BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat  




Jumat 22 Juni 2018

16:29 WIB

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
@prfmnews

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
PRFMNewsChannel

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
Rabu 02 Mei 2018, 19:55 WIB

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat




BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Sekretaris Utama BKKBN RI, Nofrizal mengatakan, Jawa Barat banyak memberikan kontribusi kepada Indonesia dalam hal program pembangunan berbasis kependudukan. Jawa Barat dinilai berhasil menurunkan angka kelahiran dari rata-rata Nasional.

Nofrizal menuturkan, banyak hal yang BKKBN pelajari dari provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia ini. Terutama sektor penguatan lapangan, artinya tidak hanya penyuluh Keluarga Berencana (KB) saja yang diperkuat, tetapi ditambah dukungan kuat dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

"Jabar satu-satunya provinsi yang menghibahkan anggaran ke BKKBN senilai Rp 27-28 miliar setiap tahunnya. Itu untuk penguatan program," ujar Nofrizal dalam Workshop Penyusunan dan Pemanfaatan Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah, di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, Jawa Barat bisa jadi pilot project bagi daerah lainnya, dan program yang dapat dicontoh diantaranya Kampung KB. Ia menjelaskan, Kampung KB menjadi salahsatu program yang difokuskan karena dampak besarnya adalah bisa mengurangi angka kemiskinan, dan berujung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Terus di Jabar ada Perda ketahanan keluarga, kita akan pakemkan disitu, karena program KB juga akan sedikit menggeser dari pengendalian kelahiran, menjadi penguatan program perwujudan SDM yang berkualitas sejak dalam kandungan," paparnya.


BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, terdapat sebanyak 1.329 Kampung KB di Jawa Barat, dari targetnya satu kecamatan satu Kampung KB.

Selain itu, nanti juga akan ditambahkan kurang lebih 50 persen Kampung KB dari desa tertinggal.

"Ini didorong terus dan apresiasi Jabar tidak hanya diinisiasi oleh APBD tapi partisipasi masyarakat juga tinggi, dan bahkan APBD kabupaten kota jauh lebih besar untuk kampung KB," ungkapnya.

Program Kampung KB diklaimnya bakal terus dipelihara sebaik mungkin, agar para keluarga ikut merasakan manfaatnya. Adapun jumlah keluarga yang sudah sadar manfaatnya Kampung KB mencapai 63,8 persen pada 2017.

"Fertilitas di Jabar sudah 2,4 menurun dari 2,59 pada 2012, setelah 10 tahun stagnan. Jadi karena turun, secara nasional juga angkanya turun," bebernya.


BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

 

BERITA TERKAIT


BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
 

BERITA PILIHAN


BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

 

BERITA LAINNYA

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

Arus Balik di Terminal Cicaheum Naik 17% Dibanding Tahun 2017
Jumat 22 Juni 2018


Persib Tantang Persija di Stadion PTIK Jakarta
Jumat 22 Juni 2018 BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat Awal Juni Ini Realisasi APBD Jabar TA 2018 Capai 36,73%
Jumat 22 Juni 2018 BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat Disdukcapil Kota Bandung Gelar Operasi Simpatik di Cicaheum
Jumat 22 Juni 2018 BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat Pengamat Nilai Pemerintah Hanya Fokus Pada Arus Mudik Lebaran
Jumat 22 Juni 2018 BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat Tanggal 24 Juni 2018 Batas Akhir Penyerahan LPPDK Paslon Gubernur
Jumat 22 Juni 2018 BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat Proyek Tol Bandung-Tasik Sudah Tahap Lelang Investasi
Jumat 22 Juni 2018 BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

 

 

BERITA TERKAIT

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
Rabu 02 Mei 2018, 19:55 WIB

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat
BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat


BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Sekretaris Utama BKKBN RI, Nofrizal mengatakan, Jawa Barat banyak memberikan kontribusi kepada Indonesia dalam hal program pembangunan berbasis kependudukan. Jawa Barat dinilai berhasil menurunkan angka kelahiran dari rata-rata Nasional.

Nofrizal menuturkan, banyak hal yang BKKBN pelajari dari provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia ini. Terutama sektor penguatan lapangan, artinya tidak hanya penyuluh Keluarga Berencana (KB) saja yang diperkuat, tetapi ditambah dukungan kuat dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

"Jabar satu-satunya provinsi yang menghibahkan anggaran ke BKKBN senilai Rp 27-28 miliar setiap tahunnya. Itu untuk penguatan program," ujar Nofrizal dalam Workshop Penyusunan dan Pemanfaatan Grand Design Pembangunan Kependudukan Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah, di Hotel Grand Preanger, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Selasa (1/5/2018).

Menurutnya, Jawa Barat bisa jadi pilot project bagi daerah lainnya, dan program yang dapat dicontoh diantaranya Kampung KB. Ia menjelaskan, Kampung KB menjadi salahsatu program yang difokuskan karena dampak besarnya adalah bisa mengurangi angka kemiskinan, dan berujung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Terus di Jabar ada Perda ketahanan keluarga, kita akan pakemkan disitu, karena program KB juga akan sedikit menggeser dari pengendalian kelahiran, menjadi penguatan program perwujudan SDM yang berkualitas sejak dalam kandungan," paparnya.


BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, terdapat sebanyak 1.329 Kampung KB di Jawa Barat, dari targetnya satu kecamatan satu Kampung KB.

Selain itu, nanti juga akan ditambahkan kurang lebih 50 persen Kampung KB dari desa tertinggal.

"Ini didorong terus dan apresiasi Jabar tidak hanya diinisiasi oleh APBD tapi partisipasi masyarakat juga tinggi, dan bahkan APBD kabupaten kota jauh lebih besar untuk kampung KB," ungkapnya.

Program Kampung KB diklaimnya bakal terus dipelihara sebaik mungkin, agar para keluarga ikut merasakan manfaatnya. Adapun jumlah keluarga yang sudah sadar manfaatnya Kampung KB mencapai 63,8 persen pada 2017.

"Fertilitas di Jabar sudah 2,4 menurun dari 2,59 pada 2012, setelah 10 tahun stagnan. Jadi karena turun, secara nasional juga angkanya turun," bebernya.


 

BERITA LAINNYA



BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat

 

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

BKKBN RI Banyak Belajar dari Jawa Barat