Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit  




Selasa 25 Juni 2019

04:19 WIB

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
@prfmnews

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
PRFMNewsChannel

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
Senin 20 Agustus 2018, 15:13 WIB

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit




Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Redaksi Oleh : Intan Rahmadani - Job PRFM
Foto Oleh : CNN.com

BANDUNG, (PRFM) - Membangun bangunan di atas gunung bukanlah perkara yang mudah. Namun jika bangunan tersebut berhasil berdiri kokoh, pasti akan menjadi tempat yang spektakuler. 

Tak sedikit orang akan rela untuk mendaki ataupun melewati banyak rintangan hanya untuk mencapai bangunan-bangunan tersebut. Adapun bangunan yang dibangun diatas bukit atau gunung, seperti dilansir laman CNN. 


1. Gereja Madonna della Corona, Verona, Italia

Bertengger di tebing curam di Monte Baldo, Madonna della Coron terlihat seperti menggantung di udara. Bangunan ini sebenarnya kapel yang duduk di atas bagian batu yang tipis. Bangunan Suci ini bisa dicapai melalui perjalanan yang panjang selama dua jam dan menanjak. Jaraknya sekitar 1.800 kaki dari desa kecil Brentino.

Kini para pengunjung bisa mendaki menuju gereja dengan melalui 1.500 anak tangga. Namun jika anda tidak kuat mendaki, Madonna della Corona juga bisa diakses dari desa Spiazzi yang berada di puncak gunung.


2. Trollstigplatået, Møre og Romsdal, Norwegia

Trollstigplatået atau "tangga troll" adalah balkon yang berada di atas dataran tinggi Trollstigen yang tertutup oleh pohon. Hasil karya arsitektur Norwegia, Reiulf Ramstad ini dapat diakses dengan mobil. Pengunjung  akan dibawa melintasi jalan setapak dari baja yang berliku-liku ke lereng bukit.

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

3. Messner Mountain Museum Corones, Tyrol Selatan, Italia
Perjalanan menuju Messner Mountain Museum Corones tidaklah mudah. Pasalnya museum ini berada di puncak gunung Kronplatz di Tyrol Selatan. Jalan menuju museum didirikan oleh pendaki terkenal Reinhold Messner. 
Corones dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 4 jam dari San Vigilio di Marebbe di sepanjang jalur militer lama - atau dengan kereta gantung.

4. Pusat Reruntuhan Norwegia Wild Reindeer, pegunungan Dovrefjell, Norwegia
Snøhetta merancang paviliun observasi ini di daerah Hjerkinn, di pinggiran Taman Nasional Dovrefjell. Bangunan 90 meter persegi (969 kaki persegi) ini dibangun pada tahun 2011 yang terdiri dari kaca dan volume baja yang mencerminkan langit besar dan medan yang berat.
Bagian dalam dari bangunan ini ada area tempat duduk kayu dengan bentuk yang terinspirasi oleh formasi batuan alami. Paviliun ini memiliki pemandangan yang menakjubkan di seluruh pegunungan Dovrefjell yang bisa dicapai dengan mendaki gunung sekitar 1,5 km.

5. Skybridge di Langkawi, Malaysia
Dengan panjang hingga 125 meter, Skybridge di Langkawi adalah salah satu jembatan gantung terpanjang di dunia. Jembatan penyeberangan yang dirancang oleh Peter Wyss ini berada di puncak gunung Machinchang.
Jembatan ini direnovasi total pada tahun 2012 dan dibuka kembali untuk umum pada tahun 2015. Jembatan ini hanya dapat dijangkau oleh kereta gantung. Jembatan ini menyuguhkan pemandangan lanskap yang tertutup pohon dengan dramatis.



Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

 

BERITA TERKAIT


Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
 

BERITA PILIHAN


Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

 

BERITA LAINNYA

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Terkait Pembacaan Hasil Sidang MK, Ini Tanggapan Kedua Kubu
Senin 24 Juni 2019


Jelang Putusan Sidang MK, Rudiantara Ingatkan Masyarakat Soal Jejak Digital
Senin 24 Juni 2019 Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit Jelang Putusan Sidang MK, Rudiantara Ingatkan Masyarakat Soal Jejak Digital
Senin 24 Juni 2019 Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit Disbudpar Kota Bandung Optimistis Jumlah Wisatawan Tetap Tinggi
Senin 24 Juni 2019 Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit Pembacaan Putusan Sidang MK Dilakukan Pada 27 Juni 2019
Senin 24 Juni 2019 Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit Resmi, Samsat Online Nasional Berlaku di Jawa Barat
Senin 24 Juni 2019 Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit Dewan Minta Dishub Segera Siapkan Transportasi BIJB
Senin 24 Juni 2019 Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

 

 

BERITA TERKAIT

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
Senin 20 Agustus 2018, 15:13 WIB

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit
Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit


Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Redaksi Oleh : Intan Rahmadani - Job PRFM
Sumber Foto : CNN.com


BANDUNG, (PRFM) - Membangun bangunan di atas gunung bukanlah perkara yang mudah. Namun jika bangunan tersebut berhasil berdiri kokoh, pasti akan menjadi tempat yang spektakuler. 

Tak sedikit orang akan rela untuk mendaki ataupun melewati banyak rintangan hanya untuk mencapai bangunan-bangunan tersebut. Adapun bangunan yang dibangun diatas bukit atau gunung, seperti dilansir laman CNN. 


1. Gereja Madonna della Corona, Verona, Italia

Bertengger di tebing curam di Monte Baldo, Madonna della Coron terlihat seperti menggantung di udara. Bangunan ini sebenarnya kapel yang duduk di atas bagian batu yang tipis. Bangunan Suci ini bisa dicapai melalui perjalanan yang panjang selama dua jam dan menanjak. Jaraknya sekitar 1.800 kaki dari desa kecil Brentino.

Kini para pengunjung bisa mendaki menuju gereja dengan melalui 1.500 anak tangga. Namun jika anda tidak kuat mendaki, Madonna della Corona juga bisa diakses dari desa Spiazzi yang berada di puncak gunung.


2. Trollstigplatået, Møre og Romsdal, Norwegia

Trollstigplatået atau "tangga troll" adalah balkon yang berada di atas dataran tinggi Trollstigen yang tertutup oleh pohon. Hasil karya arsitektur Norwegia, Reiulf Ramstad ini dapat diakses dengan mobil. Pengunjung  akan dibawa melintasi jalan setapak dari baja yang berliku-liku ke lereng bukit.

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

3. Messner Mountain Museum Corones, Tyrol Selatan, Italia
Perjalanan menuju Messner Mountain Museum Corones tidaklah mudah. Pasalnya museum ini berada di puncak gunung Kronplatz di Tyrol Selatan. Jalan menuju museum didirikan oleh pendaki terkenal Reinhold Messner. 
Corones dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 4 jam dari San Vigilio di Marebbe di sepanjang jalur militer lama - atau dengan kereta gantung.

4. Pusat Reruntuhan Norwegia Wild Reindeer, pegunungan Dovrefjell, Norwegia
Snøhetta merancang paviliun observasi ini di daerah Hjerkinn, di pinggiran Taman Nasional Dovrefjell. Bangunan 90 meter persegi (969 kaki persegi) ini dibangun pada tahun 2011 yang terdiri dari kaca dan volume baja yang mencerminkan langit besar dan medan yang berat.
Bagian dalam dari bangunan ini ada area tempat duduk kayu dengan bentuk yang terinspirasi oleh formasi batuan alami. Paviliun ini memiliki pemandangan yang menakjubkan di seluruh pegunungan Dovrefjell yang bisa dicapai dengan mendaki gunung sekitar 1,5 km.

5. Skybridge di Langkawi, Malaysia
Dengan panjang hingga 125 meter, Skybridge di Langkawi adalah salah satu jembatan gantung terpanjang di dunia. Jembatan penyeberangan yang dirancang oleh Peter Wyss ini berada di puncak gunung Machinchang.
Jembatan ini direnovasi total pada tahun 2012 dan dibuka kembali untuk umum pada tahun 2015. Jembatan ini hanya dapat dijangkau oleh kereta gantung. Jembatan ini menyuguhkan pemandangan lanskap yang tertutup pohon dengan dramatis.



 

BERITA LAINNYA



Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit

 

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Bangunan Ini Layak Dikunjungi Meski Harus Melalui Rintangan Sulit