Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi  




Kamis 18 Juli 2019

02:32 WIB

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
@prfmnews

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
PRFMNewsChannel

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
Minggu 21 April 2019, 13:45 WIB

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi




Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Kasus penipuan online shop (olshop) lewat instagram kembali terjadi. Kang Reza dan istrinya, warga Antapani, kota Bandung menjadi korban. Dia menjadi korban penipuan online, saat dirinya membeli satu set sofa bed dari salah satu akun instagram. 

Reza menceritakan kronologi kejadian tersebut. Pada suatu hari istrinya berniat membeli paket sofa bed dan meja tamu dari akun instagram @grosir_olshop799 dengan harga Rp 1.550.000. Dari pembelian tersebut, pelaku jasa pengiriman menjanjikan bonus satu set lagi. Dia pun mentransfer uang untuk pembayarannya. 

"Kita dikirim foto bonus, tinggal dipilih mau sofa yang mana. Kita sepakat pilih salah satu produk, lalu order dan transfer beserta identitas diri dan nomor hp," kata Reza saat On Air di PRFM, Minggu (21/4/2019). 

Reza mengatakan, dirinya sudah mengirimkan bukti transfer ke kontak WA pelaku. Setelah itu, ada telepon masuk dari orang yang tidak dikenal ke nomor hp istrinya. Orang tidak dikenal itu mengaku rekan dari jasa pengiriman barang tersebut. Orang tersebut meminta uang jaminan pembelian sofa bed sebesar Rp 2 juta. 

"Dia minta uang jaminan pembelian sofa bed sebesar 2 juta. Katanya untuk kuitansi, kalau dibawah Rp 3 juta tidak bisa, katanya disebut pembelian ilegal," kata Reza. 

Reza tidak mau mengirim uang jaminan tersebut, karena untuk apa pikirnya. Namun, si pelaku mengancam, barang yang dipesan Reza tidak akan dikirim, kalau tidak mengirim uang jaminan. 

"Di WA kita debat kusir. Dia (pelaku) tetap kekeh saya harus bayar 2 juta, saya tetap ga mau. Saya minta cancel, tapi dia bilang ga bisa, katanya nanti barangnya hangus," kata Reza. 

Karena tak mau barang yang dipesannya hangus, Reza pun menuruti apa yang diinginkan pelaku. Walaupun dia curiga, karena saat ditanya alamat jasa pengiriman, pelaku selalu berbelit. 

"Saya mulai curiga, cuma mungkin kami tidak terima kalau barang itu hangus. Saya ke ATM sama istri untuk transfer," katanya.  

Saat di ATM, Reza menelepon pelaku tersebut. Pelaku memberikan jaminan, kalau Reza sudah mengirim uang sebesar Rp 2 juta, dengan disertakan bukti transfernya, uang itu akan segera dikirim balik ke rekening Reza. 

"Kata dia (pelaku) lima menit di ATM jangan dulu keluar, nanti uang yang 2 juta setelah transfer dan kirim bukti pengiriman, akan dikembalikan lagi," kata Reza. 

Reza dan istrinya pun mentransfer uang dan mengirim bukti transfer kepada pelaku. Namun, setelah itu pelaku malah meminta uang tambahan jaminan sebesar Rp 3 juta. Alasannya untuk uang jaminan lagi. Pelaku berjanji setelah ditransfer, uang tersebut akan segera dikembalikan. 

"Katanya kalau sudah bayar 2 juta, ada lagi biaya tambahan 3 juta, untuk biaya jaminan lagi. Nanti dikembalikan 5 juta, katanya," ungkap Reza. 

Setelah itu Reza semakin curiga kalau dirinya ditipu. Pelaku tetap menginginkan Reza untuk mengirim uang Rp 3 juta lagi. Tapi, Reza tetap tidak mau. 

Reza menjelaskan, pelaku mengaku nama jasa pengirimannya adalah Citra Logistika yang beralamat di Jakarta. Namun, beda alamat dengan CItra Logistika yang ia cari diinternet. 

"Citra Logistika itu jasa pengirim besar yang beralamat di Kelapa Gading, tapi pas saya tanya alamatnya, beda dengan itu," katanya. 

Ia pun mencoba menghubungi pelaku. Namun, kontak WA-nya diblokir pelaku. Reza mengatakan, dari data transfer, nama penerima adalah Deden Harimansyah. Ia mengaku belum melaporkan penipuan itu kepada polisi. 

"Yang penerima transfer atasnama Deden Harimansyah," katanya. 



Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

 

BERITA TERKAIT


Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
 

BERITA PILIHAN


Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

 

BERITA LAINNYA

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

BPBD Sebut 105 Desa di Jabar Rawan Bencana Tsunami
Rabu 17 Juli 2019


BPBD se-Jabar Sepakat Ajukan Penerbitan Status Siaga Kekeringan
Rabu 17 Juli 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi Blangko Terbatas, Disdukcapil Utamakan Pembuatan KTP-el untuk Pemohon Baru
Rabu 17 Juli 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi Ada Pemeliharaan Server di Pusat, Pembuatan KK Paling Lama 8 Hari Kerja
Rabu 17 Juli 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi Keterbatasan Stok Buat Harga Cabai di Pasar Simpang Dago Melambung
Rabu 17 Juli 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi Tiba di Turin, Si Nyonya Tua Akan Terima Jasa Matthijs De Ligt Hingga 5 Tahun
Rabu 17 Juli 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi Bobotoh Mulai Enggan ke Stadion, Umuh: Semoga Lawan Bali United Tiketnya Offline
Rabu 17 Juli 2019 Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

 

 

BERITA TERKAIT

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
Minggu 21 April 2019, 13:45 WIB

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi
Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi


Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Kasus penipuan online shop (olshop) lewat instagram kembali terjadi. Kang Reza dan istrinya, warga Antapani, kota Bandung menjadi korban. Dia menjadi korban penipuan online, saat dirinya membeli satu set sofa bed dari salah satu akun instagram. 

Reza menceritakan kronologi kejadian tersebut. Pada suatu hari istrinya berniat membeli paket sofa bed dan meja tamu dari akun instagram @grosir_olshop799 dengan harga Rp 1.550.000. Dari pembelian tersebut, pelaku jasa pengiriman menjanjikan bonus satu set lagi. Dia pun mentransfer uang untuk pembayarannya. 

"Kita dikirim foto bonus, tinggal dipilih mau sofa yang mana. Kita sepakat pilih salah satu produk, lalu order dan transfer beserta identitas diri dan nomor hp," kata Reza saat On Air di PRFM, Minggu (21/4/2019). 

Reza mengatakan, dirinya sudah mengirimkan bukti transfer ke kontak WA pelaku. Setelah itu, ada telepon masuk dari orang yang tidak dikenal ke nomor hp istrinya. Orang tidak dikenal itu mengaku rekan dari jasa pengiriman barang tersebut. Orang tersebut meminta uang jaminan pembelian sofa bed sebesar Rp 2 juta. 

"Dia minta uang jaminan pembelian sofa bed sebesar 2 juta. Katanya untuk kuitansi, kalau dibawah Rp 3 juta tidak bisa, katanya disebut pembelian ilegal," kata Reza. 

Reza tidak mau mengirim uang jaminan tersebut, karena untuk apa pikirnya. Namun, si pelaku mengancam, barang yang dipesan Reza tidak akan dikirim, kalau tidak mengirim uang jaminan. 

"Di WA kita debat kusir. Dia (pelaku) tetap kekeh saya harus bayar 2 juta, saya tetap ga mau. Saya minta cancel, tapi dia bilang ga bisa, katanya nanti barangnya hangus," kata Reza. 

Karena tak mau barang yang dipesannya hangus, Reza pun menuruti apa yang diinginkan pelaku. Walaupun dia curiga, karena saat ditanya alamat jasa pengiriman, pelaku selalu berbelit. 

"Saya mulai curiga, cuma mungkin kami tidak terima kalau barang itu hangus. Saya ke ATM sama istri untuk transfer," katanya.  

Saat di ATM, Reza menelepon pelaku tersebut. Pelaku memberikan jaminan, kalau Reza sudah mengirim uang sebesar Rp 2 juta, dengan disertakan bukti transfernya, uang itu akan segera dikirim balik ke rekening Reza. 

"Kata dia (pelaku) lima menit di ATM jangan dulu keluar, nanti uang yang 2 juta setelah transfer dan kirim bukti pengiriman, akan dikembalikan lagi," kata Reza. 

Reza dan istrinya pun mentransfer uang dan mengirim bukti transfer kepada pelaku. Namun, setelah itu pelaku malah meminta uang tambahan jaminan sebesar Rp 3 juta. Alasannya untuk uang jaminan lagi. Pelaku berjanji setelah ditransfer, uang tersebut akan segera dikembalikan. 

"Katanya kalau sudah bayar 2 juta, ada lagi biaya tambahan 3 juta, untuk biaya jaminan lagi. Nanti dikembalikan 5 juta, katanya," ungkap Reza. 

Setelah itu Reza semakin curiga kalau dirinya ditipu. Pelaku tetap menginginkan Reza untuk mengirim uang Rp 3 juta lagi. Tapi, Reza tetap tidak mau. 

Reza menjelaskan, pelaku mengaku nama jasa pengirimannya adalah Citra Logistika yang beralamat di Jakarta. Namun, beda alamat dengan CItra Logistika yang ia cari diinternet. 

"Citra Logistika itu jasa pengirim besar yang beralamat di Kelapa Gading, tapi pas saya tanya alamatnya, beda dengan itu," katanya. 

Ia pun mencoba menghubungi pelaku. Namun, kontak WA-nya diblokir pelaku. Reza mengatakan, dari data transfer, nama penerima adalah Deden Harimansyah. Ia mengaku belum melaporkan penipuan itu kepada polisi. 

"Yang penerima transfer atasnama Deden Harimansyah," katanya. 



 

BERITA LAINNYA



Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi

 

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Hati-Hati Modus Penipuan Lewat Instagram Terjadi Lagi