Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta  




Jumat 28 Juli 2017

09:48 WIB

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
@prfmnews

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
PRFMNewsChannel

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
Jumat 10 Februari 2017, 11:03 WIB
Purwakarta Istimewa

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta




Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Humas Pemkab Purwakarta

PURWAKARTA, (PRFM) - Akses jalan yang kini mulus di Kecamatan Sukasari menjadikan wilayah yang tadinya terisolir selama lebih dari 50 Tahun ini terbuka.

Denyut mobilitas warga setempat kini mulai terasa, bahkan, warga dari luar Sukasari pun sudah mulai mendatangi wilayah tersebut.


Daya tarik alam yang relatif belum terjamah tangan manusia di wilayah ini memiliki pesona yang tidak bisa dikatakan biasa. Sukasari yang mayoritas wilayahnya masih berupa hutan belantara ternyata memiliki Green Canyon. Ya, namanya Curug Tilu, berlokasi di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Dua jalur dapat dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin datang ke Curug Tilu. Jalan Cikao Bandung Jatiluhur yang langsung tembus ke ruas Jalan Sukasari yang sudah mulus dapat menjadi pilihan utama, melalui jalur ini hanya dengan waktu 40 menit, wisatawan sudah dapat sampai di Desa Ciririp.

Sementara jalur via Jalan Maniis - Sukasari tidak disarankan karena masih dalam tahap penyelesaian oleh pemerintah daerah setempat.Jarak 1 KM dari jalan utama harus dilalui oleh wisatawan untuk memasuki area Curug Tilu ini.

Wisatawan terlebih dahulu akan melihat Pos KOMP@S (Komunitas Pecinta Alam Sukasari) berupa saung bambu tradisional beratapkan ijuk. Disinilah komunitas yang dipimpin oleh Muhammad Arifin (32) sejak Tahun 2013 itu berusaha mengeksplorasi potensi wisata alam di kecamatan yang baru saja dibuka akses jalannya tersebut.

"Sejak Kang Dedi (Bupati Purwakarta) membuka akses jalan, kami memandang ini sebagai kesempatan, kenapa tidak? Potensi alam disini kita perkenalkan kepada masyarakat luas, masih sangat asri dan harus kita rawat," kata pria yang akrab disapa Arif itu hari ini Jumat (10/2/2017) dalam perbincangan bersama Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta.

Arif sempat menjelaskan fasilitas yang bisa dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke Curug Tilu. Home stay sudah tersedia di pinggir curug (air terjun) lengkap dengan hammock (ayunan) dan tempat khusus untuk berenang, hidangan nasi liwet pun sudah termasuk harga Rp50 ribu untuk seluruh paket fasilitas ini.

"Nasi liwetnya bisa untuk lima orang, terus terang kami belum tetapkan tarif, itu sebenarnya pengganti masak nasi liwet saja," katanya menjelaskan.

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta



Arif sempat menjelaskan fasilitas yang bisa dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke Curug Tilu. Home stay sudah tersedia di pinggir curug (air terjun) lengkap dengan hammock (ayunan) dan tempat khusus untuk berenang, hidangan nasi liwet pun sudah termasuk harga Rp50 ribu untuk seluruh paket fasilitas ini.

"Nasi liwetnya bisa untuk lima orang, terus terang kami belum tetapkan tarif, itu sebenarnya pengganti masak nasi liwet saja," katanya menjelaskan.

Tepat di curug utama, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam nan hijau dengan kontur bebatuan khas pegunungan. Warna air di tempat tersebut terlihat kehijauan persis seperti Green Canyon di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Selama ini, Arif mengaku hanya mengandalkan tenaga para pemuda di Desa Ciririp untuk melakukan pengelolaan.

"Terus terang masih jauh dari maksimal karena kami disini beranggotakan pemuda desa saja, inginnya tambah bagus. Tapi Alhamdulillah, wisatawan dari Jakarta dan Karawang, dan khususnya Purwakarta sehari bisa 20-30 orang yang datang," pungkasnya.

Promosi terbatas melalui akun-akun sosial media milik pemuda desa tersebut pun terus dilakukan untuk menarik kunjungan wisatawan yang lebih banyak lagi.


Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

 

BERITA TERKAIT


Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
 

BERITA PILIHAN


Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

 

BERITA LAINNYA

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

PD Kebersihan Harap Program Sedekah Sampah Bisa Berkelanjutan
Jumat 28 Juli 2017


Heru Joko : Mayoritas Viking Persib Dukung Perdamaian Dengan The Jakmania
Jumat 28 Juli 2017 Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta Heru Joko : Mayoritas Viking Persib Dukung Perdamaian Dengan The Jakmania
Jumat 28 Juli 2017 Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta Hari ini Menteri Agama Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia
Jumat 28 Juli 2017 Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta Menteri Agama Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia
Jumat 28 Juli 2017 Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta Indonesia Berkomitmen Hilangkan Virus Campak dan Rubella Pada 2020
Jumat 28 Juli 2017 Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta Ferry Indrasjarief Sebut Permusuhan Viking Vs The Jakmania Sudah di Luar Jalur
Jumat 28 Juli 2017 Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

 

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
Jumat 10 Februari 2017, 11:03 WIB
Purwakarta Istimewa

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta
Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta


Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Humas Pemkab Purwakarta


PURWAKARTA, (PRFM) - Akses jalan yang kini mulus di Kecamatan Sukasari menjadikan wilayah yang tadinya terisolir selama lebih dari 50 Tahun ini terbuka.

Denyut mobilitas warga setempat kini mulai terasa, bahkan, warga dari luar Sukasari pun sudah mulai mendatangi wilayah tersebut.


Daya tarik alam yang relatif belum terjamah tangan manusia di wilayah ini memiliki pesona yang tidak bisa dikatakan biasa. Sukasari yang mayoritas wilayahnya masih berupa hutan belantara ternyata memiliki Green Canyon. Ya, namanya Curug Tilu, berlokasi di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Dua jalur dapat dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin datang ke Curug Tilu. Jalan Cikao Bandung Jatiluhur yang langsung tembus ke ruas Jalan Sukasari yang sudah mulus dapat menjadi pilihan utama, melalui jalur ini hanya dengan waktu 40 menit, wisatawan sudah dapat sampai di Desa Ciririp.

Sementara jalur via Jalan Maniis - Sukasari tidak disarankan karena masih dalam tahap penyelesaian oleh pemerintah daerah setempat.Jarak 1 KM dari jalan utama harus dilalui oleh wisatawan untuk memasuki area Curug Tilu ini.

Wisatawan terlebih dahulu akan melihat Pos KOMP@S (Komunitas Pecinta Alam Sukasari) berupa saung bambu tradisional beratapkan ijuk. Disinilah komunitas yang dipimpin oleh Muhammad Arifin (32) sejak Tahun 2013 itu berusaha mengeksplorasi potensi wisata alam di kecamatan yang baru saja dibuka akses jalannya tersebut.

"Sejak Kang Dedi (Bupati Purwakarta) membuka akses jalan, kami memandang ini sebagai kesempatan, kenapa tidak? Potensi alam disini kita perkenalkan kepada masyarakat luas, masih sangat asri dan harus kita rawat," kata pria yang akrab disapa Arif itu hari ini Jumat (10/2/2017) dalam perbincangan bersama Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta.

Arif sempat menjelaskan fasilitas yang bisa dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke Curug Tilu. Home stay sudah tersedia di pinggir curug (air terjun) lengkap dengan hammock (ayunan) dan tempat khusus untuk berenang, hidangan nasi liwet pun sudah termasuk harga Rp50 ribu untuk seluruh paket fasilitas ini.

"Nasi liwetnya bisa untuk lima orang, terus terang kami belum tetapkan tarif, itu sebenarnya pengganti masak nasi liwet saja," katanya menjelaskan.

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta



Arif sempat menjelaskan fasilitas yang bisa dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke Curug Tilu. Home stay sudah tersedia di pinggir curug (air terjun) lengkap dengan hammock (ayunan) dan tempat khusus untuk berenang, hidangan nasi liwet pun sudah termasuk harga Rp50 ribu untuk seluruh paket fasilitas ini.

"Nasi liwetnya bisa untuk lima orang, terus terang kami belum tetapkan tarif, itu sebenarnya pengganti masak nasi liwet saja," katanya menjelaskan.

Tepat di curug utama, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam nan hijau dengan kontur bebatuan khas pegunungan. Warna air di tempat tersebut terlihat kehijauan persis seperti Green Canyon di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Selama ini, Arif mengaku hanya mengandalkan tenaga para pemuda di Desa Ciririp untuk melakukan pengelolaan.

"Terus terang masih jauh dari maksimal karena kami disini beranggotakan pemuda desa saja, inginnya tambah bagus. Tapi Alhamdulillah, wisatawan dari Jakarta dan Karawang, dan khususnya Purwakarta sehari bisa 20-30 orang yang datang," pungkasnya.

Promosi terbatas melalui akun-akun sosial media milik pemuda desa tersebut pun terus dilakukan untuk menarik kunjungan wisatawan yang lebih banyak lagi.


 

BERITA LAINNYA



Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta

 

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Curug Tilu, Green Canyon Rasa Purwakarta