Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan  




Senin 23 Juli 2018

21:06 WIB

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
@prfmnews

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
PRFMNewsChannel

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Minggu 16 Juli 2017, 08:38 WIB

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan




Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) – Traveling selama dua minggu memang menyenangkan, namun faktanya kenangan selama liburan tersebut tidak sepenuhnya akan diingat oleh Anda. Menurut psikolog Daniel Kahneman, dalam hal memori, liburan singkat sama efektifnya dengan liburan yang lebih panjang.

Berdasarkan penelitian, agar manfaat liburan bisa tercapai Anda harus melakukan perencanaan dengan baik dan membicarakannya setelah pulang dari berlibur. Dalam studi yang dilakukan Kahneman, psikologi seseorang setelah pulang liburan bisa dibagi menjadi "mengalami diri" dan "mengingat diri".

Mengalami diri berarti pengalaman tetap tinggal pada momen liburan. Sementara mengingat berarti mereka ulang hal-hal yang telah lewat. Anda bisa memaksimalkan kebahagiaan saat liburan dengan konsep mengalami diri. Baik untuk liburan singkat maupun liburan panjang.

"Otak manusia cenderung mengingat sesuatu yang baru, belum pernah dialami sebelumnya. Jika cerita hidup Anda tidak berubah dari waktu ke waktu, kita cenderung melupakan beberapa detil. Inilah mengapa waktu seolah cepat berlalu meski hari terasa panjang," katanya.

Ia menambahkan, saat berlibur selama dua minggu, kemungkinan kita tidak cukup "mengubah cerita" untuk menciptakan kenangan baru. Semua masa liburan itu akan bercampur menjadi satu dengan hanya satu atau dua momen menonjol saja yang kita ingat.

“Jika Anda ingin memaksimalkan masa liburan dua minggu, ubahlah liburan Anda secara dramatis setelah seminggu sehingga kita bisa menciptakan memori baru. Alternatif lain, lalukan sesuatu yang tidak butuh biaya banyak, seperti tinggal di rumah,” ujarnya.



Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

BERITA TERKAIT


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
 

BERITA PILIHAN


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

BERITA LAINNYA

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Wali Kota Bandung Sesalkan Bangunan Karya Soekarno Dirusak
Senin 23 Juli 2018


Menuai Protes, Pemkot Pastikan Seleksi Sekda Sesuai Prosedur
Senin 23 Juli 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Kapolrestabes dan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Terima Satya Lencana Bandung
Senin 23 Juli 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Pohon Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Kabupaten Bandung Padam
Minggu 22 Juli 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Sejumlah Pohon di Pameungpeuk Tumbang
Minggu 22 Juli 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Tahan Imbang Barito, Persib Merangsek Ke Papan Atas
Minggu 22 Juli 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Babak Pertama, Persib Tahan Imbang Barito 1 - 1
Minggu 22 Juli 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

 

BERITA TERKAIT

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Minggu 16 Juli 2017, 08:38 WIB

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) – Traveling selama dua minggu memang menyenangkan, namun faktanya kenangan selama liburan tersebut tidak sepenuhnya akan diingat oleh Anda. Menurut psikolog Daniel Kahneman, dalam hal memori, liburan singkat sama efektifnya dengan liburan yang lebih panjang.

Berdasarkan penelitian, agar manfaat liburan bisa tercapai Anda harus melakukan perencanaan dengan baik dan membicarakannya setelah pulang dari berlibur. Dalam studi yang dilakukan Kahneman, psikologi seseorang setelah pulang liburan bisa dibagi menjadi "mengalami diri" dan "mengingat diri".

Mengalami diri berarti pengalaman tetap tinggal pada momen liburan. Sementara mengingat berarti mereka ulang hal-hal yang telah lewat. Anda bisa memaksimalkan kebahagiaan saat liburan dengan konsep mengalami diri. Baik untuk liburan singkat maupun liburan panjang.

"Otak manusia cenderung mengingat sesuatu yang baru, belum pernah dialami sebelumnya. Jika cerita hidup Anda tidak berubah dari waktu ke waktu, kita cenderung melupakan beberapa detil. Inilah mengapa waktu seolah cepat berlalu meski hari terasa panjang," katanya.

Ia menambahkan, saat berlibur selama dua minggu, kemungkinan kita tidak cukup "mengubah cerita" untuk menciptakan kenangan baru. Semua masa liburan itu akan bercampur menjadi satu dengan hanya satu atau dua momen menonjol saja yang kita ingat.

“Jika Anda ingin memaksimalkan masa liburan dua minggu, ubahlah liburan Anda secara dramatis setelah seminggu sehingga kita bisa menciptakan memori baru. Alternatif lain, lalukan sesuatu yang tidak butuh biaya banyak, seperti tinggal di rumah,” ujarnya.



 

BERITA LAINNYA



Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan