DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan  




Selasa 24 April 2018

04:25 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
@prfmnews

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
PRFMNewsChannel

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:17 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan




DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA TERKAIT


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
 

BERITA PILIHAN


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

BERITA LAINNYA

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Grand Final Liga Seni Budaya Bandung Berlangsung Semarak Sekaligus Menegangkan
Senin 23 April 2018


Pemerintah Upayakan Persoalan Lahan Dua Megaproyek di Sukabumi Tuntas Tahun ini
Senin 23 April 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan 2 Anggota Baru DPRD Jabar Dilantik, Iwa Harapkan Sinergitas Terus Terjalin
Senin 23 April 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan DPRD Jabar Lantik 2 Anggota Baru Sebagai PAW
Senin 23 April 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan PPP Akan All Out Menangkan RINDU
Senin 23 April 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan PPP Akan All Out Menangkan RINDU
Senin 23 April 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan Syaikhu Ajak Warga Majalengka Manfaatkan Peluang Usaha
Senin 23 April 2018 DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

 

BERITA TERKAIT

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
Rabu 11 Januari 2017, 22:17 WIB

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan
DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 10 DPR RI, Dadang Rusdiana berpendapat, pendidikan dengan kekerasan akan menciptakan kekerasan yang berkelanjutan juga. Hal ini diungkapkan Dadang menyusul tewasnya seorang taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra (18) akibat dianiaya seniornya.

"Ini kan sekolah, apapun jenjangnya itu harus dipahami sebagai sebuah taman belajar, jadi setiap orang yang belajar di sekolah atau perguruan tinggi dididik menjadi orang yang memiliki kemampuan dari berbagai aspek psikologi, pendidikan dan sebagainya, bukan menjadi orang yang melakukan kekerasan serupa," ucap Dadang kepada Radio PRFM, Rabu (11/1/2017).

Dadang menuturkan, langkah dari DPR untuk menekan terjadinya kembali kasus tersebut yakni berkomunikasi bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti) untuk memberi sanksi kepada penyelengara pendidkan yang menyeleweng dari UU Pendidikan.

"Pengawasan terus dilakukan, walau STIP berada dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi dia tidak bisa melakukan apa saja seenaknya, KemristekDikti bisa memberi sanksi jika ada pelanggaran," ucapnya.

Selain itu, langkah panjang kedepannya, pihaknya akan merevisi UU agar Pendidikan berada satu meja di bawah KemristekDikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pasalnya, menurut Dadang kini masih adanya ego sectoral atau masing-masing penyelenggara pendidikan ingin menunjukkan "kegagahan"-nya dalam mendidik pelajar.

"Seperti sekolah dinas yang menerapkan semi-militernya karena ingin menunjukkan kedisiplinan tinggi tapi diwarnai kekerasan, ini yang perlu diluruskan," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPRD Jabar Lantik 2 Anggota Baru Sebagai PAW
Senin 23 April 2018
Jawa Barat


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

PPP Akan All Out Menangkan RINDU
Senin 23 April 2018
Pilgub Jabar 2018


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

PPP Akan All Out Menangkan RINDU
Senin 23 April 2018
Pilgub Jabar 2018


DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan   TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

DPR : Pendidikan Dengan Kekerasan Ciptakan Kekerasan