Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista  




Minggu 19 Agustus 2018

12:25 WIB

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
@prfmnews

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
PRFMNewsChannel

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
Senin 15 Januari 2018, 23:53 WIB

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista




Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Tren ngopi kini tengah menggandrungi kalangan anak muda, di gelombang generasi ketiga (third wave generation) gaya ngopi masa kini, para penikmat kopi disebut mulai tertarik terhadap asal muasal biji kopi dan cara penyajiannya (brewing method).

Beragam acara pun digelar untuk terus menyebarkan virus manual brewing coffee atau cara penyajian kopi dengan metode manual. Beberapa manual brew yang sering ditemui di cafe-cafe kopi diantaranya Vietnam Drip, French Press, V60, Kalita, dan Aero Press.

Seperti sebuah perlombaan penyajian kopi dengan metode seduh Aero Press yang digelar di Waroeng Kompas, Jalan Cihanjuang, Kota Cimahi, Minggu (14/1/2018). Helaran yang dinamakan Fun Battle Aero Press ini tujuan utamanya bukan saling bersaing, tapi untuk ajang silaturahmi antar barista di Cimahi dan Bandung. Konsepnya, kompetisi santai, bukan serius.

Di Minggu malam itu, puluhan peserta yang hadir tampak memenuhi cafe Waroeng Kompas. Meski cuaca usai diguyur hujan ditambah hawa dingin, tapi suasana di tempat kompetisi terasa hangat karena para peserta saling bercengkrama dan bersenda gurau.

Penggagas acara Fun Battle Aero Press, Adrian Nandika menuturkan, mayoritas peserta merupakan barista di Bandung dan Cimahi. Beberapa diantara mereka pun pernah mengikuti lomba serupa di tingkat kota atau antar kedai.

Regulasi lombanya, peserta hanya diperbolehkan membawa teko (kettle) sendiri, sisanya disiapkan panitia seperti alat Aero Press, grinder, biji kopi (beans), dan lainnya. Jenis kopinya menggunakan biji kopi asli Jawa Barat.

Dikatakan Adrian, perlombaan ini diikuti sebanyak 30 peserta dan dibagi tiga babak. Babak pertama dan kedua jurinya adalah peserta lainnya, sedangkan babak ketiga atau final disiapkan juri khusus.

"Ada tiga babak, yang pertama namanya penyisihan, per grup tiga orang dengan 30 peserta. Babak dua dipersempit jadi 10 orang, pergrup dua orang. Babak final ada lima orang, dan dicari tiga terbaik," ujar Adrian kepada PRFM.

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Ide awal pembuatan lomba ini bermula ketika Adrian dan teman-teman barista lainnya saling berdiskusi, bagaimana caranya agar bisa mengumpulkan para barista di Cimahi untuk silaturahmi. Diakuinya acara serupa pernah digelar, tapi hanya mengundang teman-teman dekat di satu kedai saja. Beranjak dari hal ini, menginspirasi Adrian untuk membuat ajang kompetisi lebih besar.

"Yang utama bukan lomba, tapi saling sharing dan silaturahmi," tegasnya.

Ada tiga juri yang siap menilai peserta lomba. Para juri sudah profesional di bidangnya, mereka adalah Faisal Nurdin (Owner Warung Kopi Udinwati), Egi Nezki (Owner Gecko Coffee), dan Ogi (Roaster, Goldilocks).

Salah satu juri, Egi Nezki mengungkapkan, seni dari metode seduh Aero Press adalah tekniknya yang memanfaatkan tekanan manual dari gerakan tangan atau bagian tubuh barista untuk menuangkan kopi ke dalam gelas.

Teknik ini tidak bisa sembarangan, sebab lama waktu menekan alat Aero Press akan mempengaruhi hasil. Di samping dari ukuran gilingan kopi dan suhu air yang juga menentukan cita rasa kopi.

"Aero Press itu sulit, meski terlihat simple, karena dari cara penekanan, grind size, dan suhu air itu menentukan hasil. Secara teori 30 detik (penekanan) harus beres, karena kalau terlalu lama hasilnya bisa burn, kalau cepet juga under, tapi balik lagi ke grind size," paparnya.

Teknik penilaian lomba menggunakan sistem scoring, yaitu juri akan memberikan skor bagi setiap peserta. Penilaiannya dilihat dari beberapa faktor, seperti cita rasa kopi yang mencakup aroma, flavour, sweetness, acidity, body, dan after tase. Penilaian kedua adalah open service yang dilihat dari attitude dan cara presentasi si peserta.

"Yang paling penting itu nilai saat balance (keseimbangan) dari citarasa itu clean semua. Clean itu diibaratkan, kalau kata orang awam kopi itu pahit, tapi kalau yang paham kopi bisa tahu acidity beda-beda, ada aroma bunga-bungaan, sweetness lebih ke gula merah, after taste-nya enak ngga ada yang nyangkut di leher, dan lainnya," bebernya.

Juara pertama perlombaan ini mendapatkan hadiah alat seduh kopi, ditambah t-shirt dan beans kopi berukuran 500 gram. Juara kedua menerima t-shirt dan beans 300 gram. Sementara juara ketiga membawa pulang beans 200 gram.




Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

 

BERITA TERKAIT


Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
 

BERITA PILIHAN


Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

 

BERITA LAINNYA

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur di Jabar Sudah Mendesak
Minggu 19 Agustus 2018


Luas Sawah di Jabar yang Mengalami Kekeringan Masih Relatif Kecil
Minggu 19 Agustus 2018 Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista Wacana Pelarangan Striker Asing Terlalu Dipaksakan
Minggu 19 Agustus 2018 Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista Asian Games 2018 Torehkan Sejarah Baru
Minggu 19 Agustus 2018 Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista Kofi Annan Tutup Usia
Minggu 19 Agustus 2018 Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista Anies Harap Jakarta Jadi Tuan Rumah Asian Games Yang Baik
Sabtu 18 Agustus 2018 Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista Kim Targetkan Turun di Laga Persib Melawan Arema FC
Sabtu 18 Agustus 2018 Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

 

 

BERITA TERKAIT

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
Senin 15 Januari 2018, 23:53 WIB

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista
Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista


Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Tren ngopi kini tengah menggandrungi kalangan anak muda, di gelombang generasi ketiga (third wave generation) gaya ngopi masa kini, para penikmat kopi disebut mulai tertarik terhadap asal muasal biji kopi dan cara penyajiannya (brewing method).

Beragam acara pun digelar untuk terus menyebarkan virus manual brewing coffee atau cara penyajian kopi dengan metode manual. Beberapa manual brew yang sering ditemui di cafe-cafe kopi diantaranya Vietnam Drip, French Press, V60, Kalita, dan Aero Press.

Seperti sebuah perlombaan penyajian kopi dengan metode seduh Aero Press yang digelar di Waroeng Kompas, Jalan Cihanjuang, Kota Cimahi, Minggu (14/1/2018). Helaran yang dinamakan Fun Battle Aero Press ini tujuan utamanya bukan saling bersaing, tapi untuk ajang silaturahmi antar barista di Cimahi dan Bandung. Konsepnya, kompetisi santai, bukan serius.

Di Minggu malam itu, puluhan peserta yang hadir tampak memenuhi cafe Waroeng Kompas. Meski cuaca usai diguyur hujan ditambah hawa dingin, tapi suasana di tempat kompetisi terasa hangat karena para peserta saling bercengkrama dan bersenda gurau.

Penggagas acara Fun Battle Aero Press, Adrian Nandika menuturkan, mayoritas peserta merupakan barista di Bandung dan Cimahi. Beberapa diantara mereka pun pernah mengikuti lomba serupa di tingkat kota atau antar kedai.

Regulasi lombanya, peserta hanya diperbolehkan membawa teko (kettle) sendiri, sisanya disiapkan panitia seperti alat Aero Press, grinder, biji kopi (beans), dan lainnya. Jenis kopinya menggunakan biji kopi asli Jawa Barat.

Dikatakan Adrian, perlombaan ini diikuti sebanyak 30 peserta dan dibagi tiga babak. Babak pertama dan kedua jurinya adalah peserta lainnya, sedangkan babak ketiga atau final disiapkan juri khusus.

"Ada tiga babak, yang pertama namanya penyisihan, per grup tiga orang dengan 30 peserta. Babak dua dipersempit jadi 10 orang, pergrup dua orang. Babak final ada lima orang, dan dicari tiga terbaik," ujar Adrian kepada PRFM.

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Ide awal pembuatan lomba ini bermula ketika Adrian dan teman-teman barista lainnya saling berdiskusi, bagaimana caranya agar bisa mengumpulkan para barista di Cimahi untuk silaturahmi. Diakuinya acara serupa pernah digelar, tapi hanya mengundang teman-teman dekat di satu kedai saja. Beranjak dari hal ini, menginspirasi Adrian untuk membuat ajang kompetisi lebih besar.

"Yang utama bukan lomba, tapi saling sharing dan silaturahmi," tegasnya.

Ada tiga juri yang siap menilai peserta lomba. Para juri sudah profesional di bidangnya, mereka adalah Faisal Nurdin (Owner Warung Kopi Udinwati), Egi Nezki (Owner Gecko Coffee), dan Ogi (Roaster, Goldilocks).

Salah satu juri, Egi Nezki mengungkapkan, seni dari metode seduh Aero Press adalah tekniknya yang memanfaatkan tekanan manual dari gerakan tangan atau bagian tubuh barista untuk menuangkan kopi ke dalam gelas.

Teknik ini tidak bisa sembarangan, sebab lama waktu menekan alat Aero Press akan mempengaruhi hasil. Di samping dari ukuran gilingan kopi dan suhu air yang juga menentukan cita rasa kopi.

"Aero Press itu sulit, meski terlihat simple, karena dari cara penekanan, grind size, dan suhu air itu menentukan hasil. Secara teori 30 detik (penekanan) harus beres, karena kalau terlalu lama hasilnya bisa burn, kalau cepet juga under, tapi balik lagi ke grind size," paparnya.

Teknik penilaian lomba menggunakan sistem scoring, yaitu juri akan memberikan skor bagi setiap peserta. Penilaiannya dilihat dari beberapa faktor, seperti cita rasa kopi yang mencakup aroma, flavour, sweetness, acidity, body, dan after tase. Penilaian kedua adalah open service yang dilihat dari attitude dan cara presentasi si peserta.

"Yang paling penting itu nilai saat balance (keseimbangan) dari citarasa itu clean semua. Clean itu diibaratkan, kalau kata orang awam kopi itu pahit, tapi kalau yang paham kopi bisa tahu acidity beda-beda, ada aroma bunga-bungaan, sweetness lebih ke gula merah, after taste-nya enak ngga ada yang nyangkut di leher, dan lainnya," bebernya.

Juara pertama perlombaan ini mendapatkan hadiah alat seduh kopi, ditambah t-shirt dan beans kopi berukuran 500 gram. Juara kedua menerima t-shirt dan beans 300 gram. Sementara juara ketiga membawa pulang beans 200 gram.




 

BERITA LAINNYA



Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Asian Games 2018 Torehkan Sejarah Baru
Minggu 19 Agustus 2018
Asian Games 2018


Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Kofi Annan Tutup Usia
Minggu 19 Agustus 2018
LUAR NEGERI


Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Anies Harap Jakarta Jadi Tuan Rumah Asian Games Yang Baik
Sabtu 18 Agustus 2018
Asian Games 2018


Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista

 

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Fun Battle Aero Press, Kompetisi Sekaligus Ajang Silaturahmi Barista