Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya  




Senin 20 Mei 2019

13:39 WIB

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
@prfmnews

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
PRFMNewsChannel

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
Sabtu 16 Maret 2019, 08:45 WIB

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya




Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Pikiran Rakyat/dok

BANDUNG, (PRFM) - Curug Dago yang menjadi aset cagar budaya nasional saat ini tengah terancam keberadaannya. Sebab, lokasi yang dikabarkan menjadi tempat latihan Soekarno dalam berpidato ini memiliki tingkat keasaman air yang cukup tinggi.

Kepala Tamam Hutan Raya, Ir. Juanda, Lianda Lubis mengatakan, tingginya tingkat keasaman air disebabkan oleh kotoran sapi dan limbah domestik yang terbawa dari kawasan Lembang. Air yang membawa limbah tersebut mengikis batu lebih cepat. Sehingga kondisi bebatuan dan tebing di kawasan Curug Dago tergerus lebih cepat.

"Ancaman pertama longsor, itu sudah menggantung posisinya karena itu tergerus air terus. Kemudian longsor dari tebing. Kedua, memang air disitu cukup asam karena ada kotoran sapi dan limbah domesik yang cukup besar jadi itu menggerus batu batu disitu lebih cepat," kata Lianda saat on air di PRFM, Sabtu (16/3/2019). 

Selain itu, pemukiman yang semakin padat di sekitaran Curug Dago pun membuat lahan 3 hektar milik pemerintah ini terkepung. Terlebih, warga sekitar mempunyai TPS di kawasan Curug Dago yang menyebabkan sedikitnya sampah masuk ke kawasan cagar alam tersebut.

"Pemukiman itu semakin hari semakin padat nanti situs itu dengan lahan yang luasnya tiga hektar itu jadi terkepung. Jadi kaya terasing, masuk kesitu jadi cukup jauh. Disekitar situ juga ada TPS masyarakat tapi beberapa sudah berkurang," jelasnya.

Lianda mengaku, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam menindak warga setempat yang membuang sampah ke TPS yang berbatasan langsung dengan Curug Dago. Pihaknya pun tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengangkut sampah dari TPS ke tempat lain.

Pemerintah baik Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat pun belum menyentuh terkait dengan persoalan limbah yang dibuang ke hutan. Sehingga, permasalahan ini masih belum menemukan titik terang.

"Mereka (warga setempat-red) tidak intervensi sampai ke lahan cuman aktivitasnya itu sampai tumpah ke lahan. Misalnya soal pembuangan limbah, pemasangan spanduk caleg juga di Tahura. Komunikasi dengan warga tidak ada masalah. Pemerintah baik kota, kabupaten atau KBB itu belum sama sekalli menyentuh persoalan limbah domestik yang dibuang ke hutan," paparnya.

Rencana Relokasi Curug Dago

Lianda mengatakan bukan tidak mungkin, Curug Dago akan direlokasi ke tempat lain melihat kondisi kritis yang dialamai kawasan tersebut. Namun, Lianda kewenangannya hanya sebatas konservasi hutan, sementara pelestarian Curug Dago ada di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

"Kalau FGD kemarin kita sama sama emerintah kota, provinsi, Balai Pelestarian Cagar Budaya itu sama sama ingin selamatkan. Termasuk relokasi ke dalam museum Tahura Juanda itu kita buatkan replika. Kondisi terburuknya seperti itu," kata Lianda.



Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

 

BERITA TERKAIT


Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
 

BERITA PILIHAN


Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

 

BERITA LAINNYA

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Pemkot Bandung Bakal Anggarkan Dana OPM Tahun Depan
Senin 20 Mei 2019


Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
Senin 20 Mei 2019 Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya 8000 RTM di Kota Bandung Peroleh Subsidi OPM 2019
Senin 20 Mei 2019 Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya Dari Kasus Aminah, Pemprov Jabar Siapkan Program Migran Service Center
Senin 20 Mei 2019 Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya Dari Kasus Aminah, Pemprov Jabar Siapkan Program Migran Service Center
Senin 20 Mei 2019 Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya Pasca Kebakaran, PD Pasar Akan Uji Struktur Bangunan Pasar Kosambi
Senin 20 Mei 2019 Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya Aminah, TKW Stroke Akhirnya DIpertemukan dengan Keluarganya
Senin 20 Mei 2019 Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

 

 

BERITA TERKAIT

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
Sabtu 16 Maret 2019, 08:45 WIB

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya
Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya


Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Pikiran Rakyat/dok


BANDUNG, (PRFM) - Curug Dago yang menjadi aset cagar budaya nasional saat ini tengah terancam keberadaannya. Sebab, lokasi yang dikabarkan menjadi tempat latihan Soekarno dalam berpidato ini memiliki tingkat keasaman air yang cukup tinggi.

Kepala Tamam Hutan Raya, Ir. Juanda, Lianda Lubis mengatakan, tingginya tingkat keasaman air disebabkan oleh kotoran sapi dan limbah domestik yang terbawa dari kawasan Lembang. Air yang membawa limbah tersebut mengikis batu lebih cepat. Sehingga kondisi bebatuan dan tebing di kawasan Curug Dago tergerus lebih cepat.

"Ancaman pertama longsor, itu sudah menggantung posisinya karena itu tergerus air terus. Kemudian longsor dari tebing. Kedua, memang air disitu cukup asam karena ada kotoran sapi dan limbah domesik yang cukup besar jadi itu menggerus batu batu disitu lebih cepat," kata Lianda saat on air di PRFM, Sabtu (16/3/2019). 

Selain itu, pemukiman yang semakin padat di sekitaran Curug Dago pun membuat lahan 3 hektar milik pemerintah ini terkepung. Terlebih, warga sekitar mempunyai TPS di kawasan Curug Dago yang menyebabkan sedikitnya sampah masuk ke kawasan cagar alam tersebut.

"Pemukiman itu semakin hari semakin padat nanti situs itu dengan lahan yang luasnya tiga hektar itu jadi terkepung. Jadi kaya terasing, masuk kesitu jadi cukup jauh. Disekitar situ juga ada TPS masyarakat tapi beberapa sudah berkurang," jelasnya.

Lianda mengaku, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam menindak warga setempat yang membuang sampah ke TPS yang berbatasan langsung dengan Curug Dago. Pihaknya pun tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengangkut sampah dari TPS ke tempat lain.

Pemerintah baik Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat pun belum menyentuh terkait dengan persoalan limbah yang dibuang ke hutan. Sehingga, permasalahan ini masih belum menemukan titik terang.

"Mereka (warga setempat-red) tidak intervensi sampai ke lahan cuman aktivitasnya itu sampai tumpah ke lahan. Misalnya soal pembuangan limbah, pemasangan spanduk caleg juga di Tahura. Komunikasi dengan warga tidak ada masalah. Pemerintah baik kota, kabupaten atau KBB itu belum sama sekalli menyentuh persoalan limbah domestik yang dibuang ke hutan," paparnya.

Rencana Relokasi Curug Dago

Lianda mengatakan bukan tidak mungkin, Curug Dago akan direlokasi ke tempat lain melihat kondisi kritis yang dialamai kawasan tersebut. Namun, Lianda kewenangannya hanya sebatas konservasi hutan, sementara pelestarian Curug Dago ada di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

"Kalau FGD kemarin kita sama sama emerintah kota, provinsi, Balai Pelestarian Cagar Budaya itu sama sama ingin selamatkan. Termasuk relokasi ke dalam museum Tahura Juanda itu kita buatkan replika. Kondisi terburuknya seperti itu," kata Lianda.



 

BERITA LAINNYA



Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya

 

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Ini yang Sebabkan Curug Dago Terancam Keberadaannya