Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru  




Jumat 23 Agustus 2019

22:12 WIB

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
@prfmnews

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
PRFMNewsChannel

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Rabu 17 Juli 2019, 12:53 WIB
Kota Bandung

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru




Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni mengatakan stok blangko KTP elektronik (KTP-el) hingga saat ini masih terbatas. Hal itu disebabkan ketersediaan blangko di pusat yang juga terbatas, terlebih keterbatasan itu pun dibagi untuk 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Ia menambahkan, setiap 2 hari sekali Disdukcapil Kota Bandung mengambil blangko ke pusat. Namun, dalam pengambilan itu Kota Bandung hanya mendapat 500 buah blangko. Dengan demikian, Popong mengaku pihaknya mempriortiaskan pembuatan KTP-el kepada pemohon yang blemum sama sekali memiliki KTP-el dan baru yang berusia 17 tahun.

"Jadi kami rata rata dua hari sekali dapat 500. Tapi 500 ini kami prioritas kami berikan kepada anak yang baru 17 tahun yang belum sama sekali memiliki KTP elektronik. Bagi yang hilang yang rusak, ganti elemen data mohon maaf kami berikan suket yang fungsi dan nilainya sama dengan KTP elektronik," jelas Popong saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu (17/7/2019).

Di samping itu, Popong menegaskan bahwa fungsi dari surat keterangan (suket) sama dengan KTP-el dan bisa digunakan sebagai persyaratan penggati KTP-el ketika mengajukan permohononan kepada institusi pelayanan publik maupun perbankan.

"Institusi pelayanan publik sudah tahu itu (Suket dapat digunakan sebagai persyaratan-red). Jadi mereka sudah tidak ada lagi Insya Allah di kota Bandung perbankan juga sama itu tidak menolak suket. Karena kita sudah kumpulkan mereka semua," ujarnya.

Tercatat sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak April lalu. Oleh karena itu Popong menghaturkan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung yang sampai saat ini belum mendapatkan KTP-el.

"Mohon maaf terkait dengan KTP elektronik, sementara kami sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak itu. Karena KTP-nya terbatas dari pusatnya. Sehingga mohon maaf kepada masyarakat kota bandung khususnya yang masih memegang suket," pungkasnya.







Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru




 

BERITA TERKAIT


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
 

BERITA PILIHAN


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

 

BERITA LAINNYA

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Diduga Beri Miras Kepada Mahasiswa Papua, Kapolsek Sukajadi Dimutasi
Jumat 23 Agustus 2019


Lawan Persebaya, Persija Tak Masalah Tanpa Bruno Matos
Jumat 23 Agustus 2019 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Uu Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda
Jumat 23 Agustus 2019 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Siapkan Rp 778 Milyar, Pemprov Jabar Berencana Gratiskan SPP SMA dan SMK
Jumat 23 Agustus 2019 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Save Our Soccer: Hati-Hati Janji Manis Caketum PSSI
Jumat 23 Agustus 2019 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Kopi Kabupaten Bandung Semakin Dikenal Pasar Internasional
Jumat 23 Agustus 2019 Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

 

 

BERITA TERKAIT

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Rabu 17 Juli 2019, 12:53 WIB
Kota Bandung

Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni mengatakan stok blangko KTP elektronik (KTP-el) hingga saat ini masih terbatas. Hal itu disebabkan ketersediaan blangko di pusat yang juga terbatas, terlebih keterbatasan itu pun dibagi untuk 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Ia menambahkan, setiap 2 hari sekali Disdukcapil Kota Bandung mengambil blangko ke pusat. Namun, dalam pengambilan itu Kota Bandung hanya mendapat 500 buah blangko. Dengan demikian, Popong mengaku pihaknya mempriortiaskan pembuatan KTP-el kepada pemohon yang blemum sama sekali memiliki KTP-el dan baru yang berusia 17 tahun.

"Jadi kami rata rata dua hari sekali dapat 500. Tapi 500 ini kami prioritas kami berikan kepada anak yang baru 17 tahun yang belum sama sekali memiliki KTP elektronik. Bagi yang hilang yang rusak, ganti elemen data mohon maaf kami berikan suket yang fungsi dan nilainya sama dengan KTP elektronik," jelas Popong saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu (17/7/2019).

Di samping itu, Popong menegaskan bahwa fungsi dari surat keterangan (suket) sama dengan KTP-el dan bisa digunakan sebagai persyaratan penggati KTP-el ketika mengajukan permohononan kepada institusi pelayanan publik maupun perbankan.

"Institusi pelayanan publik sudah tahu itu (Suket dapat digunakan sebagai persyaratan-red). Jadi mereka sudah tidak ada lagi Insya Allah di kota Bandung perbankan juga sama itu tidak menolak suket. Karena kita sudah kumpulkan mereka semua," ujarnya.

Tercatat sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak April lalu. Oleh karena itu Popong menghaturkan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung yang sampai saat ini belum mendapatkan KTP-el.

"Mohon maaf terkait dengan KTP elektronik, sementara kami sudah ada 15 ribu penduduk yang memegang suket sejak pemilu serentak itu. Karena KTP-nya terbatas dari pusatnya. Sehingga mohon maaf kepada masyarakat kota bandung khususnya yang masih memegang suket," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019
Komunitas


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Uu Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda
Jumat 23 Agustus 2019
Jawa Barat


Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru

Save Our Soccer: Hati-Hati Janji Manis Caketum PSSI
Jumat 23 Agustus 2019
Calon Ketua Umum PSSI 2020