Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur  




Kamis 18 Oktober 2018

18:40 WIB

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
@prfmnews

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
PRFMNewsChannel

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
Jumat 25 Mei 2018, 15:52 WIB
Jawa Barat

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur




Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG,(PRFM) - Ghairan, bocah laki-laki berusia 12 tahun ini divonis dokter mengidap penyakit anemia aplastik. Suatu kelainan darah yang terjadi ketika sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah baru, baik sel darah merah, darah putih, maupun trombosit. Kisahnya sempat viral di berbagai platform media sosial seperti Whatsapp Group.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Yuni Rahmawati dan Wisnu Ragasaputra ini berdomisili di Sukabumi. Adapun kini, mereka singgah di Bandung untuk berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Per hari, Ghairan minimal butuh 8 labu trombosit dan 2 labu sel darah merah. Karena untuk orang normal, idealnya memiliki trombosit 150.000-450.000, sementara Ghairan trombositnya bisa anjlok hingga 20.000. Sementara kadar hemoglobin (hb) anjlok di angka 8, dari idealnya 10-16.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan diri untuk mengunjugi Kantor Palang Merah Indoneia (PMI) Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (24/05/2018) malam.

"Kami dapat kabar, bahwa di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ada seorang anak memerlukan golongan darah O+. Kebetulan saya O+, sesuai, mudah-mudahan bisa membantu pasien tersebut," kata Aher usai mendonorkan darahnya.

Sebanyak 450 ml darah, disumbangkan Aher kala itu. Tak hanya dirinya, beberapa kru Gubernur pun, juga ikut menyumbangkan darahnya. Sayangnya, sang istri Netty Heryawan, tidak bisa menyumbangkan darahnya karena kekurangan kadar hemoglobin (hb).

Disamping itu, Aher menuturkan bahwa stok darah di PMI Kota Bandung, saat bulan Ramadhan ini memang terjadi pengurangan. Jumlah pendonor darah berkurang sebanyak 60 persen.

Dengan berkurangnya pendonor darah, tentu akan mempengaruhi persediaan darah. Sementara itu, para pendonor yang masih aktif menyumbangkan darahnya setelah waktu berbuka puasa, hanya sekitar 40 persen atau 50-60 pendonor.

Maka dari itu, Aher mengajak seluruh masyarakat untuk tak sungkan mendonorkan darahnya. Donor darah itu keren, kata Aher, life style hidup sehat yang bermanfaat bagi sesama juga bagi kesehatan diri.

"Alhamdulillah saya biasa donor darah rutin, karna ternyata donor darah itu bisa membantu orang lain, bisa menyelamatkan orang lain, sesama kita, saat yang sama kita juga sehat," ungkap Aher.

Saat darah diambil, sebut Aher, ada rangsangan sel darah baru untuk terbentuk kembali. Setelah diambil, dua hari kemudian sudah kembali cairan darah yang diambil.

"Dengan banyak minum air putih, dua hari sudah normal kembali cairan 450 ml sudah tergantikan," tuturnya.

Selama bulan Ramadan, PMI buka 24 jam demi terpenuhinya stok darah. Aher pun mengajak masyarakat untuk gemar mendonor darah karena ada nilai membantu sesama.



Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

 

BERITA TERKAIT


Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
 

BERITA PILIHAN


Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

 

BERITA LAINNYA

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

DT Peduli Akan Segera Realisasikan Family Shelter di Palu
Kamis 18 Oktober 2018


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018 Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018 Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur DPR Pertanyakan Alasan Pemerintah Tidak Mau Subsidi Premium dan Pertalite
Kamis 18 Oktober 2018 Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur Pemkot Bandung Gelar Audiensi dengan Pedagang Pasar Baru
Kamis 18 Oktober 2018 Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur Piala AFC Dimulai, Ini Jadwal Timnas U-19 Indonesia
Kamis 18 Oktober 2018 Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur Piala AFC Dimulai, Ini Jadwal Timnas U-19 Indonesia
Kamis 18 Oktober 2018 Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

 

 

BERITA TERKAIT


Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
Jumat 25 Mei 2018, 15:52 WIB
Jawa Barat

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur
Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur


Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG,(PRFM) - Ghairan, bocah laki-laki berusia 12 tahun ini divonis dokter mengidap penyakit anemia aplastik. Suatu kelainan darah yang terjadi ketika sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah baru, baik sel darah merah, darah putih, maupun trombosit. Kisahnya sempat viral di berbagai platform media sosial seperti Whatsapp Group.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Yuni Rahmawati dan Wisnu Ragasaputra ini berdomisili di Sukabumi. Adapun kini, mereka singgah di Bandung untuk berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Per hari, Ghairan minimal butuh 8 labu trombosit dan 2 labu sel darah merah. Karena untuk orang normal, idealnya memiliki trombosit 150.000-450.000, sementara Ghairan trombositnya bisa anjlok hingga 20.000. Sementara kadar hemoglobin (hb) anjlok di angka 8, dari idealnya 10-16.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan diri untuk mengunjugi Kantor Palang Merah Indoneia (PMI) Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (24/05/2018) malam.

"Kami dapat kabar, bahwa di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ada seorang anak memerlukan golongan darah O+. Kebetulan saya O+, sesuai, mudah-mudahan bisa membantu pasien tersebut," kata Aher usai mendonorkan darahnya.

Sebanyak 450 ml darah, disumbangkan Aher kala itu. Tak hanya dirinya, beberapa kru Gubernur pun, juga ikut menyumbangkan darahnya. Sayangnya, sang istri Netty Heryawan, tidak bisa menyumbangkan darahnya karena kekurangan kadar hemoglobin (hb).

Disamping itu, Aher menuturkan bahwa stok darah di PMI Kota Bandung, saat bulan Ramadhan ini memang terjadi pengurangan. Jumlah pendonor darah berkurang sebanyak 60 persen.

Dengan berkurangnya pendonor darah, tentu akan mempengaruhi persediaan darah. Sementara itu, para pendonor yang masih aktif menyumbangkan darahnya setelah waktu berbuka puasa, hanya sekitar 40 persen atau 50-60 pendonor.

Maka dari itu, Aher mengajak seluruh masyarakat untuk tak sungkan mendonorkan darahnya. Donor darah itu keren, kata Aher, life style hidup sehat yang bermanfaat bagi sesama juga bagi kesehatan diri.

"Alhamdulillah saya biasa donor darah rutin, karna ternyata donor darah itu bisa membantu orang lain, bisa menyelamatkan orang lain, sesama kita, saat yang sama kita juga sehat," ungkap Aher.

Saat darah diambil, sebut Aher, ada rangsangan sel darah baru untuk terbentuk kembali. Setelah diambil, dua hari kemudian sudah kembali cairan darah yang diambil.

"Dengan banyak minum air putih, dua hari sudah normal kembali cairan 450 ml sudah tergantikan," tuturnya.

Selama bulan Ramadan, PMI buka 24 jam demi terpenuhinya stok darah. Aher pun mengajak masyarakat untuk gemar mendonor darah karena ada nilai membantu sesama.



 

BERITA LAINNYA



Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur

 

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Ghairan Bocah Penderita Anemia Aplastik Dapat Bantuan Darah Dari Gubernur