Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi  




Minggu 18 November 2018

12:56 WIB

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
@prfmnews

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
PRFMNewsChannel

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
Rabu 16 Mei 2018, 19:03 WIB
Pilgub Jabar 2018

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi




Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) menilai bahaya jika pemerintah provinsi mendorong pemekaran wilayah kabupaten/kota. 

Selain undang-undang yang mengatur pemekaran wilayah itu tengah dimoratorium, pemerintah provinsi sejatinya hanya bisa mengambil porsi pada sisi koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah pusat. 

"Pemekaran wilayah itu harus berdasarkan aspirasi dari bawah, keliru kalau provinsi yang mendorong," ujar Demiz, usai berkunjung ke Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (16/5/2018). 

Bahkan, cagub yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini menilai, jika pemerintah provinsi yang mendorong pemekaran wilayah, bisa menimbulkan konflik di daerah bersangkutan. Pemerintah provinsi harus memegang amanat undang-undang, di mana salah satu prinsip dasar dari undang-undang tentang pemerintah daerah adalah demokratis. 

"Kalau provinsi yang mendorong malah bisa menimbulkan konflik di masyarakat, itu tidak demokratis," tegasnya. 

Dengan begitu, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 ini menilai, jika ada calon gubernur yang dengan gampang menjanjikan pemekaran wilayah, dapat dipastikan hanya janji kosong karena akan sangat suout direalisasikan. 

"Jadi janji pemekaran wilayah itu pasti bohong. Kita hanya memfasislitasi, karena pemekaran wilayah harus dilandasi aspirasi dari bawah," tegasnya.

Terkait Jabar Selatan, Demiz mengatakan bahwa pada saat dirinya masih menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam membangun kesejahteraan masyarakat daerah tersebut dilakukan secara bersamaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten setempat. Langkah itu dilakukan guna mengikis angka kemiskinan serta pemerataan pembangunan dengan Jabar Utara. 

"Berbagai programnya dibuat bersama-sama, misalnya penempatan pelabuhan di mana, percepatan program hutan sosial, bagaimana izin penggunaan lahan, pembangunan pelabuhan samudera. Ini semua untuk menciptakan daya saing yang nantinya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," papar Demiz. 

Masyarakat Jabar Selatan sendiri mengakui, sampai sejauh ini kemajuan ekonomi Jabar Selatan cukup signifikan. Dampak itu terjadi, terutama di masa kepemimpinan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar, yang cukup getol membangun infrastruktur Jabar Selata. 

"Nama saya Andri Pak, saya warga Kecamatan Talegong (Kabupaten Garut). Saya lansung saja menyebut Bapak Gubernur Jawa Barat 2018 kepada Pak Deddy Mizwar. Semasa Bapak menjabat bersama Pak Heryawan, daerah kami dibangun, bahkan kualitas jalannya sekarang tidak kalah dengan daerah lain," ungkap Andri kepada Demiz, dalam sebuah forum pertemuan di Pameungpeuk, Garut.

Andri mengaku percaya, jika Demiz terpilihmenjadi gubernur Jawa Barat 2018-2023, maka program pembangunan Jabar Selatan tinggal melanjutkan. 

"Ari Bapak mah program tinggal meneruskan. Sekarang Talegong yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Cianjur, masyarakatnya mulai merasakan kesejahteraan karena infrastruktur jalan sudah dibangun dengan baik oleh Bapak. Kami percaya Bapak amanah," ungkap Andri.



Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

 

BERITA TERKAIT


Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
 

BERITA PILIHAN


Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

 

BERITA LAINNYA

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Traveling Hemat Ala Couchsurfing
Minggu 18 November 2018


Pemanfaatan Perpustakaan Portabel dan Street Library Belum Maksimal
Minggu 18 November 2018 Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi Perpustakaan Portabel di Taman Tematik Banyak yang Tidak Terawat
Minggu 18 November 2018 Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi Trase LRT Pertama Sudah Masuk KPBU
Minggu 18 November 2018 Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi Ini Penyebab LRT Bandung Raya Masih Belum Terealisasi
Minggu 18 November 2018 Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi Masa Depan Gomez Ditentukan Setelah Liga 1 2018 Usai
Minggu 18 November 2018 Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi Bandung Diprediksi Hujan Ringan Hingga Malam
Minggu 18 November 2018 Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

 

 

BERITA TERKAIT


Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Emil Mengaku Belum Membaca Isi Surat Dari Iswara
Jumat 24 November 2017, 19:10 WIB Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 18:58 WIB Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 19:00 WIB Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Soal Wakil Emil, Ini Tahapan Penunjukannya
Jumat 24 November 2017, 19:41 WIB

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
Rabu 16 Mei 2018, 19:03 WIB
Pilgub Jabar 2018

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi
Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi


Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar (Demiz) menilai bahaya jika pemerintah provinsi mendorong pemekaran wilayah kabupaten/kota. 

Selain undang-undang yang mengatur pemekaran wilayah itu tengah dimoratorium, pemerintah provinsi sejatinya hanya bisa mengambil porsi pada sisi koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah pusat. 

"Pemekaran wilayah itu harus berdasarkan aspirasi dari bawah, keliru kalau provinsi yang mendorong," ujar Demiz, usai berkunjung ke Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (16/5/2018). 

Bahkan, cagub yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini menilai, jika pemerintah provinsi yang mendorong pemekaran wilayah, bisa menimbulkan konflik di daerah bersangkutan. Pemerintah provinsi harus memegang amanat undang-undang, di mana salah satu prinsip dasar dari undang-undang tentang pemerintah daerah adalah demokratis. 

"Kalau provinsi yang mendorong malah bisa menimbulkan konflik di masyarakat, itu tidak demokratis," tegasnya. 

Dengan begitu, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 ini menilai, jika ada calon gubernur yang dengan gampang menjanjikan pemekaran wilayah, dapat dipastikan hanya janji kosong karena akan sangat suout direalisasikan. 

"Jadi janji pemekaran wilayah itu pasti bohong. Kita hanya memfasislitasi, karena pemekaran wilayah harus dilandasi aspirasi dari bawah," tegasnya.

Terkait Jabar Selatan, Demiz mengatakan bahwa pada saat dirinya masih menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam membangun kesejahteraan masyarakat daerah tersebut dilakukan secara bersamaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten setempat. Langkah itu dilakukan guna mengikis angka kemiskinan serta pemerataan pembangunan dengan Jabar Utara. 

"Berbagai programnya dibuat bersama-sama, misalnya penempatan pelabuhan di mana, percepatan program hutan sosial, bagaimana izin penggunaan lahan, pembangunan pelabuhan samudera. Ini semua untuk menciptakan daya saing yang nantinya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," papar Demiz. 

Masyarakat Jabar Selatan sendiri mengakui, sampai sejauh ini kemajuan ekonomi Jabar Selatan cukup signifikan. Dampak itu terjadi, terutama di masa kepemimpinan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar, yang cukup getol membangun infrastruktur Jabar Selata. 

"Nama saya Andri Pak, saya warga Kecamatan Talegong (Kabupaten Garut). Saya lansung saja menyebut Bapak Gubernur Jawa Barat 2018 kepada Pak Deddy Mizwar. Semasa Bapak menjabat bersama Pak Heryawan, daerah kami dibangun, bahkan kualitas jalannya sekarang tidak kalah dengan daerah lain," ungkap Andri kepada Demiz, dalam sebuah forum pertemuan di Pameungpeuk, Garut.

Andri mengaku percaya, jika Demiz terpilihmenjadi gubernur Jawa Barat 2018-2023, maka program pembangunan Jabar Selatan tinggal melanjutkan. 

"Ari Bapak mah program tinggal meneruskan. Sekarang Talegong yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Cianjur, masyarakatnya mulai merasakan kesejahteraan karena infrastruktur jalan sudah dibangun dengan baik oleh Bapak. Kami percaya Bapak amanah," ungkap Andri.



 

BERITA LAINNYA



Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Traveling Hemat Ala Couchsurfing
Minggu 18 November 2018


Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Trase LRT Pertama Sudah Masuk KPBU
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Ini Penyebab LRT Bandung Raya Masih Belum Terealisasi
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi

 

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Demiz: Pemekaran Wilayah Harus Didasari Aspirasi Masyarakat, Bukan Provinsi