Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun  




Rabu 19 Desember 2018

10:12 WIB

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
@prfmnews

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
PRFMNewsChannel

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
Sabtu 14 Juli 2018, 17:58 WIB
Jawa Barat

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun




Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat belum bisa memprediksi kapan harga daging ayam dan telur ayam negeri kembali normal. Pasalnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga terus merangkak naik selama beberapa kurun waktu terakhir.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dewi Sartika menuturkan, guna menstabilkan kembali harga ayam dan telur ayam, para peternak diimbau selalu menjaga kesehatan hewan ternak. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pakan enzim atau herbal dan menjaga kebersihan kandang.

"Upaya yang dilakukan dari peternak adalah bagaimana lingkungan kandang itu biosecurity harus bagus, kandang harus sehat dengan tekanan udara harus diperhatikan," ujar Dewi kepada PRFM, Sabtu (14/7/2018).

Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan semacam antibodi bagi ayam sebagai pengganti Antibiotik Growth Promotor (AGP) yang sekarang sudah dilarang dipakai.

"Jadi harus konsen dari kita semua termasuk pemerintah dan masyarakat agar gizi dari ayam ini tetap terjangkau dan murah," imbuhnya.

Terkait harga yang terus melambung, Dewi menjelaskan beberapa faktornya. Untuk harga daging ayam beberapa alasannya adalah, Day Old Chicken (DOC) yang berasal dari produsennya pun sudah mahal. Hal ini dikarenakan ada beban tambahan biaya dalam pakan ayam untuk menggantikan AGP.

Lanjutnya yaitu pengaruh nilai tukar Dollar AS yang juga naik, sehingga mempengaruhi harga pakan. Kemudian harga jagung belum stabil, padahal hampir 50 persen bahan baku pakan ayam berasal dari jagung.

"Beberapa hari terakhir juga cuaca dingin, jadi peternak harus membuat dinding khusus di kandang ayam. Jadi input produksi ada penambahan," paparnya.

Sedangkan untuk telur ayam negeri, Provinsi Jawa Barat bertindak sebagai konsumen, sebab produsennya adalah Blitar dan Boyolali yang menyumbang sekitar 35 persen untuk Nasional. Maka dari itu, harga telur ayam negeri dari produsennya pun memang sudah tinggi di angka Rp 25.000.

"Di Ciamis ada (produsen) tapi sedikit, dan di Ciamis juga mengungkapkan masalah yang sama seperti peternak ayam," pungkasnya.



Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

 

BERITA TERKAIT


Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
 

BERITA PILIHAN


Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

 

BERITA LAINNYA

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Rabu Ini, Aksi Demonstrasi Terdapat Disejumlah Titik Kota Bandung
Rabu 19 Desember 2018


Danpussenif Ingin Sinergitas TNI dan Rakyat Ditingkatkan
Rabu 19 Desember 2018 Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun Pangdam III Siliwangi Ingin Prajurit Infanteri Tanamkan Pratiotisme Sudirman
Rabu 19 Desember 2018 Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun Bandung Berpotensi Hujan Karena Kelembaban Udara yang Tinggi
Rabu 19 Desember 2018 Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun Pengamat: Pengusutan Pengaturan Skor Sekarang Terlambat
Rabu 19 Desember 2018 Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun Tim Satgas Dapat Perkecil Ruang Gerak Pelaku Pengaturan Skor
Rabu 19 Desember 2018 Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun Peneliti Hukum Olahraga Jamin Beda Pemberantasan Pengaturan Skor Kali Ini
Rabu 19 Desember 2018 Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

 

 

BERITA TERKAIT


Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
Sabtu 14 Juli 2018, 17:58 WIB
Jawa Barat

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun
Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun


Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat belum bisa memprediksi kapan harga daging ayam dan telur ayam negeri kembali normal. Pasalnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga terus merangkak naik selama beberapa kurun waktu terakhir.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dewi Sartika menuturkan, guna menstabilkan kembali harga ayam dan telur ayam, para peternak diimbau selalu menjaga kesehatan hewan ternak. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pakan enzim atau herbal dan menjaga kebersihan kandang.

"Upaya yang dilakukan dari peternak adalah bagaimana lingkungan kandang itu biosecurity harus bagus, kandang harus sehat dengan tekanan udara harus diperhatikan," ujar Dewi kepada PRFM, Sabtu (14/7/2018).

Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan semacam antibodi bagi ayam sebagai pengganti Antibiotik Growth Promotor (AGP) yang sekarang sudah dilarang dipakai.

"Jadi harus konsen dari kita semua termasuk pemerintah dan masyarakat agar gizi dari ayam ini tetap terjangkau dan murah," imbuhnya.

Terkait harga yang terus melambung, Dewi menjelaskan beberapa faktornya. Untuk harga daging ayam beberapa alasannya adalah, Day Old Chicken (DOC) yang berasal dari produsennya pun sudah mahal. Hal ini dikarenakan ada beban tambahan biaya dalam pakan ayam untuk menggantikan AGP.

Lanjutnya yaitu pengaruh nilai tukar Dollar AS yang juga naik, sehingga mempengaruhi harga pakan. Kemudian harga jagung belum stabil, padahal hampir 50 persen bahan baku pakan ayam berasal dari jagung.

"Beberapa hari terakhir juga cuaca dingin, jadi peternak harus membuat dinding khusus di kandang ayam. Jadi input produksi ada penambahan," paparnya.

Sedangkan untuk telur ayam negeri, Provinsi Jawa Barat bertindak sebagai konsumen, sebab produsennya adalah Blitar dan Boyolali yang menyumbang sekitar 35 persen untuk Nasional. Maka dari itu, harga telur ayam negeri dari produsennya pun memang sudah tinggi di angka Rp 25.000.

"Di Ciamis ada (produsen) tapi sedikit, dan di Ciamis juga mengungkapkan masalah yang sama seperti peternak ayam," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun

 

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Dinas Peternakan Jabar Belum Bisa Prediksi Kapan Harga Ayam Turun