Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru  




Minggu 26 Januari 2020

22:02 WIB

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
@prfmnews

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
PRFMNewsChannel

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Rabu 17 Juli 2019, 12:53 WIB
Kota Bandung
Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru




Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni mengatakan stok blangko KTP elektronik (KTP-el) hingga saat ini masih terbatas. Hal itu disebabkan ketersediaan blangko di pusat yang juga terbatas, terlebih keterbatasan itu pun dibagi untuk 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Ia menambahkan, setiap 2 hari sekali Disdukcapil Kota Bandung mengambil blangko ke pusat. Namun, dalam pengambilan itu Kota Bandung hanya mendapat 500 buah blangko. Dengan demikian, Popong mengaku pihaknya mempriortiaskan pembuatan KTP-el kepada pemohon yang blemum sama sekali memiliki KTP-el dan baru yang berusia 17 tahun.

"Jadi kami rata rata dua hari sekali dapat 500. Tapi 500 ini kami prioritas kami berikan kepada anak yang baru 17 tahun yang belum sama sekali memiliki KTP elektronik. Bagi yang hilang yang rusak, ganti elemen data mohon maaf kami berikan suket yang fungsi dan nilainya sama dengan KTP elektronik," jelas Popong saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu (17/7/2019).

Di samping itu, Popong menegaskan bahwa fungsi dari surat keterangan (suket) sama dengan KTP-el dan bisa digunakan sebagai persyaratan penggati KTP-el ketika mengajukan permohononan kepada institusi pelayanan publik maupun perbankan.

"Institusi pelayanan publik sudah tahu itu (Suket dapat digunakan sebagai persyaratan-red). Jadi mereka sudah tidak ada lagi Insya Allah di kota Bandung perbankan juga sama itu tidak menolak suket. Karena kita sudah kumpulkan mereka semua," ujarnya.

Tercatat sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak April lalu. Oleh karena itu Popong menghaturkan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung yang sampai saat ini belum mendapatkan KTP-el.

"Mohon maaf terkait dengan KTP elektronik, sementara kami sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak itu. Karena KTP-nya terbatas dari pusatnya. Sehingga mohon maaf kepada masyarakat kota bandung khususnya yang masih memegang suket," pungkasnya.










 

BERITA TERKAIT


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
 

BERITA PILIHAN


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

 

BERITA LAINNYA

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020


Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Kemenlu Terbitkan Travel Advice Ke Tiongkok
Minggu 26 Januari 2020 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Dewan Tuding Proyek KCIC dan Tol Cisumdawu Penyebab Banjir Rancaekek Kian Parah
Minggu 26 Januari 2020 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru PSSI Sahkan Perubahan Nama Blitar Bandung United Jadi Bandung United
Minggu 26 Januari 2020 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Ini Tanggapan FAGI Soal Penghapusan Guru Honorer
Minggu 26 Januari 2020 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

 

 

BERITA TERKAIT

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Rabu 17 Juli 2019, 12:53 WIB
Kota Bandung

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni mengatakan stok blangko KTP elektronik (KTP-el) hingga saat ini masih terbatas. Hal itu disebabkan ketersediaan blangko di pusat yang juga terbatas, terlebih keterbatasan itu pun dibagi untuk 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Ia menambahkan, setiap 2 hari sekali Disdukcapil Kota Bandung mengambil blangko ke pusat. Namun, dalam pengambilan itu Kota Bandung hanya mendapat 500 buah blangko. Dengan demikian, Popong mengaku pihaknya mempriortiaskan pembuatan KTP-el kepada pemohon yang blemum sama sekali memiliki KTP-el dan baru yang berusia 17 tahun.

"Jadi kami rata rata dua hari sekali dapat 500. Tapi 500 ini kami prioritas kami berikan kepada anak yang baru 17 tahun yang belum sama sekali memiliki KTP elektronik. Bagi yang hilang yang rusak, ganti elemen data mohon maaf kami berikan suket yang fungsi dan nilainya sama dengan KTP elektronik," jelas Popong saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu (17/7/2019).

Di samping itu, Popong menegaskan bahwa fungsi dari surat keterangan (suket) sama dengan KTP-el dan bisa digunakan sebagai persyaratan penggati KTP-el ketika mengajukan permohononan kepada institusi pelayanan publik maupun perbankan.

"Institusi pelayanan publik sudah tahu itu (Suket dapat digunakan sebagai persyaratan-red). Jadi mereka sudah tidak ada lagi Insya Allah di kota Bandung perbankan juga sama itu tidak menolak suket. Karena kita sudah kumpulkan mereka semua," ujarnya.

Tercatat sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak April lalu. Oleh karena itu Popong menghaturkan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung yang sampai saat ini belum mendapatkan KTP-el.

"Mohon maaf terkait dengan KTP elektronik, sementara kami sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak itu. Karena KTP-nya terbatas dari pusatnya. Sehingga mohon maaf kepada masyarakat kota bandung khususnya yang masih memegang suket," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020
Berita 26 Januari 2020


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020
Banjir Kabupaten Bandung 2020


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

PSSI Sahkan Perubahan Nama Blitar Bandung United Jadi Bandung United
Minggu 26 Januari 2020
Berita 26 Januari 2020