BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit  




Kamis 25 April 2019

19:10 WIB

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
@prfmnews

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
PRFMNewsChannel

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
Selasa 16 April 2019, 12:36 WIB

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit




BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Budi Satria-PRFM

Foto: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang, Fahrurozi (tengah) saat memberikan keterangannya terkait dengan gelontoran dana sebesar Rp. 11 Triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

BANDUNG, (PRFM) – BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang Fahrurozi dalam siaran pers, Selasa (16/04/2019).

Menurut Fahrurozi, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Fahrurozi.

Fahrurozi mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Iqbal juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Fahrurozi.

Fahrurozi juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," imbuh Fahrurozi.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Soreang terdapat 193 FKTP dan 7 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Soreang adalah sebesar Rp. 85.715.730.369 sepanjang bulan April 2019.



BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

 

BERITA TERKAIT


BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
 

BERITA PILIHAN


BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

 

BERITA LAINNYA

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

APDI Minta POLRI Netral dan Jaga Transparansi serta Kejujuran Pemilu
Kamis 25 April 2019


Gagal Jadi Sekda, Benny Duga Terjadi Maladministrasi
Kamis 25 April 2019 BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019 BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019 BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit Permainan Mengerucut Pada Ezechiel, Pengamat: Permainan Monoton
Kamis 25 April 2019 BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit Persib Kembali Kalah, Pengamat Nilai Radovic Tambah Catatan Minus
Kamis 25 April 2019 BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit Optimistis Leg Kedua, Persib Punya Modal Gol Tandang
Kamis 25 April 2019 BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

 

 

BERITA TERKAIT

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
Selasa 16 April 2019, 12:36 WIB

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit
BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit


BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Budi Satria-PRFM


Foto: Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang, Fahrurozi (tengah) saat memberikan keterangannya terkait dengan gelontoran dana sebesar Rp. 11 Triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

BANDUNG, (PRFM) – BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang Fahrurozi dalam siaran pers, Selasa (16/04/2019).

Menurut Fahrurozi, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Fahrurozi.

Fahrurozi mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Iqbal juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Fahrurozi.

Fahrurozi juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," imbuh Fahrurozi.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Soreang terdapat 193 FKTP dan 7 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Soreang adalah sebesar Rp. 85.715.730.369 sepanjang bulan April 2019.



 

BERITA LAINNYA



BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

 

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit