Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme  




Kamis 18 Oktober 2018

23:44 WIB

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
@prfmnews

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
PRFMNewsChannel

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
Selasa 22 Mei 2018, 16:46 WIB

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme




Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG,(PRFM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, pendekatan hard power yang lebih mengedepankan penggunaan tindakan pencegahan sebelum aksi teror dilakukan sangat diperlukan, tetapi belum cukup untuk mencegah terjadinya aksi terorisme.

“Sudah saatnya kita juga menyeimbangkan dengan pendekatan soft power,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Pendekatan soft power yang dilakukan, menurut Presiden, bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris, tetapi juga memperhatikan lembaga-lembaga mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi, dan ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum dari ajaran-ajaran ideologi terorisme.

Menurut Presiden, langkah preventif ini menjadi penting melihat pada serangan teror bom bunuh diri di Surabaya, di Sidoarjo yang mulai melibatkan keluarga, perempuan, dan anak-anak di bawah umur.

“Ini menjadi sebuah peringatan kepada kita semuanya, menjadi wake up call betapa keluarga telah menjadi target indoktrinasi ideologi terorisme,” ujar Presiden Jokowi seraya menekankan, bahwa ideologi terorisme telah masuk ke sekolah-sekolah.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar pendekatan hard power dan soft power ini dipadukan, diseimbangkan, dan saling menguatkan sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme ini bisa berjalan jauh lebih efektif lagi.

Sebelumnya pada awal pengantarnya, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa terorisme adalah kejahatan yang luar biasa terhadap negara, terhadap bangsa, dan juga terhadap kemanusiaan. Ia menambahkan bahwa hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme ini.

“Ancaman terorisme bukan hanya terjadi di negara-negara yang sedang dilanda konflik, tapi juga di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, di Uni Eropa juga sedang menghadapi ancaman yang sama,” ujar Presiden Jokowi.

Karena merupakan kejahatan yang luar biasa, maka menurut Presiden, terorisme juga harus dihadapi, dilawan, diperangi juga dengan cara-cara yang juga luar biasa.

Menurut Presiden, selama ini fokus perhatian semua pihak lebih banyak pada pendekatan hard power, dengan lebih mengedepankan penggunaan tindakan pencegahan sebelum aksi teror dilakukan, dengan penegakan hukum yang tegas, keras, dan tanpa kompromi dengan memburu dan membongkar jaringan teroris sampai ke akar-akarnya.

Namun meskipun sangat diperlukan, Presiden menilai, pendekatan hard power itu belum cukup. Menurut Presiden, sudah saatnya pendekatan hard power itu diseimbangkan dengan pendekatan soft power.



Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

 

BERITA TERKAIT


Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
 

BERITA PILIHAN


Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

 

BERITA LAINNYA

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Satpol PP Kota Bandung Ciduk 6 Pasangan Bukan Pasutri di Hotel Valeza
Kamis 18 Oktober 2018


Lurah Warung Muncang Diduga Korupsi, Oded Angkat Bicara
Kamis 18 Oktober 2018 Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme Warga Mandalajati Bandung Bisa Bayar Listrik dengan Sampah
Kamis 18 Oktober 2018 Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme Komisi IV DPRD Jabar Sidak PJU Di Subang
Kamis 18 Oktober 2018 Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme Iwa Sampaikan Pembangunan Infrastruktur Jabar Pada ADB
Kamis 18 Oktober 2018 Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018 Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme KBRI Rusia Tawari Jabar Ikut Festival Indonesia 2019
Kamis 18 Oktober 2018 Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

 

 

BERITA TERKAIT

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
Selasa 22 Mei 2018, 16:46 WIB

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme
Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme


Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG,(PRFM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, pendekatan hard power yang lebih mengedepankan penggunaan tindakan pencegahan sebelum aksi teror dilakukan sangat diperlukan, tetapi belum cukup untuk mencegah terjadinya aksi terorisme.

“Sudah saatnya kita juga menyeimbangkan dengan pendekatan soft power,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Pendekatan soft power yang dilakukan, menurut Presiden, bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris, tetapi juga memperhatikan lembaga-lembaga mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi, dan ruang-ruang publik, mimbar-mimbar umum dari ajaran-ajaran ideologi terorisme.

Menurut Presiden, langkah preventif ini menjadi penting melihat pada serangan teror bom bunuh diri di Surabaya, di Sidoarjo yang mulai melibatkan keluarga, perempuan, dan anak-anak di bawah umur.

“Ini menjadi sebuah peringatan kepada kita semuanya, menjadi wake up call betapa keluarga telah menjadi target indoktrinasi ideologi terorisme,” ujar Presiden Jokowi seraya menekankan, bahwa ideologi terorisme telah masuk ke sekolah-sekolah.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar pendekatan hard power dan soft power ini dipadukan, diseimbangkan, dan saling menguatkan sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme ini bisa berjalan jauh lebih efektif lagi.

Sebelumnya pada awal pengantarnya, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa terorisme adalah kejahatan yang luar biasa terhadap negara, terhadap bangsa, dan juga terhadap kemanusiaan. Ia menambahkan bahwa hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme ini.

“Ancaman terorisme bukan hanya terjadi di negara-negara yang sedang dilanda konflik, tapi juga di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, di Uni Eropa juga sedang menghadapi ancaman yang sama,” ujar Presiden Jokowi.

Karena merupakan kejahatan yang luar biasa, maka menurut Presiden, terorisme juga harus dihadapi, dilawan, diperangi juga dengan cara-cara yang juga luar biasa.

Menurut Presiden, selama ini fokus perhatian semua pihak lebih banyak pada pendekatan hard power, dengan lebih mengedepankan penggunaan tindakan pencegahan sebelum aksi teror dilakukan, dengan penegakan hukum yang tegas, keras, dan tanpa kompromi dengan memburu dan membongkar jaringan teroris sampai ke akar-akarnya.

Namun meskipun sangat diperlukan, Presiden menilai, pendekatan hard power itu belum cukup. Menurut Presiden, sudah saatnya pendekatan hard power itu diseimbangkan dengan pendekatan soft power.



 

BERITA LAINNYA



Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Komisi IV DPRD Jabar Sidak PJU Di Subang
Kamis 18 Oktober 2018
Jawa Barat


Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme

 

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Hard power dan Soft Power Harus Seimbang Untuk Perangi Terorisme