E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online  




Jumat 23 Juni 2017

05:11 WIB

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
@prfmnews

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
PRFMNewsChannel

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
Jumat 10 Februari 2017, 19:18 WIB
e-KTP

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online




E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menduga, temuan sejumlah e-KTP palsu dan NPWP dari Kamboja dimanfaatkan untuk judi online bukan penggandaan suara saat Pilkada serentak nanti.

"Kita sudah koordinasi dengan Bea Cukai, ada orang yang mengirim barang cetakan, itu semua datanya palsu. Dugaannya itu untuk judi online bukan Pilkada," ujar Zudan kepada Radio PRFM, Jumat (10/2/2017).

Ia berpendapat, kejadian ini hanya kebetulan saja berdekatan dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2017 yang mengakibatkan isu tersebut menyebar cepat.

Selain itu, Zudan menegaskan penemuan barang cetakan tersebut bukan berjumlah ratusan seperti ramai dikabarkan sebelumnya, tapi hanya puluhan lembar saja yakni 36 e-KTP, 32 NPWP, satu Buku Tabungan dan Kartu ATM.

Seperti diketahui, Bea Cukai menemukan puluhan lembar e-KTP, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) palsu, Buku Tabungan, serta Kartu ATM di Bandara Soekarno Hatta pada 3 Februari 2017 lalu. Didalam paket tersebut manifestnya tertulis ID Card yang dikirim dari Kamboja melalui perusahaan jasa pengiriman barang.

 



E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

 

BERITA TERKAIT


E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
 

BERITA PILIHAN


E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

 

BERITA LAINNYA

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

H-3 Lebaran 2017, Jalur Tasikmalaya Kota Masih Terpantau Ramai Lancar
Kamis 22 Juni 2017


Lebaran 2017, Pemudik di Bandara Husein Sastranegara Alami Penurunan
Kamis 22 Juni 2017 E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online Lebaran 2017, Pemudik di Bandara Husein Sastranegara Alami Penurunan
Kamis 22 Juni 2017 E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online Pemerintah Kota Bandung Berikan BNPT Terakhir di Kelurahan Warung Muncang
Kamis 22 Juni 2017 E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online Motornya Dicuri, Warga Ini Janjikan Imbalan Rp 1 Juta Bagi yang Bisa Menemukan
Kamis 22 Juni 2017 E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online Motornya Dicuri, Warga Ini Janjikan Imbalan Rp 1 Juta Bagi yang Bisa Menemukan
Kamis 22 Juni 2017 E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online Final Liga Ngabuburit 2017 Turut Dihadiri Pemain Legendaris Persib
Kamis 22 Juni 2017 E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

 

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
Jumat 10 Februari 2017, 19:18 WIB
e-KTP

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online
E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online


E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menduga, temuan sejumlah e-KTP palsu dan NPWP dari Kamboja dimanfaatkan untuk judi online bukan penggandaan suara saat Pilkada serentak nanti.

"Kita sudah koordinasi dengan Bea Cukai, ada orang yang mengirim barang cetakan, itu semua datanya palsu. Dugaannya itu untuk judi online bukan Pilkada," ujar Zudan kepada Radio PRFM, Jumat (10/2/2017).

Ia berpendapat, kejadian ini hanya kebetulan saja berdekatan dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2017 yang mengakibatkan isu tersebut menyebar cepat.

Selain itu, Zudan menegaskan penemuan barang cetakan tersebut bukan berjumlah ratusan seperti ramai dikabarkan sebelumnya, tapi hanya puluhan lembar saja yakni 36 e-KTP, 32 NPWP, satu Buku Tabungan dan Kartu ATM.

Seperti diketahui, Bea Cukai menemukan puluhan lembar e-KTP, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) palsu, Buku Tabungan, serta Kartu ATM di Bandara Soekarno Hatta pada 3 Februari 2017 lalu. Didalam paket tersebut manifestnya tertulis ID Card yang dikirim dari Kamboja melalui perusahaan jasa pengiriman barang.

 



 

BERITA LAINNYA



E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online

 

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

E-KTP Palsu dari Kamboja Diduga Untuk Judi Online