DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup  




Kamis 19 Juli 2018

05:17 WIB

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
@prfmnews

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
PRFMNewsChannel

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
Selasa 13 Februari 2018, 16:32 WIB

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup




DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Laman resmi DPR RI

BANDUNG, (PRFM) - Ketua Pansus RUU Pertembakauan DPR RI, Firman Subagyo mengatakan, berdasarkan kunjungan ke daerah-daerah, industri rokok ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kondisi ini mengetuk Anggota DPR bahwa RUU yang disusun tersebut jangan dilihat dari sisi negatifnya saja yaitu aspek kesehatan, tapi juga aspek-aspek lainnya.


“Yang juga memprihatinkan, kondisi industri rokok banyak yang mulai tutup, seperti Jambu Bol dan Sukun di Kudus, dari karyawannya 10 ribu kini tinggal 4.500. Kalau tidak segera dibuat regulasi, maka dampak sosial para pekerja, petani dan industri kian berat. Pada gilirannya, penerimaan negara akan terganggu secara besar-besaran,” ungkapnya usai memimpin Rapat Pansus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

 

Menurut Firman, komoditas tembakau memberi dampak perekonomian nasional berupa penerimaan negara yang cukup besar mencapai Rp 100-120 triliun per tahun. Keluh kesah lain dari para pengusaha yaitu cukai yang memberatkan.


"Tetapi sekarang berbalik menjadi salah satu alternatif penerimaan negara. Dari penyerapan aspirasi terungkap, ketika cukai rokok naik tajam, maka tidak menutup kemungkinan penyalahgunaan cukai palsu. Ini yang harus diwaspadai,” ungkapnya dilansir laman resmi DPR RI.

 

Sedangkan dampak berikutnya, sambung Firman, kalau ini terus ditekan, maka industri rokok akan kolaps. Dampaknya yaitu peningkatan pengangguran dan hasil produksinya tidak akan terserap. 


"Padahal di sisi lain, ada industri rokok asing yang sudah mulai  menanam tembakau guna memenuhi kebutuhannya yang berkadar tar rendah," pungkas Firman.




DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

 

BERITA TERKAIT


DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
 

BERITA PILIHAN


DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

 

BERITA LAINNYA

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

DPRD Kota Bandung Akan Tindaklanjuti Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam
Rabu 18 Juli 2018


Emil Tekankan Pengelola Pasar Baru Kedepannya Mesti Berlaku Adil
Rabu 18 Juli 2018 DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup Kredit Mesra Di Perluas, Pelayanan Air Bersih Dikembangkan
Rabu 18 Juli 2018 DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup Kredit Mesra Di Perluas, Pelayanan Air Bersih Dikembangkan
Rabu 18 Juli 2018 DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup Evaluasi Ulang Proyek Perluasan Pangleseran - Cibatu Pangandaran Dinilai Janggal
Rabu 18 Juli 2018 DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup Produk IKM Kabupaten Bandung Akan Hiasi Perhelatan Asian Games 2018
Rabu 18 Juli 2018 DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup Sekda Jabar Ungkap Peran Motekar Bagi Keluarga di Jabar
Rabu 18 Juli 2018 DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

 

 

BERITA TERKAIT

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
Selasa 13 Februari 2018, 16:32 WIB

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup
DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup


DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Laman resmi DPR RI


BANDUNG, (PRFM) - Ketua Pansus RUU Pertembakauan DPR RI, Firman Subagyo mengatakan, berdasarkan kunjungan ke daerah-daerah, industri rokok ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kondisi ini mengetuk Anggota DPR bahwa RUU yang disusun tersebut jangan dilihat dari sisi negatifnya saja yaitu aspek kesehatan, tapi juga aspek-aspek lainnya.


“Yang juga memprihatinkan, kondisi industri rokok banyak yang mulai tutup, seperti Jambu Bol dan Sukun di Kudus, dari karyawannya 10 ribu kini tinggal 4.500. Kalau tidak segera dibuat regulasi, maka dampak sosial para pekerja, petani dan industri kian berat. Pada gilirannya, penerimaan negara akan terganggu secara besar-besaran,” ungkapnya usai memimpin Rapat Pansus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

 

Menurut Firman, komoditas tembakau memberi dampak perekonomian nasional berupa penerimaan negara yang cukup besar mencapai Rp 100-120 triliun per tahun. Keluh kesah lain dari para pengusaha yaitu cukai yang memberatkan.


"Tetapi sekarang berbalik menjadi salah satu alternatif penerimaan negara. Dari penyerapan aspirasi terungkap, ketika cukai rokok naik tajam, maka tidak menutup kemungkinan penyalahgunaan cukai palsu. Ini yang harus diwaspadai,” ungkapnya dilansir laman resmi DPR RI.

 

Sedangkan dampak berikutnya, sambung Firman, kalau ini terus ditekan, maka industri rokok akan kolaps. Dampaknya yaitu peningkatan pengangguran dan hasil produksinya tidak akan terserap. 


"Padahal di sisi lain, ada industri rokok asing yang sudah mulai  menanam tembakau guna memenuhi kebutuhannya yang berkadar tar rendah," pungkas Firman.




 

BERITA LAINNYA



DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup

 

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

DPR: Industri Rokok Indonesia Banyak yang Tutup