Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan  




Minggu 18 November 2018

13:28 WIB

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
@prfmnews

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
PRFMNewsChannel

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Minggu 16 Juli 2017, 08:38 WIB

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan




Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) – Traveling selama dua minggu memang menyenangkan, namun faktanya kenangan selama liburan tersebut tidak sepenuhnya akan diingat oleh Anda. Menurut psikolog Daniel Kahneman, dalam hal memori, liburan singkat sama efektifnya dengan liburan yang lebih panjang.

Berdasarkan penelitian, agar manfaat liburan bisa tercapai Anda harus melakukan perencanaan dengan baik dan membicarakannya setelah pulang dari berlibur. Dalam studi yang dilakukan Kahneman, psikologi seseorang setelah pulang liburan bisa dibagi menjadi "mengalami diri" dan "mengingat diri".

Mengalami diri berarti pengalaman tetap tinggal pada momen liburan. Sementara mengingat berarti mereka ulang hal-hal yang telah lewat. Anda bisa memaksimalkan kebahagiaan saat liburan dengan konsep mengalami diri. Baik untuk liburan singkat maupun liburan panjang.

"Otak manusia cenderung mengingat sesuatu yang baru, belum pernah dialami sebelumnya. Jika cerita hidup Anda tidak berubah dari waktu ke waktu, kita cenderung melupakan beberapa detil. Inilah mengapa waktu seolah cepat berlalu meski hari terasa panjang," katanya.

Ia menambahkan, saat berlibur selama dua minggu, kemungkinan kita tidak cukup "mengubah cerita" untuk menciptakan kenangan baru. Semua masa liburan itu akan bercampur menjadi satu dengan hanya satu atau dua momen menonjol saja yang kita ingat.

“Jika Anda ingin memaksimalkan masa liburan dua minggu, ubahlah liburan Anda secara dramatis setelah seminggu sehingga kita bisa menciptakan memori baru. Alternatif lain, lalukan sesuatu yang tidak butuh biaya banyak, seperti tinggal di rumah,” ujarnya.



Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

BERITA TERKAIT


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
 

BERITA PILIHAN


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

BERITA LAINNYA

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Pemanfaatan Perpustakaan Portabel dan Street Library Belum Maksimal
Minggu 18 November 2018


Perpustakaan Portabel di Taman Tematik Banyak yang Tidak Terawat
Minggu 18 November 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Trase LRT Pertama Sudah Masuk KPBU
Minggu 18 November 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Ini Penyebab LRT Bandung Raya Masih Belum Terealisasi
Minggu 18 November 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Masa Depan Gomez Ditentukan Setelah Liga 1 2018 Usai
Minggu 18 November 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Manajemen Minta Bobotoh Pahami Putusan Banding Soal Nonton Tanpa Atribut
Minggu 18 November 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Kebakaran di Terusan Pasirkoja: 42 Kios Terbakar, 1 Orang Luka
Minggu 18 November 2018 Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

 

BERITA TERKAIT

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Minggu 16 Juli 2017, 08:38 WIB

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan
Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) – Traveling selama dua minggu memang menyenangkan, namun faktanya kenangan selama liburan tersebut tidak sepenuhnya akan diingat oleh Anda. Menurut psikolog Daniel Kahneman, dalam hal memori, liburan singkat sama efektifnya dengan liburan yang lebih panjang.

Berdasarkan penelitian, agar manfaat liburan bisa tercapai Anda harus melakukan perencanaan dengan baik dan membicarakannya setelah pulang dari berlibur. Dalam studi yang dilakukan Kahneman, psikologi seseorang setelah pulang liburan bisa dibagi menjadi "mengalami diri" dan "mengingat diri".

Mengalami diri berarti pengalaman tetap tinggal pada momen liburan. Sementara mengingat berarti mereka ulang hal-hal yang telah lewat. Anda bisa memaksimalkan kebahagiaan saat liburan dengan konsep mengalami diri. Baik untuk liburan singkat maupun liburan panjang.

"Otak manusia cenderung mengingat sesuatu yang baru, belum pernah dialami sebelumnya. Jika cerita hidup Anda tidak berubah dari waktu ke waktu, kita cenderung melupakan beberapa detil. Inilah mengapa waktu seolah cepat berlalu meski hari terasa panjang," katanya.

Ia menambahkan, saat berlibur selama dua minggu, kemungkinan kita tidak cukup "mengubah cerita" untuk menciptakan kenangan baru. Semua masa liburan itu akan bercampur menjadi satu dengan hanya satu atau dua momen menonjol saja yang kita ingat.

“Jika Anda ingin memaksimalkan masa liburan dua minggu, ubahlah liburan Anda secara dramatis setelah seminggu sehingga kita bisa menciptakan memori baru. Alternatif lain, lalukan sesuatu yang tidak butuh biaya banyak, seperti tinggal di rumah,” ujarnya.



 

BERITA LAINNYA



Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Trase LRT Pertama Sudah Masuk KPBU
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Penyebab LRT Bandung Raya Masih Belum Terealisasi
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan

 

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Ini Alasan Traveling Singkat Jauh Lebih Berkesan