Dibalik  




Minggu 19 Agustus 2018

10:30 WIB

Dibalik
@prfmnews

Dibalik
PRFMNewsChannel

Dibalik

Dibalik "Mengganggunya", Moko Miliki Potensi Ekonomi
Jumat 08 Juni 2018, 21:32 WIB
Kota Bandung

Dibalik
Dibalik




Dibalik

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemkot Bandung

BANDUNG,(PRFM) - Di bulan ramadan ini, Pemerintah kota Bandung melalui Satpol PP dan Dinas Pehubungan (Dishub), juga Satlantas Polrestabes Bandung gencar melakukan penertiban PKL yang menggunakan mobil, atau akrab disapa mobil toko (moko) yang banyak berjejer di beberapa ruas jalan protokol di Kota Bandung. Pakar Kebijakan Publik, Silvariyadi Rahman menilai, harus ada ketegasan terhadap penindakan moko tersebut.

Menurut Silva, Moko ini setidaknya melanggar 3 peraturan yang berlaku di Kota Bandung. 3 peraturan tersebut mulai dari pelanggaran parkir, pelanggaran zona berjualan, dan pelanggaran peruntukan mobil.

Sebagai upaya jera, Pemkot Bandung menjatuhkan denda sebesar Rp. 1 juta bagi moko yang nekat berjualan. Namun, Silva memandang jika urusan denda memang penting, namun bukan yang utama.

"Bukan soal angkanya kalau kita ingin menimbulkan jera, tapi juga sebenarnya sosialilasi mengenai ini harus kita lakukan," tegas Silva saat on air di PRFM, Jumat (08/06/2018).

Diluar pelanggaran yang dilakukan, Silva menilai, Pemkot Bandung harusnya melihat jika Moko ini merupakan sebuah potensi wisata dan pengembangan usaha. Pasalnya, sebagain besar pelaku usaha moko merupakan pelaku industri kreatif kecil menengah.

"Pemerintah sebenarnya bisa saja melihat fenomena ini menjadi potensi, karena yang bergerak disini adalah UKM," ujarnya.

Oleh karenanya, Silva pun berharap ada sebuah space atau tempat khusus bagi moko ini yang tidak mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.



Dibalik

Dibalik

 

BERITA TERKAIT


Dibalik
 

BERITA PILIHAN


Dibalik

 

BERITA LAINNYA

Dibalik

Bandung dan Jawa Barat Cerah Berawan Sepanjang Hari
Minggu 19 Agustus 2018


Pelarangan Striker Asing Wacana yang Keliru
Minggu 19 Agustus 2018 Dibalik Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur di Jabar Sudah Mendesak
Minggu 19 Agustus 2018 Dibalik Luas Sawah di Jabar yang Mengalami Kekeringan Masih Relatif Kecil
Minggu 19 Agustus 2018 Dibalik Mantan Pelatih Timnas Sambut Positif Pelarangan Striker Asing
Minggu 19 Agustus 2018 Dibalik Pemerintah Gelontorkan Rp 800 Triliun untuk Transfer Daerah dan Dana Desa
Minggu 19 Agustus 2018 Dibalik Wacana Pelarangan Striker Asing Terlalu Dipaksakan
Minggu 19 Agustus 2018 Dibalik

Dibalik

 

 

BERITA TERKAIT

Dibalik Dibalik

Dibalik "Mengganggunya", Moko Miliki Potensi Ekonomi
Jumat 08 Juni 2018, 21:32 WIB
Kota Bandung

Dibalik
Dibalik


Dibalik

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemkot Bandung


BANDUNG,(PRFM) - Di bulan ramadan ini, Pemerintah kota Bandung melalui Satpol PP dan Dinas Pehubungan (Dishub), juga Satlantas Polrestabes Bandung gencar melakukan penertiban PKL yang menggunakan mobil, atau akrab disapa mobil toko (moko) yang banyak berjejer di beberapa ruas jalan protokol di Kota Bandung. Pakar Kebijakan Publik, Silvariyadi Rahman menilai, harus ada ketegasan terhadap penindakan moko tersebut.

Menurut Silva, Moko ini setidaknya melanggar 3 peraturan yang berlaku di Kota Bandung. 3 peraturan tersebut mulai dari pelanggaran parkir, pelanggaran zona berjualan, dan pelanggaran peruntukan mobil.

Sebagai upaya jera, Pemkot Bandung menjatuhkan denda sebesar Rp. 1 juta bagi moko yang nekat berjualan. Namun, Silva memandang jika urusan denda memang penting, namun bukan yang utama.

"Bukan soal angkanya kalau kita ingin menimbulkan jera, tapi juga sebenarnya sosialilasi mengenai ini harus kita lakukan," tegas Silva saat on air di PRFM, Jumat (08/06/2018).

Diluar pelanggaran yang dilakukan, Silva menilai, Pemkot Bandung harusnya melihat jika Moko ini merupakan sebuah potensi wisata dan pengembangan usaha. Pasalnya, sebagain besar pelaku usaha moko merupakan pelaku industri kreatif kecil menengah.

"Pemerintah sebenarnya bisa saja melihat fenomena ini menjadi potensi, karena yang bergerak disini adalah UKM," ujarnya.

Oleh karenanya, Silva pun berharap ada sebuah space atau tempat khusus bagi moko ini yang tidak mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.



 

BERITA LAINNYA



Dibalik

Dibalik

 

Dibalik   TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Dibalik