Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif  




Jumat 18 Oktober 2019

08:02 WIB

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
@prfmnews

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
PRFMNewsChannel

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
Selasa 17 September 2019, 16:38 WIB
Harganas
Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif




Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

Redaksi Oleh : Siti Resa Mutoharoh
Foto Oleh : Tommy Riyadi - PRFM

Foto: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung Andri Darusman

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung mendukung gagasan Forum Bandung Sehat untuk menjalankan program Sadayana Asi Ekslusif (SAE). 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung Andri Darusman menyatakan, Pemkot Bandung mendukung penuh program tersebut guna mencegah stunting (kekerdilan) pada anak.

Andri menjelaskan, salah satu faktor stunting disebabkan kurangnya pemberian asi ekslusif pada seribu hari pertama bagi anak. Hingga saat ini, kota Bandung baru mencapai 45 persen penduduk yang memberikan asi ekslusif dan menargetkan seratus persen dalam tiga bulan kedepan.

“Mudah-mudahan bisa mencegah stunting sehingga anak bisa tumbuh normal dan sehat. Tiga bulan lagi semoga mancpai 100 persen,” ujarnya saat ditemui usai acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tingkat Kota Bandung di Grand Pasundang Hotel Bandung, Selasa (17/9/2019).

Selain memberikan dukungan terhadap program Sadayana Asi Ekslusif, Pemkot Bandung pun mengadakan program Kampung Keluarga Berencana (KB) di 30 kecamatan di kota Bandung guna memberikan edukasi terkait program-program KB. Tercatat, sudah ada 74,5 persen dari 360 ribu warga Kota Bandung yang menggunakan KB.

“Dengan membentuk kampung KB di wilayah kecamatan sekota Bandung bisa mengedukasi masyarakat menyosialisasikan program ini, sekarang sudah ada 59 kampung KB di 30 kecataman se kota Bandung. Ada pasangan usia subur 360 ribu lebih, hasil data kemarin sampai bulan september 74,5 % menggunakan KB,” jelasnya.

Pemkot Bandung juga menjalin kerja sama dengan kampus dan sekolah-sekolah untuk segera membuka pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR).  Pusat Informasi Konseling ini merupakan upaya Pemkot Bandung memberikan edukasi seputar permasalahan yang sering terjadi pada kalangan remaja. 

“kita akan mendirikan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) berencana bekerjasama dengan kampus atau sekolah untuk mendiirkan PIKR diberi pengetahuan mengenai perubahan-perubahan secra peribadi, perencanaan keluarga dibekali dan semoga bisa menjadi keluarga yang berkualitas,” tuturnya.


Editor: Indra Kurniawan









 

BERITA TERKAIT


Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
 

BERITA PILIHAN


Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

 

BERITA LAINNYA

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

Kemendagri: Tak Ada Kompromi bagi Kelompok Penyebar Ideologi Selain Pancasila
Jumat 18 Oktober 2019


Jumat dan Sabtu Besok ITB Gelar Wisuda, Waspadai Kepadatan di Sabuga
Jumat 18 Oktober 2019 Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
Kamis 17 Oktober 2019 Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif Tutup Musim dengan Hasil Seri, Blitar United Dipastikan Degradasi
Kamis 17 Oktober 2019 Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

 

 

BERITA TERKAIT

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
Selasa 17 September 2019, 16:38 WIB
Harganas

Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif


Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif

Redaksi Oleh : Siti Resa Mutoharoh
Sumber Foto : Tommy Riyadi - PRFM


Foto: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung Andri Darusman

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung mendukung gagasan Forum Bandung Sehat untuk menjalankan program Sadayana Asi Ekslusif (SAE). 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung Andri Darusman menyatakan, Pemkot Bandung mendukung penuh program tersebut guna mencegah stunting (kekerdilan) pada anak.

Andri menjelaskan, salah satu faktor stunting disebabkan kurangnya pemberian asi ekslusif pada seribu hari pertama bagi anak. Hingga saat ini, kota Bandung baru mencapai 45 persen penduduk yang memberikan asi ekslusif dan menargetkan seratus persen dalam tiga bulan kedepan.

“Mudah-mudahan bisa mencegah stunting sehingga anak bisa tumbuh normal dan sehat. Tiga bulan lagi semoga mancpai 100 persen,” ujarnya saat ditemui usai acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tingkat Kota Bandung di Grand Pasundang Hotel Bandung, Selasa (17/9/2019).

Selain memberikan dukungan terhadap program Sadayana Asi Ekslusif, Pemkot Bandung pun mengadakan program Kampung Keluarga Berencana (KB) di 30 kecamatan di kota Bandung guna memberikan edukasi terkait program-program KB. Tercatat, sudah ada 74,5 persen dari 360 ribu warga Kota Bandung yang menggunakan KB.

“Dengan membentuk kampung KB di wilayah kecamatan sekota Bandung bisa mengedukasi masyarakat menyosialisasikan program ini, sekarang sudah ada 59 kampung KB di 30 kecataman se kota Bandung. Ada pasangan usia subur 360 ribu lebih, hasil data kemarin sampai bulan september 74,5 % menggunakan KB,” jelasnya.

Pemkot Bandung juga menjalin kerja sama dengan kampus dan sekolah-sekolah untuk segera membuka pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR).  Pusat Informasi Konseling ini merupakan upaya Pemkot Bandung memberikan edukasi seputar permasalahan yang sering terjadi pada kalangan remaja. 

“kita akan mendirikan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) berencana bekerjasama dengan kampus atau sekolah untuk mendiirkan PIKR diberi pengetahuan mengenai perubahan-perubahan secra peribadi, perencanaan keluarga dibekali dan semoga bisa menjadi keluarga yang berkualitas,” tuturnya.


Editor: Indra Kurniawan





 

BERITA LAINNYA