Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme  




Kamis 25 April 2019

23:30 WIB

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
@prfmnews

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
PRFMNewsChannel

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
Kamis 06 Desember 2018, 20:59 WIB

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme




Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

BANDUNG, (PRFM) – Keterlibatan anak dalam jaringan terorisme menjadi perhatian banyak pihak dan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah khususnya masyarakat dan orangtua. Saat ini, anak yang seharusnya dijamin kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta diajarkan nilai-nilai budi pekerti yang baik, malah diberikan paham radikalisme dan diajak untuk melakukan tindak pidana terorisme oleh orang tua atau orang terdekat lainnya.

“Terorisme merupakan bentuk kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan secara terorganisasi, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini menimbulkan ketakutan, membahayakan keamanan, kenyamanan, menimbulkan kerugian, bahkan menyebabkan anak harus berhadapan dengan hukum, serta dapat mengganggu tumbuh kembang anak itu sendiri,” ujar Asisten Deputi Bidang Perlindungan Berhadapan dengan Hukum dan Stigmatisasi Kemen PPPA, Hasan dalam siaran pers, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebanyak 1.800 anak dari 500 orang pelaku tindak terorisme di Indonesia membutuhkan perlindungan dalam bentuk pembinaan, pendampingan, dan pemulihan. Menyikapi hal tersebut, Hasan menuturkan Kemen PPPA telah menyusun Pedoman Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme untuk memberikan acuan bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga yang dibentuk masyarakat dalam memberikan perlindungan anak dari radikalisme dan tindak pidana terorisme yang ditujukan untuk anak korban, anak pelaku, anak dari pelaku, dan anak saksi.

Lebih jauh Hasan menuturkan cara pencegahan agar anak tidak terpengaruh radikalisme dan tidak terlibat dalam tindak pidana terorisme dapat dilakukan dengan memetakan lokasi yang anak dapat terpengaruh radikalisme dan terlibat tindak pidana terorisme; menyusun materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang perlindungan anak dari radikalisme dan tindak pidana terorisme; dan menyebarluaskan KIE tentang bahaya terorisme. “Anak juga harus diberikan pembinaan yang terdiri dari edukasi melalui pendidikan ideologi dan nilai-nilai nasionalisme, rehabilitasi sosial dan pendampingan sosial serta konseling tentang bahaya terorisme,” tambah Hasan.

“Seluruh dinas dan instansi vertikal di Kabupaten Malang perlu waspada dan mengantisipasi sebelum paham radikalisme dan tindak pidana terorisme mempengaruhi anak-anak di Kabupaten Malang. Kami mengharapkan agar pedoman perlindungan anak korban jaringan terorisme dapat ditindaklanjuti di daerah dengan membuat peraturan Bupati yang melibatkan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mencegah dan menangani permasalahan radikalisme dan terorisme,” tutup Hasan.



Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

 

BERITA TERKAIT


Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
 

BERITA PILIHAN


Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

 

BERITA LAINNYA

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Segera Lakukan Diagnosa, Kanker Darah Bisa Disembuhkan
Kamis 25 April 2019


Kenali Gejala Kanker Darah Sejak Dini
Kamis 25 April 2019 Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme Berantas Terminal Bayangan, Pemkab Bandung Bakal Perluas Terminal Soreang
Kamis 25 April 2019 Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme Pemkot Bandung Hormati Rencana Gugatan Benny
Kamis 25 April 2019 Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme APDI Minta POLRI Netral dan Jaga Transparansi serta Kejujuran Pemilu
Kamis 25 April 2019 Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme Gagal Jadi Sekda, Benny Duga Terjadi Maladministrasi
Kamis 25 April 2019 Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019 Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

 

 

BERITA TERKAIT

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
Kamis 06 Desember 2018, 20:59 WIB

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme
Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme


Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


BANDUNG, (PRFM) – Keterlibatan anak dalam jaringan terorisme menjadi perhatian banyak pihak dan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah khususnya masyarakat dan orangtua. Saat ini, anak yang seharusnya dijamin kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta diajarkan nilai-nilai budi pekerti yang baik, malah diberikan paham radikalisme dan diajak untuk melakukan tindak pidana terorisme oleh orang tua atau orang terdekat lainnya.

“Terorisme merupakan bentuk kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan secara terorganisasi, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini menimbulkan ketakutan, membahayakan keamanan, kenyamanan, menimbulkan kerugian, bahkan menyebabkan anak harus berhadapan dengan hukum, serta dapat mengganggu tumbuh kembang anak itu sendiri,” ujar Asisten Deputi Bidang Perlindungan Berhadapan dengan Hukum dan Stigmatisasi Kemen PPPA, Hasan dalam siaran pers, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebanyak 1.800 anak dari 500 orang pelaku tindak terorisme di Indonesia membutuhkan perlindungan dalam bentuk pembinaan, pendampingan, dan pemulihan. Menyikapi hal tersebut, Hasan menuturkan Kemen PPPA telah menyusun Pedoman Perlindungan Anak Korban Jaringan Terorisme untuk memberikan acuan bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga yang dibentuk masyarakat dalam memberikan perlindungan anak dari radikalisme dan tindak pidana terorisme yang ditujukan untuk anak korban, anak pelaku, anak dari pelaku, dan anak saksi.

Lebih jauh Hasan menuturkan cara pencegahan agar anak tidak terpengaruh radikalisme dan tidak terlibat dalam tindak pidana terorisme dapat dilakukan dengan memetakan lokasi yang anak dapat terpengaruh radikalisme dan terlibat tindak pidana terorisme; menyusun materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang perlindungan anak dari radikalisme dan tindak pidana terorisme; dan menyebarluaskan KIE tentang bahaya terorisme. “Anak juga harus diberikan pembinaan yang terdiri dari edukasi melalui pendidikan ideologi dan nilai-nilai nasionalisme, rehabilitasi sosial dan pendampingan sosial serta konseling tentang bahaya terorisme,” tambah Hasan.

“Seluruh dinas dan instansi vertikal di Kabupaten Malang perlu waspada dan mengantisipasi sebelum paham radikalisme dan tindak pidana terorisme mempengaruhi anak-anak di Kabupaten Malang. Kami mengharapkan agar pedoman perlindungan anak korban jaringan terorisme dapat ditindaklanjuti di daerah dengan membuat peraturan Bupati yang melibatkan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mencegah dan menangani permasalahan radikalisme dan terorisme,” tutup Hasan.



 

BERITA LAINNYA



Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Kenali Gejala Kanker Darah Sejak Dini
Kamis 25 April 2019
Kesehatan


Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Pemkot Bandung Hormati Rencana Gugatan Benny
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme

 

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Cegah Anak Terlibat dalam Tindak Pidana Terorisme