Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta  




Rabu 20 September 2017

21:52 WIB

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
@prfmnews

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
PRFMNewsChannel

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
Rabu 08 Februari 2017, 19:52 WIB
Purwakarta Istimewa

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta




Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Pemkab Purwakarta

BANDUNG, (PRFM) - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengajak publik melihat Indonesia dalam spektrum kebangsaan dan keragaman tradisi juga kultur. Sehingga, pluralisme dan keberagaman tidak hanya diletakkan dalam konteks Pilgub Jakarta 2017 saja.

Hal ini diungkapkan Dedi saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Aksi 112 dan Kuda Troya Demokrasi" yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), di Jakarta, Rabu (8/12/2017).

"Indonesia itu bukan hanya Jakarta. Publik harus paham bahwa pertarungan mempertahankan Keindonesiaan kita itu ada dari Sabang sampai Merauke," jelas Dedi.

Pria yang dikenal sebagai budayawan Sunda ini juga menuturkan, kebudayaan harus dirawat oleh seluruh elemen bangsa. Pasalnya, jika sebuah komunitas kehilangan akar budayanya, maka pada saat yang sama, mereka akan kehilangan lingkungan tempat bernaung.

"Kita ini terlalu mudah menerima paham baru, sampai pandangan dan keyakinan diri gampang sekali mengikuti trend, kalau trend-nya A, maka dia ikut A, kalau trend-nya B, maka dia ikut B, ini berbahaya sebab ia tidak punya pegangan nilai moral," tambahnya.

Dedi berpendapat, dalam segi pegangan nilai pluralisme, Indonesia tidak boleh hanya sekedar melihat Jakarta. Sebaliknya, ia menilai bahwa Pilkada DKI Jakarta hanya bagian kecil dari proses pendewasaan demokrasi, sehingga tidak perlu menghabiskan energi bangsa terlalu besar.

"Saya tegaskan, Indonesia tidak hanya Jakarta, Indonesia itu ada di Purwakarta, Indonesia itu ada di Bojonegoro, Indonesia itu ada di Banyuwangi, Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, NTT, dan sebagainya," terangnya.

Visi pembangunan Presiden Joko Widodo menurutnya sudah sangat tepat, Nawa Cita memiliki cakupan pandangan dan cakrawala yang lebih luas tentang penjagaan terhadap nilai moral kebangsaan.

"Pemahaman kebudayaan Pak Jokowi sangat tinggi, cakupannya luas, berisi keberagaman, tata nilai kebangsaan terus dikuatkan, pembangunan di pelosok negeri terus dilakukan," tandasnya.

Selain dihadiri oleh Bupati Purwakarta, diskusi publik ini juga turut dihadiri oleh Pengamat Politik, Boni Hargens, Aktivis sosial media dari Nahdhatul Ulama, Syafiq Alielha, Pengamat Dunia Islam Kontemporer, Zuhairi Misrawi dan Pengamat Sosial, Karyono Wibowo.



Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

 

BERITA TERKAIT


Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
 

BERITA PILIHAN


Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

 

BERITA LAINNYA

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Ketua Ombudsman : Seleksi CPNS Tingkatkan Kepercayaan Publik
Rabu 20 September 2017


Tunjangan Guru Honorer SMA/SMK Bakal Naik
Rabu 20 September 2017 Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta Pelaporan Smartphone di SPT Tidak Akan Dikenai Pajak Tambahan
Rabu 20 September 2017 Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta 5 Jenis Teh yang Efektif Turunkan Berat Badan
Rabu 20 September 2017 Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta 5 Jenis Teh yang Efektif Turunkan Berat Badan
Rabu 20 September 2017 Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta Sambut 1 Muharam, Warga Coblong Gelar Pawai Obor
Rabu 20 September 2017 Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta 16 dari 19 Mobil yang Dilelang KPK Tak Memiliki BPKB
Rabu 20 September 2017 Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

 

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
Rabu 08 Februari 2017, 19:52 WIB
Purwakarta Istimewa

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta
Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta


Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Pemkab Purwakarta


BANDUNG, (PRFM) - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengajak publik melihat Indonesia dalam spektrum kebangsaan dan keragaman tradisi juga kultur. Sehingga, pluralisme dan keberagaman tidak hanya diletakkan dalam konteks Pilgub Jakarta 2017 saja.

Hal ini diungkapkan Dedi saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Aksi 112 dan Kuda Troya Demokrasi" yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), di Jakarta, Rabu (8/12/2017).

"Indonesia itu bukan hanya Jakarta. Publik harus paham bahwa pertarungan mempertahankan Keindonesiaan kita itu ada dari Sabang sampai Merauke," jelas Dedi.

Pria yang dikenal sebagai budayawan Sunda ini juga menuturkan, kebudayaan harus dirawat oleh seluruh elemen bangsa. Pasalnya, jika sebuah komunitas kehilangan akar budayanya, maka pada saat yang sama, mereka akan kehilangan lingkungan tempat bernaung.

"Kita ini terlalu mudah menerima paham baru, sampai pandangan dan keyakinan diri gampang sekali mengikuti trend, kalau trend-nya A, maka dia ikut A, kalau trend-nya B, maka dia ikut B, ini berbahaya sebab ia tidak punya pegangan nilai moral," tambahnya.

Dedi berpendapat, dalam segi pegangan nilai pluralisme, Indonesia tidak boleh hanya sekedar melihat Jakarta. Sebaliknya, ia menilai bahwa Pilkada DKI Jakarta hanya bagian kecil dari proses pendewasaan demokrasi, sehingga tidak perlu menghabiskan energi bangsa terlalu besar.

"Saya tegaskan, Indonesia tidak hanya Jakarta, Indonesia itu ada di Purwakarta, Indonesia itu ada di Bojonegoro, Indonesia itu ada di Banyuwangi, Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, NTT, dan sebagainya," terangnya.

Visi pembangunan Presiden Joko Widodo menurutnya sudah sangat tepat, Nawa Cita memiliki cakupan pandangan dan cakrawala yang lebih luas tentang penjagaan terhadap nilai moral kebangsaan.

"Pemahaman kebudayaan Pak Jokowi sangat tinggi, cakupannya luas, berisi keberagaman, tata nilai kebangsaan terus dikuatkan, pembangunan di pelosok negeri terus dilakukan," tandasnya.

Selain dihadiri oleh Bupati Purwakarta, diskusi publik ini juga turut dihadiri oleh Pengamat Politik, Boni Hargens, Aktivis sosial media dari Nahdhatul Ulama, Syafiq Alielha, Pengamat Dunia Islam Kontemporer, Zuhairi Misrawi dan Pengamat Sosial, Karyono Wibowo.



 

BERITA LAINNYA



Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta

 

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Dedi Mulyadi: Indonesia Bukan Hanya Jakarta