DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  




Jumat 25 Mei 2018

14:12 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
@prfmnews

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
PRFMNewsChannel

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:18 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan




DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA TERKAIT


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
 

BERITA PILIHAN


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA LAINNYA

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Demiz: Masyarakat Harus Siap Menerima Kehadiran BIJB
Jumat 25 Mei 2018


Ini Hal yang Diwaspadai Gomez Dari Bali United
Jumat 25 Mei 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Inggris Mencari Peruntungan di Rusia
Jumat 25 Mei 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Pemkot Bandung Komitmen Tangani Kemiskinan
Jumat 25 Mei 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Lupakan Kemenangan Atas PSM, Persib Fokus Hadapi Bali United
Jumat 25 Mei 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Lembaga Survei Ilma Sebut Peta Persaingan Pilgub Jabar Masih Bersifat Dinamis
Jumat 25 Mei 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Mendaki Gunung Saat Puasa, Kenapa Tidak?
Kamis 24 Mei 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

 

BERITA TERKAIT

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:18 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Demiz: Masyarakat Harus Siap Menerima Kehadiran BIJB
Jumat 25 Mei 2018
Pilgub Jabar 2018


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Inggris Mencari Peruntungan di Rusia
Jumat 25 Mei 2018
Piala Dunia 2018


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Pemkot Bandung Komitmen Tangani Kemiskinan
Jumat 25 Mei 2018
Kota Bandung


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan