Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan  




Rabu 16 Oktober 2019

17:29 WIB

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
@prfmnews

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
PRFMNewsChannel

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
Rabu 10 Juli 2019, 08:05 WIB
Kabupaten Bandung
Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan




Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Budi Satria-PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana mengatakan untuk mengantisipasi bencana kekeringan, selain meningkatkan kesiapsiagaan, pemerintah kecamatan  diinstruksikan untuk mengirimkan laporan secara tertulis. Laporan tertulis tersebut diserahkan selambat-lambatnya pada bulan Agustus 2019.

“BPBD akan merekap setiap laporan yang masuk, terutama terkait kekeringan ini. Format laporannya seperti apa, itu sudah ada blankonya. Jadi pihak kecamatan tinggal mengisi data sesuai fakta di lapangan, lalu mengirimkannya melalui fax atau e-mail,” tutur Kepala BPBD dalam siaran pers, Rabu (10/7/2019).

Berdasarkan Surat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tentang Informasi Prakiraan Cuaca Menjelang Musim Kemarau 2019, Teddy pun mengimbau para camat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Setiap daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan bahaya kebakaran, terutama saat puncak musim kemarau yang diperkiraan terjadi pada bulan Agustus hingga September,” ucapnya.

Musim kemarau di Indonesia, terjadi sejak April di 79 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 23,1% wilayah, pada bulan Mei terjadi di 99 ZOM (28,1%) dan di bulan Juni di 96 ZOM (28,1%). Pada puncaknya di bulan Agustus, diperkirakan terjadi di 342 ZOM atau 68,1% wilayah Indonesia.

Pada musim kemarau tahun ini, masih perkiraan dari BMKG, tidak terdapat gangguan iklim skala global. El Nino (suhu udara tinggi di samudera pasifik) dan La Nina (suhu udara yang rendah di samudera pasifik) dan Dipole Mode sampai bulan November, diperkirakan normal.

Terkait kekeringan, BPBD telah melakukan upaya-upaya antisipasi. Antara lain mempersiapkan kendaraan tanki air dan khusus untuk wilayah yang memiliki potensi sumber air, juga disiapkan pompa air berukuran 6 inci. Personil pun terus siap siaga dengan melakukan monitoring dan pemantauan rutin, di setiap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Selain itu pihaknya juga terus berkoordinasi dengan beberapa Perangkat Daerah (PD) dan instansi terkait. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar), Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Terutama dengan Distan dan Disperkimtan, karena Kabupaten Bandung merupakan penopang Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai andalan nasional di bidang pertanian. Sumber air di Kabupaten Bandung sangat melimpah, terutama di musim penghujan. Tapi saat kemarau malah kekeringan, maka dari itu manajemen air harus baik untuk mempertahankan kualitas pertanian,” tambah Teddy Kusdiana.










 

BERITA TERKAIT


Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
 

BERITA PILIHAN


Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

 

BERITA LAINNYA

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

Jabar Sabet Tiga Penghargaan Internasional di Markas PBB Asia Pasifik
Rabu 16 Oktober 2019


Dewan Sarankan Pemkot Bandung Danai Proyek LRT Melalui KPBU
Rabu 16 Oktober 2019 Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan Tingkat Kunjungan Menurun, Pajak Hotel dan Restoran di Bandung Tak Capai Target
Rabu 16 Oktober 2019 Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan Pemkot Punya Waktu 20 Tahun Benahi Drainase Kota Cimahi
Rabu 16 Oktober 2019 Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan Termasuk Simulasi Soal, BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS
Rabu 16 Oktober 2019 Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan Jokowi Minta Pelantikan Presiden & Wakil Presiden 2019-2024 Dilakukan Sederhana
Rabu 16 Oktober 2019 Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019 Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

 

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
Rabu 10 Juli 2019, 08:05 WIB
Kabupaten Bandung

Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan
Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan


Camat di Kabupaten Bandung Diimbau Serahkan Laporan Tertulis Soal Kekeringan

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Budi Satria-PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana mengatakan untuk mengantisipasi bencana kekeringan, selain meningkatkan kesiapsiagaan, pemerintah kecamatan  diinstruksikan untuk mengirimkan laporan secara tertulis. Laporan tertulis tersebut diserahkan selambat-lambatnya pada bulan Agustus 2019.

“BPBD akan merekap setiap laporan yang masuk, terutama terkait kekeringan ini. Format laporannya seperti apa, itu sudah ada blankonya. Jadi pihak kecamatan tinggal mengisi data sesuai fakta di lapangan, lalu mengirimkannya melalui fax atau e-mail,” tutur Kepala BPBD dalam siaran pers, Rabu (10/7/2019).

Berdasarkan Surat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tentang Informasi Prakiraan Cuaca Menjelang Musim Kemarau 2019, Teddy pun mengimbau para camat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Setiap daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan bahaya kebakaran, terutama saat puncak musim kemarau yang diperkiraan terjadi pada bulan Agustus hingga September,” ucapnya.

Musim kemarau di Indonesia, terjadi sejak April di 79 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 23,1% wilayah, pada bulan Mei terjadi di 99 ZOM (28,1%) dan di bulan Juni di 96 ZOM (28,1%). Pada puncaknya di bulan Agustus, diperkirakan terjadi di 342 ZOM atau 68,1% wilayah Indonesia.

Pada musim kemarau tahun ini, masih perkiraan dari BMKG, tidak terdapat gangguan iklim skala global. El Nino (suhu udara tinggi di samudera pasifik) dan La Nina (suhu udara yang rendah di samudera pasifik) dan Dipole Mode sampai bulan November, diperkirakan normal.

Terkait kekeringan, BPBD telah melakukan upaya-upaya antisipasi. Antara lain mempersiapkan kendaraan tanki air dan khusus untuk wilayah yang memiliki potensi sumber air, juga disiapkan pompa air berukuran 6 inci. Personil pun terus siap siaga dengan melakukan monitoring dan pemantauan rutin, di setiap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Selain itu pihaknya juga terus berkoordinasi dengan beberapa Perangkat Daerah (PD) dan instansi terkait. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar), Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Terutama dengan Distan dan Disperkimtan, karena Kabupaten Bandung merupakan penopang Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai andalan nasional di bidang pertanian. Sumber air di Kabupaten Bandung sangat melimpah, terutama di musim penghujan. Tapi saat kemarau malah kekeringan, maka dari itu manajemen air harus baik untuk mempertahankan kualitas pertanian,” tambah Teddy Kusdiana.






 

BERITA LAINNYA