BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami  




Jumat 23 Agustus 2019

23:31 WIB

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
@prfmnews

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
PRFMNewsChannel

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
Rabu 17 Juli 2019, 22:35 WIB
Jawa Barat

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami




BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Ilustrasi PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan ada 105 desa rawan bencana tsunami di sepanjang pesisir selatan Jabar.


Kasie Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jabar, Adwin Singarimbun mengungkapkan, 105 desa rawan tsunami itu terbagi di 28 kecamatan dari lima daerah yaitu Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.


"Kalau di Jawa Barat itu ada 105 desa yang rawan bencana tsunami di bagian selatan, itu ada di 28 kecamatan dan lima kabupaten," ujar Adwin dalam Rapat Penajaman Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Segmen Jawa Barat, di Aula BPBD Jawa Barat, Bandung, Rabu (17/7/2019).


Penyebab 105 desa tersebut dinyatakan rawan bencana tsunami karena faktor geografisnya yang bersinggungan langsung dengan bibir pantai, ditambah adanya potensi gempa megathrust di sepanjang laut selatan Pulau Jawa.


Apabila megathrust bergerak maka bisa menghasilkan gempa berkekuatan sangat tinggi dan mengakibatkan timbulnya potensi tsunami yang berdampak terhadap desa-desa di pesisir pantai.


"Kita selalu sosialisasi dengan BPBD kabupaten yang ada di lokasi jadi sosialisasi kita selalu lakukan (untuk mitigasi bencana)," ucapnya.


Dari sekian kabupaten yang berbatasan langsung dengan garis pantai, saat ini baru Kabupaten Pangandaran saja yang lebih siap mengantisipasi bencana tsunami dengan hadirnya sejumlah desa tangguh bencana. Sementara kabupaten lainnya masih terus didorong agar memahami upaya mitigasi bencana.


Alasan mengapa Pangandaran lebih siap dari kabupaten lainnya karena kabupaten termuda di Jabar itu pernah menjadi korban tsunami pada 2006 silam. Maka sejak saat itu masyarakat dan pemerintah kabupaten Pangandaran mempersiapkan diri lebih baik agar bisa meminimalisir dampak bencana yang bisa terjadi kapan pun.


Namun Adwin tidak ingin kabupaten lainnya menunggu bencana terjadi terlebih dahulu baru mempersiapkan upaya mitigasi. Seharusnya sejak sekarang pun sudah dipersiapkan sebaik mungkin.


"Kenapa Pangandaran, sebetulnya karena ada history ada kejadian tsunami tahun 2006. Tapi tentu kita akan dorong ke kabupaten kota yang lain untuk menyiapkan. Jadi dengan kata lain jangan dulu meninggal kejadian baru mempersiapkan segalanya," imbuhnya.


Oleh karena itu melalui Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami yang digalakkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pihaknya akan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang ancaman bencana dan bagaimana cara menyikapinya.


Menurutnya, faktor besar atau kecilnya korban selamat akibat tsunami ditentukan oleh kesiapsiagaan masing-masing diri.


"Desa tangguh bencana di Pangandaran itu sudah terbentuk beberapa desa tangguh bencana, tinggal kita nanti kita coba ke desa-desa yang lain bagaimana caranya membentuk masyarakat yang tangguh," jelasnya.


Adwin mengakui pihaknya masih memiliki banyak tugas untuk membangun desa tangguh bencana. Pasalnya dari 105 desa rawan bencana tsunami, desa yang berpredikat tangguh bencana masih minim yaitu di angka 10 persen.


"Selama ini kita sosialisasi ke masyarakat lalu kita menginisiasi membentuk desa tangguh bencana. Jadi sejak awal desa tangguh bencana ini sudah ada di Jawa Barat dari 105 desa rawan tsunami mungkin masih di sekitar 10 pesen, memang masih minim," pungkasnya.







BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami




 

BERITA TERKAIT


BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
 

BERITA PILIHAN


BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

 

BERITA LAINNYA

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Diduga Beri Miras Kepada Mahasiswa Papua, Kapolsek Sukajadi Dimutasi
Jumat 23 Agustus 2019


Lawan Persebaya, Persija Tak Masalah Tanpa Bruno Matos
Jumat 23 Agustus 2019 BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami Ikut Kembangkan Ekonomi Kreatif, Disbudpar Kota Bandung Gelar Rempug Jukung
Jumat 23 Agustus 2019 BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019 BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami Siapkan Rp 778 Milyar, Pemprov Jabar Berencana Gratiskan SPP SMA dan SMK
Jumat 23 Agustus 2019 BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami Save Our Soccer: Hati-Hati Janji Manis Caketum PSSI
Jumat 23 Agustus 2019 BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami Kopi Kabupaten Bandung Semakin Dikenal Pasar Internasional
Jumat 23 Agustus 2019 BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

 

 

BERITA TERKAIT


BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
Rabu 17 Juli 2019, 22:35 WIB
Jawa Barat

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami


BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Ilustrasi PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan ada 105 desa rawan bencana tsunami di sepanjang pesisir selatan Jabar.


Kasie Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jabar, Adwin Singarimbun mengungkapkan, 105 desa rawan tsunami itu terbagi di 28 kecamatan dari lima daerah yaitu Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.


"Kalau di Jawa Barat itu ada 105 desa yang rawan bencana tsunami di bagian selatan, itu ada di 28 kecamatan dan lima kabupaten," ujar Adwin dalam Rapat Penajaman Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Segmen Jawa Barat, di Aula BPBD Jawa Barat, Bandung, Rabu (17/7/2019).


Penyebab 105 desa tersebut dinyatakan rawan bencana tsunami karena faktor geografisnya yang bersinggungan langsung dengan bibir pantai, ditambah adanya potensi gempa megathrust di sepanjang laut selatan Pulau Jawa.


Apabila megathrust bergerak maka bisa menghasilkan gempa berkekuatan sangat tinggi dan mengakibatkan timbulnya potensi tsunami yang berdampak terhadap desa-desa di pesisir pantai.


"Kita selalu sosialisasi dengan BPBD kabupaten yang ada di lokasi jadi sosialisasi kita selalu lakukan (untuk mitigasi bencana)," ucapnya.


Dari sekian kabupaten yang berbatasan langsung dengan garis pantai, saat ini baru Kabupaten Pangandaran saja yang lebih siap mengantisipasi bencana tsunami dengan hadirnya sejumlah desa tangguh bencana. Sementara kabupaten lainnya masih terus didorong agar memahami upaya mitigasi bencana.


Alasan mengapa Pangandaran lebih siap dari kabupaten lainnya karena kabupaten termuda di Jabar itu pernah menjadi korban tsunami pada 2006 silam. Maka sejak saat itu masyarakat dan pemerintah kabupaten Pangandaran mempersiapkan diri lebih baik agar bisa meminimalisir dampak bencana yang bisa terjadi kapan pun.


Namun Adwin tidak ingin kabupaten lainnya menunggu bencana terjadi terlebih dahulu baru mempersiapkan upaya mitigasi. Seharusnya sejak sekarang pun sudah dipersiapkan sebaik mungkin.


"Kenapa Pangandaran, sebetulnya karena ada history ada kejadian tsunami tahun 2006. Tapi tentu kita akan dorong ke kabupaten kota yang lain untuk menyiapkan. Jadi dengan kata lain jangan dulu meninggal kejadian baru mempersiapkan segalanya," imbuhnya.


Oleh karena itu melalui Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami yang digalakkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pihaknya akan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang ancaman bencana dan bagaimana cara menyikapinya.


Menurutnya, faktor besar atau kecilnya korban selamat akibat tsunami ditentukan oleh kesiapsiagaan masing-masing diri.


"Desa tangguh bencana di Pangandaran itu sudah terbentuk beberapa desa tangguh bencana, tinggal kita nanti kita coba ke desa-desa yang lain bagaimana caranya membentuk masyarakat yang tangguh," jelasnya.


Adwin mengakui pihaknya masih memiliki banyak tugas untuk membangun desa tangguh bencana. Pasalnya dari 105 desa rawan bencana tsunami, desa yang berpredikat tangguh bencana masih minim yaitu di angka 10 persen.


"Selama ini kita sosialisasi ke masyarakat lalu kita menginisiasi membentuk desa tangguh bencana. Jadi sejak awal desa tangguh bencana ini sudah ada di Jawa Barat dari 105 desa rawan tsunami mungkin masih di sekitar 10 pesen, memang masih minim," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019
Komunitas


BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami

Save Our Soccer: Hati-Hati Janji Manis Caketum PSSI
Jumat 23 Agustus 2019
Calon Ketua Umum PSSI 2020