Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017  




Sabtu 20 Januari 2018

04:20 WIB

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
@prfmnews

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
PRFMNewsChannel

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
Kamis 16 Februari 2017, 13:06 WIB

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017




Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan sekitar 600 dugaan politik uang di 101 daerah selama tahapan pilkada serentak 2017. Ketua Bawaslu, Muhammad mengatakan, dugaan politik uang tersebut, kata dia meningkat tajam ketika masa tenang.

"Setiap saat kita terima laporan dari daerah terkait politik uang. Banyak sekali. Untuk semua daerah, ada kurang lebih 600-an temuan," ujar Muhammad di Kantor Bawaslu, Jalan M. Thamrin, Jakarta, Selasa (14/2/2017) lalu.

Muhammad melanjutkan, pihaknya menerima banyak laporan dari daerah terkait dugaan politik uang yang masif terjadi di dua hari masa tenang. Politik uang ini, tuturnya, terang-terangan dilakukan dengan membagikan uang dan barang dalam berbagai bentuk seperti makanan, gula pasir dan sembako.

"(Yang bagikan) ada timses, ada relawan, dan ada orang perorangan. Terjadi hampir di semua daerah. Kita sangat sayangkan," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, Muhammad menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menindak setengah-tengah dugaan politik uang dalam pilkada kali ini. Bawaslu, kata dia akan menelusuri politik uang tersebut dalam kaitannya paslon yang bertarung di pilkada.

"Kita telusuri apakah ada kaitan by desain dengan paslon. Nah, kalau memang kita punya fakta dan bisa buktikan ada kaitan dengan paslon, kita gunakan kewenangan Bawaslu Provinsi untuk diskualifikasi tanpa proses pengadilan," jelas Muhammad, dikutip laman resmi Kesbangpol Kemendagri.




Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

 

BERITA TERKAIT


Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
 

BERITA PILIHAN


Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

 

BERITA LAINNYA

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Balong Gede Mulai Ditata Jadi Pusat Kuliner
Jumat 19 Januari 2018


Bandros Baik untuk Pariwisata Bandung
Jumat 19 Januari 2018 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017 Bandros Bisa Jadi Solusi Kemacetan
Jumat 19 Januari 2018 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017 Besok Pelayanan SIM Polrestabes Bandung Buka Lebih Awal
Jumat 19 Januari 2018 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017 Penyesuaian Perangkat Penyebab Pelayanan SIM Keliling 1 Polrestabes Bandung Lama
Jumat 19 Januari 2018 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017 Aher Targetkan Partisipasi Masyarakat di Pilkada Capai 70%
Jumat 19 Januari 2018 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017 Pemkot Gelontorkan 12 Miliar Untuk Bandros
Jumat 19 Januari 2018 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

 

 

BERITA TERKAIT

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017 Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
Kamis 16 Februari 2017, 13:06 WIB

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017
Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017


Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan sekitar 600 dugaan politik uang di 101 daerah selama tahapan pilkada serentak 2017. Ketua Bawaslu, Muhammad mengatakan, dugaan politik uang tersebut, kata dia meningkat tajam ketika masa tenang.

"Setiap saat kita terima laporan dari daerah terkait politik uang. Banyak sekali. Untuk semua daerah, ada kurang lebih 600-an temuan," ujar Muhammad di Kantor Bawaslu, Jalan M. Thamrin, Jakarta, Selasa (14/2/2017) lalu.

Muhammad melanjutkan, pihaknya menerima banyak laporan dari daerah terkait dugaan politik uang yang masif terjadi di dua hari masa tenang. Politik uang ini, tuturnya, terang-terangan dilakukan dengan membagikan uang dan barang dalam berbagai bentuk seperti makanan, gula pasir dan sembako.

"(Yang bagikan) ada timses, ada relawan, dan ada orang perorangan. Terjadi hampir di semua daerah. Kita sangat sayangkan," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, Muhammad menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menindak setengah-tengah dugaan politik uang dalam pilkada kali ini. Bawaslu, kata dia akan menelusuri politik uang tersebut dalam kaitannya paslon yang bertarung di pilkada.

"Kita telusuri apakah ada kaitan by desain dengan paslon. Nah, kalau memang kita punya fakta dan bisa buktikan ada kaitan dengan paslon, kita gunakan kewenangan Bawaslu Provinsi untuk diskualifikasi tanpa proses pengadilan," jelas Muhammad, dikutip laman resmi Kesbangpol Kemendagri.




 

BERITA LAINNYA



Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Balong Gede Mulai Ditata Jadi Pusat Kuliner
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bandros Baik untuk Pariwisata Bandung
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bandros Bisa Jadi Solusi Kemacetan
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017

 

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Bawaslu Temukan 600 Dugaan Politik Uang di Pilkada Serentak 2017