Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil  




Selasa 13 November 2018

01:26 WIB

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
@prfmnews

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
PRFMNewsChannel

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
Rabu 11 Juli 2018, 19:32 WIB
Kota Bandung

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil




Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Meski bulan puasa dan lebaran sudah lewat, namun harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di beberapa pasar tradisional hingga kini masih relatif tinggi. Harga daging ayam ras dan telur di Kota Bandung misalnya, kembali mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Eric M Attaurik mengatakan, kenaikan masih ditemukan di delapan pasar rakyat, yakni Pasar Sederhana, Pasar Kiaracondong, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Ancol, Pasar Palasari, Pasar Ciwastra dan Pasar Ujungberung. Harga ayam di delapan pasar rakyat mencapai harga Rp 40 ribu per kilogram dan telur ayam Rp 28 ribu hingga Rp 29 ribu per kilogram.

“Kamarin per hari Selasa harganya sudah mengalami kenaikan lagi dibanding minggu-minggu yang lalu,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, di Bandung, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, indikasi kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Satu diantaranya, harga ayam dan telur ayam mengalami kenaikan harga dari pemasok. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Pertanian salah satu indikasi kenaikannya karena ternyata di peternak terjadi kenaikan, yang disebabkan karena harga pakan, obat mengalami kenaikan,” katanya.

Selain itu, Erick menduga, permintaan dua komoditas tersebut terus mengalami peningkatan pasca libur panjang Idul Fitri dan libur sekolah. Meningkatnya biaya produksi dimana hal tersebut diakibatkan oleh cuaca dingin yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, juga turut mempengaruhi kenaikan harga. Kondisi ini diperparah juga dengan meningkatnya harga pakan dan obat-obatan untuk pembesatan Day Old Chicken (DOC).

“Beberapa wilayah mengalami cuaca dingin sehingga otomatis harga produksi bertambah, karena harus ada penambahan untuk penghangat, yang kita pelajari adalah dampak dari harga dolar, karena sejumlah pakan impor yang mungkin terdampak termasuk DOC,” katanya.

Pihaknya pun mengaku saat ini sudah melaporkan kenaikan harga komoditas ayam ini kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perdagangan untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kita sudah laporkan ke Indag Provinsi Jabar dan Kementerian karena gejala ini tidak hanya di Kota Bandung, tapi dibeberapa daerah terjadi tren di Jabar,” katanya

Sementara itu, ia belum bisa memastikan program daging ayam beku murah masih berjalan atau tidak. Pasalnya program yang dikerjasamakan dengan PD Pasar itu sebenarnya untuk mengantisipasi lonjakan harga ayam di momen puasa dan Idulfitri.

“Prinsipnya kemarin kan inisiasi Pemkot Bandung dan PD Pasar kemarin dalam rangka idulfitri,  sekarang terjadi (lagi), kita tunggu kecendrungan gimana satu minggu kedepan,” pungkasnya.



Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

 

BERITA TERKAIT


Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
 

BERITA PILIHAN


Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

 

BERITA LAINNYA

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Jika Mekanismenya Benar, Penyelewengan Dana Hibah Tidak Akan Terjadi
Senin 12 November 2018


CBA Sebut Dana Hibah Sebagai Pos Rawan Penyelewengan
Senin 12 November 2018 Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil Atasi Banjir Kabupaten Bandung, Hulu Sungai Citarum Harus Diperhatikan
Senin 12 November 2018 Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil Pusat Ekonomi Kreatif Akan Hadir di 27 Kabupaten/Kota di Jabar
Senin 12 November 2018 Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil Disparbud Jabar Sambut Baik Rute Penerbangan Garuda Bandung-Singapura
Senin 12 November 2018 Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil Disparbud Jabar Sambut Baik Rute Penerbangan Garuda Bandung-Singapura
Senin 12 November 2018 Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil KNPI Bandung Berkolaborasi Guna Siapkan Pemuda Hadapi Revolusi Industri 4.0
Senin 12 November 2018 Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

 

 

BERITA TERKAIT

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
Rabu 11 Juli 2018, 19:32 WIB
Kota Bandung

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil
Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil


Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Meski bulan puasa dan lebaran sudah lewat, namun harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di beberapa pasar tradisional hingga kini masih relatif tinggi. Harga daging ayam ras dan telur di Kota Bandung misalnya, kembali mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Eric M Attaurik mengatakan, kenaikan masih ditemukan di delapan pasar rakyat, yakni Pasar Sederhana, Pasar Kiaracondong, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Ancol, Pasar Palasari, Pasar Ciwastra dan Pasar Ujungberung. Harga ayam di delapan pasar rakyat mencapai harga Rp 40 ribu per kilogram dan telur ayam Rp 28 ribu hingga Rp 29 ribu per kilogram.

“Kamarin per hari Selasa harganya sudah mengalami kenaikan lagi dibanding minggu-minggu yang lalu,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, di Bandung, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, indikasi kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Satu diantaranya, harga ayam dan telur ayam mengalami kenaikan harga dari pemasok. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Pertanian salah satu indikasi kenaikannya karena ternyata di peternak terjadi kenaikan, yang disebabkan karena harga pakan, obat mengalami kenaikan,” katanya.

Selain itu, Erick menduga, permintaan dua komoditas tersebut terus mengalami peningkatan pasca libur panjang Idul Fitri dan libur sekolah. Meningkatnya biaya produksi dimana hal tersebut diakibatkan oleh cuaca dingin yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, juga turut mempengaruhi kenaikan harga. Kondisi ini diperparah juga dengan meningkatnya harga pakan dan obat-obatan untuk pembesatan Day Old Chicken (DOC).

“Beberapa wilayah mengalami cuaca dingin sehingga otomatis harga produksi bertambah, karena harus ada penambahan untuk penghangat, yang kita pelajari adalah dampak dari harga dolar, karena sejumlah pakan impor yang mungkin terdampak termasuk DOC,” katanya.

Pihaknya pun mengaku saat ini sudah melaporkan kenaikan harga komoditas ayam ini kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perdagangan untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kita sudah laporkan ke Indag Provinsi Jabar dan Kementerian karena gejala ini tidak hanya di Kota Bandung, tapi dibeberapa daerah terjadi tren di Jabar,” katanya

Sementara itu, ia belum bisa memastikan program daging ayam beku murah masih berjalan atau tidak. Pasalnya program yang dikerjasamakan dengan PD Pasar itu sebenarnya untuk mengantisipasi lonjakan harga ayam di momen puasa dan Idulfitri.

“Prinsipnya kemarin kan inisiasi Pemkot Bandung dan PD Pasar kemarin dalam rangka idulfitri,  sekarang terjadi (lagi), kita tunggu kecendrungan gimana satu minggu kedepan,” pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil

 

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Di Kota Bandung, Harga Ayam dan Telur Belum Stabil