DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan  




Rabu 19 Februari 2020

14:46 WIB

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
@prfmnews

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
PRFMNewsChannel

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
Sabtu 01 Februari 2020, 21:35 WIB
Virus Corona
DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan




DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan mengkritisi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang belum sekalipun memberikan pemaparan komprehensif tentang tata cara dan prosedur karantina ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Tiongkok, di Natuna. 

"Sampai sekarang Kemenkes belum pernah memberikan paparan yang sangat komprehensif tentang penanganan karantina ini. Gimana nih caranya? karena kan karantina itu dimulai sejak mereka masuk kedalam pesawat, sampai mereka masuk kedalam rumah sakit tempat karantina. Itu penting," ujar Farhan saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, kejelasan terkait prosedural karantina ini sangat penting, agar masyarakat Natuna tenang. Selain itu, kata Farhan, masyarakat juga perlu tahu apakah diantara WNI dari Wuhan ini sudah menunjukan gejala terinfeksi virus Corona atau sedang dalam masa inkubasi dan lain-lain.

"Jadi soal kejelasan ini kita (Komisi 1) bersama-sama Komisi 9 (DPR RI) lagi kejar sekarang (ke Kemenkes), untuk memastikan bahwa karantina ini memberikan rasa tenang pada semua orang," katanya.

Selain itu, Farhan juga mengaku bahwa pihaknya hingga saat ini tidak pernah tahu bahwa di Natuna mempunyai fasilitas karantina yang sangat baik. Sehingga hal ini membuatnya deg-degan dan merasa tidak tenang.

"Minimal level kelas A, ada gak? gak pernah tahu kan? nah itu harus jelas. Jangan cuman sekadar kesana, lalu dikirim dokter-dokter terbaik dan alat-alat sterilisasi kesana sementara fasilitasnya belum tentu ada," ungkapnya.

Meski begitu, Farhan tak ingin Pemerintah Kabupaten Natuna menolak kebijakan dari pemerintah pusat ini. Karena, lanjutnya, proses evakuasi ini merupakan tugas kemanusiaan.

"Itu gak boleh, Jangan sampai menolak. Saya yakin kalau warga dan pemerintah Kabupaten Natuna bukan menolak, tapi minta kejelasan. Kalau dijelaskan dengan baik pasti tidak ada penolakan itu," kata Farhan. 

Sehingga, ia meminta dengan tegas agar Pemerintah pusat melalui Kemenkes hingga Panglima TNI harus betul-betul meyakinkan pemerintah dan masyarakat Natuna, bahwa program karantina ini tidak menimbulkan keresahan.

"Mereka bisa dibantu Panglima TNI disana, intinya Kemenkes harus membuat penjelasan yang clear mengenai hal ini. Saya khawatirnya kemenkes ini menjadi dokter yang hanya bisa berbahasa kedokteran, tapi gagal membuat kita paham sebagai pasien," pungkasnya.











 

BERITA TERKAIT


Jawa Barat Waspada Virus Corona

Minggu 26 Januari 2020

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
 

BERITA PILIHAN


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

 

BERITA LAINNYA

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020


Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020 DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020 DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan Dua Tahun Citarum Harum, Pabrik di Sekitar DAS Berlomba-Lomba Buat IPAL
Minggu 09 Februari 2020 DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

 

 

BERITA TERKAIT


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Hati-Hati, Gejala Virus Corona Mirip Influenza
Sabtu 25 Januari 2020, 11:35 WIB DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Hidup Sehat, Bentuk Antisipasi Serangan Virus Corona
Sabtu 25 Januari 2020, 12:40 WIB DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Ini Cara Virus Corona Serang Manusia
Sabtu 25 Januari 2020, 13:48 WIB DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Jawa Barat Waspada Virus Corona
Minggu 26 Januari 2020, 06:32 WIB

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
Sabtu 01 Februari 2020, 21:35 WIB
Virus Corona

DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan
DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan mengkritisi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang belum sekalipun memberikan pemaparan komprehensif tentang tata cara dan prosedur karantina ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Tiongkok, di Natuna. 

"Sampai sekarang Kemenkes belum pernah memberikan paparan yang sangat komprehensif tentang penanganan karantina ini. Gimana nih caranya? karena kan karantina itu dimulai sejak mereka masuk kedalam pesawat, sampai mereka masuk kedalam rumah sakit tempat karantina. Itu penting," ujar Farhan saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, kejelasan terkait prosedural karantina ini sangat penting, agar masyarakat Natuna tenang. Selain itu, kata Farhan, masyarakat juga perlu tahu apakah diantara WNI dari Wuhan ini sudah menunjukan gejala terinfeksi virus Corona atau sedang dalam masa inkubasi dan lain-lain.

"Jadi soal kejelasan ini kita (Komisi 1) bersama-sama Komisi 9 (DPR RI) lagi kejar sekarang (ke Kemenkes), untuk memastikan bahwa karantina ini memberikan rasa tenang pada semua orang," katanya.

Selain itu, Farhan juga mengaku bahwa pihaknya hingga saat ini tidak pernah tahu bahwa di Natuna mempunyai fasilitas karantina yang sangat baik. Sehingga hal ini membuatnya deg-degan dan merasa tidak tenang.

"Minimal level kelas A, ada gak? gak pernah tahu kan? nah itu harus jelas. Jangan cuman sekadar kesana, lalu dikirim dokter-dokter terbaik dan alat-alat sterilisasi kesana sementara fasilitasnya belum tentu ada," ungkapnya.

Meski begitu, Farhan tak ingin Pemerintah Kabupaten Natuna menolak kebijakan dari pemerintah pusat ini. Karena, lanjutnya, proses evakuasi ini merupakan tugas kemanusiaan.

"Itu gak boleh, Jangan sampai menolak. Saya yakin kalau warga dan pemerintah Kabupaten Natuna bukan menolak, tapi minta kejelasan. Kalau dijelaskan dengan baik pasti tidak ada penolakan itu," kata Farhan. 

Sehingga, ia meminta dengan tegas agar Pemerintah pusat melalui Kemenkes hingga Panglima TNI harus betul-betul meyakinkan pemerintah dan masyarakat Natuna, bahwa program karantina ini tidak menimbulkan keresahan.

"Mereka bisa dibantu Panglima TNI disana, intinya Kemenkes harus membuat penjelasan yang clear mengenai hal ini. Saya khawatirnya kemenkes ini menjadi dokter yang hanya bisa berbahasa kedokteran, tapi gagal membuat kita paham sebagai pasien," pungkasnya.







 

BERITA LAINNYA



DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


DPR Kritik Kemenkes yang Belum Jelaskan Prosedur Karantina WNI dari Wuhan

Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020