Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi  




Minggu 17 November 2019

07:21 WIB

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
@prfmnews

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
PRFMNewsChannel

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
Selasa 28 Mei 2019, 20:07 WIB
Pemilu 2019
Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi




Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menyatakan, terjadi 832 kasus yang berpotensi melanggar aturan Pemilihan Umum (Pemilu). Dari 27 kabupaten/kota di wilayah Jabar, 832 kasus ini diklasifikasi dalam jenis, yakni kasus berdasarkan temuan dan kasus berdasarkan laporan.

Jenis pelanggaran  di wilayah administrasi menjadi paling banyak terjadi. Selain itu, kasus yang berkaitan dengan pidana dan pelanggaran kode etik juga telah dihimpun Bawaslu Jabar,

"Temuan merupakan hasil pengawasan dan penindakan yang dilakukan jajaran Bawaslu sendiri. Kemudian laporan adalah informasi pelanggaran yang disampaikan masyarakat," tuturnya saat on air di PRFM, Selasa (28/5/2019).

Kasus paling banyak terjadi pada saat tahapan kampanye dengan 642 kasus. Lalu pada massa tenang, Abdullah melanjutkan, terjadi pelanggaran sebanyak 59 kasus. Sementara pada tahapan pemungutan dan perhitungan suara, terjadi 91 pelanggaran.

"Ini menunjukan di setiap tahapan ada kerentanan pelanggaran yang dilakukan peserta Pemilu," tandasnya.











 

BERITA TERKAIT


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Selasa 25 September 2018

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
 

BERITA PILIHAN


Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

 

BERITA LAINNYA

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Gara-gara Rokok, Satu Rumah di Cibeber Ludes Terbakar
Minggu 17 November 2019


Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, 17 November 2019
Minggu 17 November 2019 Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
Sabtu 16 November 2019 Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi Dishub Jabar Sebut Perlu Aturan Jelas Soal Penggunaan Otopet Listrik
Sabtu 16 November 2019 Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi Menang Lawan Iran, Modal Penting Timnas U23 untuk SEA Games
Sabtu 16 November 2019 Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi Otopet Listrik Tidak Cocok Digunakan di Bandung
Sabtu 16 November 2019 Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi Terowongan Nanjung Siap Digunakan Akhir Tahun Ini
Sabtu 16 November 2019 Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

 

 

BERITA TERKAIT


Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

KPU Jabar Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Senin 24 September 2018, 06:53 WIB Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

KTP-el dan DPT Ganda Hantui Persiapan Pemilu 2019
Senin 24 September 2018, 08:15 WIB Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Selasa 25 September 2018, 11:10 WIB Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
Selasa 28 Mei 2019, 20:07 WIB
Pemilu 2019

Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi
Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi


Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menyatakan, terjadi 832 kasus yang berpotensi melanggar aturan Pemilihan Umum (Pemilu). Dari 27 kabupaten/kota di wilayah Jabar, 832 kasus ini diklasifikasi dalam jenis, yakni kasus berdasarkan temuan dan kasus berdasarkan laporan.

Jenis pelanggaran  di wilayah administrasi menjadi paling banyak terjadi. Selain itu, kasus yang berkaitan dengan pidana dan pelanggaran kode etik juga telah dihimpun Bawaslu Jabar,

"Temuan merupakan hasil pengawasan dan penindakan yang dilakukan jajaran Bawaslu sendiri. Kemudian laporan adalah informasi pelanggaran yang disampaikan masyarakat," tuturnya saat on air di PRFM, Selasa (28/5/2019).

Kasus paling banyak terjadi pada saat tahapan kampanye dengan 642 kasus. Lalu pada massa tenang, Abdullah melanjutkan, terjadi pelanggaran sebanyak 59 kasus. Sementara pada tahapan pemungutan dan perhitungan suara, terjadi 91 pelanggaran.

"Ini menunjukan di setiap tahapan ada kerentanan pelanggaran yang dilakukan peserta Pemilu," tandasnya.







 

BERITA LAINNYA



Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Dishub Jabar Sebut Perlu Aturan Jelas Soal Penggunaan Otopet Listrik
Sabtu 16 November 2019
Polemik Otopet Listrik


Bawaslu Temukan 832 Kasus Pelanggaran, Tahapan Kampanye Paling Tinggi

Otopet Listrik Tidak Cocok Digunakan di Bandung
Sabtu 16 November 2019
Polemik Otopet Listrik