DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  




Selasa 25 April 2017

05:58 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
@prfmnews

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
PRFMNewsChannel

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:18 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan




DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA TERKAIT


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
 

BERITA PILIHAN


Ini Syarat Pembuatan KIA

Kamis 20 April 2017

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA LAINNYA

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

#DjanurOut Menggema, Ini Komentar Djadjang
Senin 24 April 2017


#DjanurOut Menggema, Ini Komentar Djadjang
Senin 24 April 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan "Lord" Atep Ajak Semua Pihak Tak Saling Menyalahkan
Senin 24 April 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan "Lord" Atep Ajak Semua Pihak Tak Saling Menyalahkan
Senin 24 April 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Billy Akui Belum Puas Dengan Performanya
Minggu 23 April 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan PSM Pertanyakan Status Raphael "Maung" Timo di Persib
Minggu 23 April 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Ini Alasan Djanur Ganti Billy
Minggu 23 April 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:18 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Billy Akui Belum Puas Dengan Performanya
Minggu 23 April 2017
PERSIB


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan