Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun  




Rabu 24 Mei 2017

07:22 WIB

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
@prfmnews

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
PRFMNewsChannel

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
Sabtu 20 Mei 2017, 10:05 WIB

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun




Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Facebook terpaksa diharuskan membayar denda lebih dari US$120 juta atau sekitar Rp2 triliun karena dinyatakan memberikan keterangan palsu ke para pejabat Uni Eropa soal keamanan data, ketika membeli layanan pesan WhatsApp pada 2014.

Denda ini diputuskan oleh Komisi Eropa yang diumumkan hari Kamis (18/5/2017). Uni Eropa mengatakan setelah pengambilalihan WhatsApp disetujui, Facebook bisa menggandakan data personal dari satu platform ke platform lain, meski sebelumnya sudah memberikan jaminan kepada Uni Eropa bahwa mekanisme semacam itu tidak dimungkinkan.

Komisioner persaingan Uni Eropa, Margarethe Vestager, mengatakan denda ini memberi sinyal yang jelas bahwa perusahaan-perusahaan harus memberikan informasi yang benar dan akurat.

"Semua perusahaan harus mematuhi aturan Uni Eropa, melaksanakan kewajiban, termasuk memberikan informasi yang benar," kata Vestager.

Sementara itu, pihak Facebook sendiri mengatakan mereka tak berniat mengelabui atau menyesatkan pejabat-pejabat Uni Eropa.

"Kesalahan yang kami lakukan pada 2014 tersebut sama sekali tidak kami sengaja dan Komisi Eropa juga menegaskan bahwa denda ini tak berdampak pada merger perusahaan," demikian pernyataan Facebook dikutip laman BBC.

Pakar persaingan usaha di bidang teknologi informasi, Richard Craig menuturkan, denda tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan harus lebih terbuka dengan regulator ketika memasukkan permintaan merger dan akuisisi.

Ia menambahkan regulator bertugas memastikan merger perusahaan yang melibatkan data pengguna dalam jumlah besar tidak merugikan konsumen atau mematikan persaingan yang sehat. Seperti diketahui Facebook selaku layanan media sosial terbesar, mengakuisisi WhatsApp senilai US$19 miliar atau sekitar Rp255,6 triliun.



Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

 

BERITA TERKAIT


Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
 

BERITA PILIHAN


Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

 

BERITA LAINNYA

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Bus Tidak Layak Jalan, Menhub: "Kita Kandangin Aja"
Selasa 23 Mei 2017


Bus Tidak Layak Jalan, Menhub: "Kita Kandangin Aja"
Selasa 23 Mei 2017 Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun Emil Sebut Peniadaan PBB Sebagai Bentuk Implementasi Semangat Pancasila
Selasa 23 Mei 2017 Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun Cuma Rp 80 Ribu Per Kg, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beli Daging Sapi Beku
Selasa 23 Mei 2017 Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun Cuma Rp 80 Ribu Per Kg, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beli Daging Sapi Beku
Selasa 23 Mei 2017 Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017 Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017 Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

 

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
Sabtu 20 Mei 2017, 10:05 WIB

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun
Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun


Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Facebook terpaksa diharuskan membayar denda lebih dari US$120 juta atau sekitar Rp2 triliun karena dinyatakan memberikan keterangan palsu ke para pejabat Uni Eropa soal keamanan data, ketika membeli layanan pesan WhatsApp pada 2014.

Denda ini diputuskan oleh Komisi Eropa yang diumumkan hari Kamis (18/5/2017). Uni Eropa mengatakan setelah pengambilalihan WhatsApp disetujui, Facebook bisa menggandakan data personal dari satu platform ke platform lain, meski sebelumnya sudah memberikan jaminan kepada Uni Eropa bahwa mekanisme semacam itu tidak dimungkinkan.

Komisioner persaingan Uni Eropa, Margarethe Vestager, mengatakan denda ini memberi sinyal yang jelas bahwa perusahaan-perusahaan harus memberikan informasi yang benar dan akurat.

"Semua perusahaan harus mematuhi aturan Uni Eropa, melaksanakan kewajiban, termasuk memberikan informasi yang benar," kata Vestager.

Sementara itu, pihak Facebook sendiri mengatakan mereka tak berniat mengelabui atau menyesatkan pejabat-pejabat Uni Eropa.

"Kesalahan yang kami lakukan pada 2014 tersebut sama sekali tidak kami sengaja dan Komisi Eropa juga menegaskan bahwa denda ini tak berdampak pada merger perusahaan," demikian pernyataan Facebook dikutip laman BBC.

Pakar persaingan usaha di bidang teknologi informasi, Richard Craig menuturkan, denda tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan harus lebih terbuka dengan regulator ketika memasukkan permintaan merger dan akuisisi.

Ia menambahkan regulator bertugas memastikan merger perusahaan yang melibatkan data pengguna dalam jumlah besar tidak merugikan konsumen atau mematikan persaingan yang sehat. Seperti diketahui Facebook selaku layanan media sosial terbesar, mengakuisisi WhatsApp senilai US$19 miliar atau sekitar Rp255,6 triliun.



 

BERITA LAINNYA



Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017
Kota Bandung


Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun

 

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Beri Keterangan Palsu, Facebook Didenda Rp 2 Triliun