BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame  




Selasa 13 November 2018

01:34 WIB

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
@prfmnews

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
PRFMNewsChannel

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
Rabu 11 Juli 2018, 10:09 WIB
Kota Bandung

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame




BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG,(PRFM) - Salah satu mata pajak di Kota Bandung adalah pajak reklame. Namun, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung mengaku jika pendapatan dari pajak reklame ini masih rendah dibanding mata pajak lainnya. Untuk itu Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku akan menggenjot pendapatan dari pajak reklame ini.

Dijelaskan Ema, jika merujuk pada aturan sebelumnya, pajak reklame dihitung by (terhitung sesuai) izin. Namun kini, sesuai dengan Perwal 727 tahun 2018, pajak reklame akan dihitung by (terhitung sesuai) penayangan.

"Di perjalanan tahun 2018, kami berinisiasi melakukan koordinasi, dan outputnya adalah merevisi regulasi dimana sekarang pajak itu tidak lagi by izin, tapi by tayang. Karena pada hakekatnya mereka melakukan aktivitas bisnis dengan reklame," ucap Ema saat on air di PRFM, Rabu (11/07/2018).

Untuk itu, di sisa tahun 2018, pihaknya akan mengerahkan semua personelnya untuk memaksimalkan pendapatan dari pajak reklame ini.

"Di sisa waktu ini kami akan coba semaksimal mungkin, kita akan mengerahkan semua unsur yang ada di BPPD, kami akan mengerahkan semua orang yang ada di UPT untuk menyisir ulang," jelasnya.

Tak hanya itu, para biro penyedia jasa reklama pun turut akan diundang. Hal ini dilakukan melakukan verifikasi ulang reklame.

Di kota Bandung, tersebar 12.600 reklame. Menurut Ema, dari jumlah tersebut setidaknya bisa menyerap pendapatan pajak sekitar Rp 40 - Rp 45 miliar.

"Tetapi kan itu inventarisasinya, surveinya tahun 2017. Nah kondisi sekarang di lapangan tahun 2018 kita tidak tahu apakah ada perubahan ukuran dan lain sebagainya yang bisa berpengaruh kepada perubahan nilai pendapatan. Nah nanti kita buktikan seiring denan proses yang saat in sedang berjalan," jelasanya.

    BACA JUGA : Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Adapun proses yang dimaksud adalah melakukan verifikasi ulang reklame kepada para biro penyedia jasa reklame. Selanjutnya, dilakukan penegasan kepada UPT untuk menyisir ulang dan verifikasi lokasi dan ukuran reklame.

Jika ditemukan pelanggaran, Ema mengaku pihaknya tidak bisa melakukan penindakan. Pasalnya, untuk penindakan penunggak pajak diserahkan kepada SKPD lain, dalam hal ini Satpol PP kota Bandung.

"Yang begitu (reklame tanpa izin) harus hilang, jangan sampai kota ini menjadi sareukseuk," ujarnya.

Saat ini, informasi reklame sudah membayar pajak atau tidak masih diakses manual di BPPD. Namun kedepan, Ema mengaku akan ada digitalisasi informasi pajak reklame.

"Lintasan pemikirannya sudah ada (digitalisasi informasi reklame)," ujarnya.



BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

 

BERITA TERKAIT


BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
 

BERITA PILIHAN


BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

 

BERITA LAINNYA

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

Jika Mekanismenya Benar, Penyelewengan Dana Hibah Tidak Akan Terjadi
Senin 12 November 2018


CBA Sebut Dana Hibah Sebagai Pos Rawan Penyelewengan
Senin 12 November 2018 BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame Atasi Banjir Kabupaten Bandung, Hulu Sungai Citarum Harus Diperhatikan
Senin 12 November 2018 BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame Pusat Ekonomi Kreatif Akan Hadir di 27 Kabupaten/Kota di Jabar
Senin 12 November 2018 BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame Disparbud Jabar Sambut Baik Rute Penerbangan Garuda Bandung-Singapura
Senin 12 November 2018 BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame Disparbud Jabar Sambut Baik Rute Penerbangan Garuda Bandung-Singapura
Senin 12 November 2018 BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame KNPI Bandung Berkolaborasi Guna Siapkan Pemuda Hadapi Revolusi Industri 4.0
Senin 12 November 2018 BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

 

 

BERITA TERKAIT

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
Rabu 11 Juli 2018, 10:09 WIB
Kota Bandung

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame
BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame


BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG,(PRFM) - Salah satu mata pajak di Kota Bandung adalah pajak reklame. Namun, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung mengaku jika pendapatan dari pajak reklame ini masih rendah dibanding mata pajak lainnya. Untuk itu Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku akan menggenjot pendapatan dari pajak reklame ini.

Dijelaskan Ema, jika merujuk pada aturan sebelumnya, pajak reklame dihitung by (terhitung sesuai) izin. Namun kini, sesuai dengan Perwal 727 tahun 2018, pajak reklame akan dihitung by (terhitung sesuai) penayangan.

"Di perjalanan tahun 2018, kami berinisiasi melakukan koordinasi, dan outputnya adalah merevisi regulasi dimana sekarang pajak itu tidak lagi by izin, tapi by tayang. Karena pada hakekatnya mereka melakukan aktivitas bisnis dengan reklame," ucap Ema saat on air di PRFM, Rabu (11/07/2018).

Untuk itu, di sisa tahun 2018, pihaknya akan mengerahkan semua personelnya untuk memaksimalkan pendapatan dari pajak reklame ini.

"Di sisa waktu ini kami akan coba semaksimal mungkin, kita akan mengerahkan semua unsur yang ada di BPPD, kami akan mengerahkan semua orang yang ada di UPT untuk menyisir ulang," jelasnya.

Tak hanya itu, para biro penyedia jasa reklama pun turut akan diundang. Hal ini dilakukan melakukan verifikasi ulang reklame.

Di kota Bandung, tersebar 12.600 reklame. Menurut Ema, dari jumlah tersebut setidaknya bisa menyerap pendapatan pajak sekitar Rp 40 - Rp 45 miliar.

"Tetapi kan itu inventarisasinya, surveinya tahun 2017. Nah kondisi sekarang di lapangan tahun 2018 kita tidak tahu apakah ada perubahan ukuran dan lain sebagainya yang bisa berpengaruh kepada perubahan nilai pendapatan. Nah nanti kita buktikan seiring denan proses yang saat in sedang berjalan," jelasanya.

    BACA JUGA : Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Adapun proses yang dimaksud adalah melakukan verifikasi ulang reklame kepada para biro penyedia jasa reklame. Selanjutnya, dilakukan penegasan kepada UPT untuk menyisir ulang dan verifikasi lokasi dan ukuran reklame.

Jika ditemukan pelanggaran, Ema mengaku pihaknya tidak bisa melakukan penindakan. Pasalnya, untuk penindakan penunggak pajak diserahkan kepada SKPD lain, dalam hal ini Satpol PP kota Bandung.

"Yang begitu (reklame tanpa izin) harus hilang, jangan sampai kota ini menjadi sareukseuk," ujarnya.

Saat ini, informasi reklame sudah membayar pajak atau tidak masih diakses manual di BPPD. Namun kedepan, Ema mengaku akan ada digitalisasi informasi pajak reklame.

"Lintasan pemikirannya sudah ada (digitalisasi informasi reklame)," ujarnya.



 

BERITA LAINNYA



BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame

 

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

BPPD Kota Bandung Terus Genjot Pendapatan dari Pajak Reklame