Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?  




Rabu 16 Oktober 2019

16:53 WIB

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
@prfmnews

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
PRFMNewsChannel

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
Minggu 30 Juni 2019, 09:43 WIB

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?




Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Gempa magnitudo 5,3 yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Juni kemarin menyisakan teka-teki. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan hal itu saat On Air di PRFM, Minggu (30/6/2019). 

Daryono mengatakan, gampa Cilacap meninggalkan teka-teki lantaran menjadi gempa signifikan keempat yang mengguncang selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak 18 Mei 2019. Keempat gempa itu masing-masing terjadi pada 18 Mei, 9 Juni, 21 Juni, dan terakhir 29 Juni kemarin. 

"Melihat kedalaman gempa, ini yang menjadi tanda tanya. Ada peningkatan seismik, apakah terus berlanjut sebagai gempa pembuka, ataukah berhenti," katanya saat On Air di PRFM, Minggu (30/6/2019). 

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Cilacap Jawa Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Ia mengatakan, gempa besar memang tidak bisa diprediksi. Namun, bisa dilihat dari gejala-gejalanya. Ia mencontohkan gempa bumi 7,9 SR yang mengguncang Aceh 2004 silam. Gempa tersebut menurutnya, didahului oleh gempa-gempa yang signifikan.

"Gempa-gempa besar diatas kekuatan 7 SR, rata-rata memiliki gempa pembuka, jadi ada aktivias gempa yang mendahuluinya," katanya. 

Ia tak menjelaskan secara rinci lagi mengenai potensi lain dampak dari gempa selatan Jawa. Namun, ia mengimbau masyarakat di daerah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Mitigasi bencana juga perlu gencar disosialisasikan. 

"Kami sarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mitigasi diperkuat, dan sosialisasi terus dilakukan," ungkapnya.










 

BERITA TERKAIT


Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
 

BERITA PILIHAN


Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

 

BERITA LAINNYA

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

Jabar Sabet Tiga Penghargaan BergengsiInternasional di Markas PBB Asia Pasifik
Rabu 16 Oktober 2019


Dewan Sarankan Pemkot Bandung Danai Proyek LRT Melalui KPBU
Rabu 16 Oktober 2019 Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu? Tingkat Kunjungan Menurun, Pajak Hotel dan Restoran di Bandung Tak Capai Target
Rabu 16 Oktober 2019 Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu? Pemkot Punya Waktu 20 Tahun Benahi Drainase Kota Cimahi
Rabu 16 Oktober 2019 Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu? Termasuk Simulasi Soal, BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS
Rabu 16 Oktober 2019 Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu? Jokowi Minta Pelantikan Presiden & Wakil Presiden 2019-2024 Dilakukan Sederhana
Rabu 16 Oktober 2019 Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu? Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019 Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

 

 

BERITA TERKAIT

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu? Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
Minggu 30 Juni 2019, 09:43 WIB

Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?
Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?


Gempa Cilacap Tinggalkan Teka-Teki, Apa Itu?

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Gempa magnitudo 5,3 yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Juni kemarin menyisakan teka-teki. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan hal itu saat On Air di PRFM, Minggu (30/6/2019). 

Daryono mengatakan, gampa Cilacap meninggalkan teka-teki lantaran menjadi gempa signifikan keempat yang mengguncang selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak 18 Mei 2019. Keempat gempa itu masing-masing terjadi pada 18 Mei, 9 Juni, 21 Juni, dan terakhir 29 Juni kemarin. 

"Melihat kedalaman gempa, ini yang menjadi tanda tanya. Ada peningkatan seismik, apakah terus berlanjut sebagai gempa pembuka, ataukah berhenti," katanya saat On Air di PRFM, Minggu (30/6/2019). 

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Cilacap Jawa Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Ia mengatakan, gempa besar memang tidak bisa diprediksi. Namun, bisa dilihat dari gejala-gejalanya. Ia mencontohkan gempa bumi 7,9 SR yang mengguncang Aceh 2004 silam. Gempa tersebut menurutnya, didahului oleh gempa-gempa yang signifikan.

"Gempa-gempa besar diatas kekuatan 7 SR, rata-rata memiliki gempa pembuka, jadi ada aktivias gempa yang mendahuluinya," katanya. 

Ia tak menjelaskan secara rinci lagi mengenai potensi lain dampak dari gempa selatan Jawa. Namun, ia mengimbau masyarakat di daerah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Mitigasi bencana juga perlu gencar disosialisasikan. 

"Kami sarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mitigasi diperkuat, dan sosialisasi terus dilakukan," ungkapnya.






 

BERITA LAINNYA