).

Diberitakan sebelumnya, pada September 2018 silam, PT KAI sudah mengajukan pembuatan Autonomeus Rail Rapid Transit (ART) di kota Bandung. ART merupakan sebuah moda transportasi publik yang mirip dengan kereta api, hanya tidak memiliki jalur seperti kereta pada umumnya. Dan usulan ini pun disambut positif oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Selain membangun moda transportasi baru, Pemkot Bandung pun tetap memberikan perhatian kepada moda transportasi yang sudah ada baik itu angkot maupun Trans Metro Bandung (TMB). Untuk angkot, Yana memastikan pihaknya akan memaksimalkan peran dan fungsi dari angkot tersebut.

“Sebetulnya orang ingin beralih ke transportasi umum itu, pasti salah satunya soal ketepatan waktu. Harus terukur dan terprediksi waktunya. Itu bisa membuat orang berpindah ke transportasi umum. Itu yang akan kita upayakan,” jelasnya.

Yana mengungkapkan, Kota Bandung menduduki peringkat ke-14 kota termacet di Asia versi Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Kondisi itu terjadi karena Kota Bandung merupakan kota transit. Banyak warga luar Kota Bandung bekerja di Kota Bandung. 

“Jadi Kota Bandung ini jumlah penduduknya 3,7 juta di siang hari, kalau malam hari 2,5 juta. Jadi ada 1,2 juta penduduk luar Kota Bandung yang beraktivitas di Kota Bandung. Sehingga kemacetan jadi satu hal yang akan terjadi,” ujar Yana.










 

BERITA TERKAIT


Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
 

BERITA PILIHAN


Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

 

BERITA LAINNYA

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019


Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019 Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel Pemerintah Buka 197.117 Formasi, Inilah Jadwal Rekrutmen CPNS 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel Deklarasi Damai Pilkades Kabupaten Bandung Sukses Tanpa Ekses
Jumat 18 Oktober 2019 Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel Ormas Se-Kabupaten Bandung Tolak Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Jumat 18 Oktober 2019 Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

 

 

BERITA TERKAIT

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
Selasa 08 Oktober 2019, 19:18 WIB
Autonomous Rail Rapid Transit

Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel
Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel


Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemkot Bandung


BANDUNG, (PRFM) - Kota Bandung kini tengah menjadi sorotan usai adanya rilis dari Asian Development Bank (ADB) yang menyebutkan jika kemacetan di Kota Bandung lebih parah dibanding Jakarta dan juga Surabaya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mencari solusi agar kemacetan di Kota Bandung perlahan terurai.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebutkan, selain melakukan rekayasa lalin dan pembangunan jalan layang (flyover), pihaknya juga memikirkan pembuatan moda transportasi massal. Selain menunggu rampungnya MRT dan juga LRT Bandung Raya, Pemkot Bandung berencana membuat moda transportasi massal berbasis kereta tanpa rel. 

"Jalurnya menggunakan infra red, sehingga tidak mengganggu jalur bahkan jalan yang digunakan oleh kendaraan lain.  Kita akan follow up lagi untuk memastikan progress selanjutnya,” kata Yana, Senin (7/10/2019).

Diberitakan sebelumnya, pada September 2018 silam, PT KAI sudah mengajukan pembuatan Autonomeus Rail Rapid Transit (ART) di kota Bandung. ART merupakan sebuah moda transportasi publik yang mirip dengan kereta api, hanya tidak memiliki jalur seperti kereta pada umumnya. Dan usulan ini pun disambut positif oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Selain membangun moda transportasi baru, Pemkot Bandung pun tetap memberikan perhatian kepada moda transportasi yang sudah ada baik itu angkot maupun Trans Metro Bandung (TMB). Untuk angkot, Yana memastikan pihaknya akan memaksimalkan peran dan fungsi dari angkot tersebut.

“Sebetulnya orang ingin beralih ke transportasi umum itu, pasti salah satunya soal ketepatan waktu. Harus terukur dan terprediksi waktunya. Itu bisa membuat orang berpindah ke transportasi umum. Itu yang akan kita upayakan,” jelasnya.

Yana mengungkapkan, Kota Bandung menduduki peringkat ke-14 kota termacet di Asia versi Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Kondisi itu terjadi karena Kota Bandung merupakan kota transit. Banyak warga luar Kota Bandung bekerja di Kota Bandung. 

“Jadi Kota Bandung ini jumlah penduduknya 3,7 juta di siang hari, kalau malam hari 2,5 juta. Jadi ada 1,2 juta penduduk luar Kota Bandung yang beraktivitas di Kota Bandung. Sehingga kemacetan jadi satu hal yang akan terjadi,” ujar Yana.






 

BERITA LAINNYA



Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


Bandung Dinilai Kian Macet, Pemkot Bandung Segera Kaji Kereta Tanpa Rel

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024