DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  




Sabtu 25 Februari 2017

07:38 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
@prfmnews

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
PRFMNewsChannel

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:18 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan




DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA TERKAIT


C-Generation, Gaul Gak Musti Amburadul

Selasa 06 September 2016

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
 

BERITA PILIHAN


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA LAINNYA

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Umuh Minta Persib Jangan Anggap Remeh Mitra Kukar
Sabtu 25 Februari 2017


Soal Algojo Penalti, Ini Jawaban Sergio
Jumat 24 Februari 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Soal Algojo Penalti, Ini Jawaban Sergio
Jumat 24 Februari 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Dedi Mulyadi Beri Kuis Untuk Roffi, Berhadiah Rp 10 Juta
Kamis 23 Februari 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Pintu Dipasangi Police Line, Warga Minta Segera Dibuka
Rabu 22 Februari 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Pintu Dipasangi Police Line, Warga Minta Segera Dibuka
Rabu 22 Februari 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Bupati Purwakarta Berbagi Kebijakan Vokasional di Cirebon
Rabu 22 Februari 2017 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

 

BERITA TERKAIT

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:18 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Soal Algojo Penalti, Ini Jawaban Sergio
Jumat 24 Februari 2017
PERSIB


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Soal Algojo Penalti, Ini Jawaban Sergio
Jumat 24 Februari 2017
PERSIB


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Dedi Mulyadi Beri Kuis Untuk Roffi, Berhadiah Rp 10 Juta
Kamis 23 Februari 2017
Purwakarta Istimewa


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Pintu Dipasangi Police Line, Warga Minta Segera Dibuka
Rabu 22 Februari 2017
Purwakarta Istimewa


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Pintu Dipasangi Police Line, Warga Minta Segera Dibuka
Rabu 22 Februari 2017
Purwakarta Istimewa


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan