Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah  




Senin 10 Desember 2018

19:49 WIB

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
@prfmnews

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
PRFMNewsChannel

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
Kamis 06 Desember 2018, 09:57 WIB

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah




Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Angka pengangguran di Kabupaten Bandung hingga akhir 2018 diprediksi akan mengalami kenaikan sekitar 130.000 orang atau 1,08 persen dari total jumlah penduduk usia kerja sebanyak 1,2 juta jiwa. Hal itu disebabkan oleh lesunya dunia usaha dan industri kecil akibat melemahnya nilai tukar rupiah sejak awal 2018.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha mengatakan, pada 2017 lalu angka pengangguran di Kabupaten Bandung mencapai 370.000 orang atau 3,92 persen dari total penduduk usia kerja. 

"Saat ini sampai akhir tahun kami prediksi jumlahnya sudah naik menjadi 5 persen," katanya seperti dilansir pikiran-rakyat.com, Rabu (5/12/2018).

Yosep menambahkan, banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan angka pengangguran tersebut. Namun ia tak menampik jika lesunya dunia usaha dan industri kecil sebagai faktor paling dominan.

"Pada 2018 harga bahan baku yang mengikuti nilai dolar AS mengalami kenaikan. Banyak usaha dan industri kecil termasuk IKM sarung Majalaya yang melakukan efisiensi bahkan sampai gulung tikar dan berimbas pada dirumahkannya ribuaan tenaga kerja," tuturya.

Faktor lain, kata Yosep, adalah banyaknya angkatan kerja baru yang tidak terserap oleh dunia usaha. Hal itu terjadi karena ada ketidaksesuaian tuntutan dunia kerja dengan keterampilan yang dimiliki angkatan kerja baru tersebut.

“Akibatnya, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) pun mendominasi pengangguran di Kabupaten Bandung. Seharusnya kan mereka lebih mudah diserap karena punya jaminan kompetensi bidang, berarti ada yang tidak relevan antara kebutuhan dunia usaha dengan pendidikan vokasi di SMK," ujarnya.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Kabupaten Bandung, Rukmana menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan kenaikan angka pengangguran. Salah satunya melalui bursa tenaga kerja yang akan digelar pada pertengahan Desember nanti.

Menurut Rukmana, bursa tenaga kerja tersebut akan dihadiri oleh 58 perusahaan yang akan menyediakan sekitar 1.803 lowongan kerja. "Bursa akan digelar selama tiga hari pada 12-14 Desember dan kami harapkan semua lowongan itu akan terserap," ujarnya.

Rukmana mengakui jika jumlah lowongan yang tersedia dalam bursa tenaga kerja kali ini lebih sedikit dari sebelumnya. Namun setidaknya lowongan yang ada terdiri dari berbagai bidang keahlian mulai dari otomotif, tekstil, kuliner dan berbagai industri lain.

Rukmana menambahkan, semua perusahaan yang ikut serta, menjamin lowongan tersebut dengan gaji sesuai atau bahkan lebih dari Upah Minimum Kabupaten (UMK). Seperti diketahui UMK Kabupaten Bandung pada 2019 sudah ditetapkan sebesar Rp 2,85 juta.

Selain itu, lanjut Rukmana, pihaknya terus menggencarkan program magang kerja ke luar negeri. Di sisi lain, kewirausahaan juga terus didorong agar para pengangguran tidak hanya bisa bekerja, tetapi menyediakan lowongan kerja bagi yang lain.



Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

 

BERITA TERKAIT


Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
 

BERITA PILIHAN


Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

 

BERITA LAINNYA

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Desa Digital Bakal Dikembangkan ke 5.300 Desa di Seluruh Jabar
Senin 10 Desember 2018


Wabup Sumedang Cek Kehadiran ASN Saat Peringatan Hari HAM
Senin 10 Desember 2018 Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah Selebrasi Double Winner Persib U-19 dan U-16, Jalan Sulanjana Bakal Ditutup
Senin 10 Desember 2018 Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah Jelang Natal dan Tahun Baru Dinsosnangkis Terus Pantau PMKS
Senin 10 Desember 2018 Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah Disparbud Kab. Bandung Akan Launching Pasar Digital Cimenyan Akhir Tahun Ini
Senin 10 Desember 2018 Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah Sambut Tahun Baru, Kecamatan Gedebage Gelar Bazar Kepokmas Murah
Senin 10 Desember 2018 Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah River Plate Juara Copa Libertadores 2018
Senin 10 Desember 2018 Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

 

 

BERITA TERKAIT

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
Kamis 06 Desember 2018, 09:57 WIB

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah
Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah


Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Angka pengangguran di Kabupaten Bandung hingga akhir 2018 diprediksi akan mengalami kenaikan sekitar 130.000 orang atau 1,08 persen dari total jumlah penduduk usia kerja sebanyak 1,2 juta jiwa. Hal itu disebabkan oleh lesunya dunia usaha dan industri kecil akibat melemahnya nilai tukar rupiah sejak awal 2018.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung, Yosep Nugraha mengatakan, pada 2017 lalu angka pengangguran di Kabupaten Bandung mencapai 370.000 orang atau 3,92 persen dari total penduduk usia kerja. 

"Saat ini sampai akhir tahun kami prediksi jumlahnya sudah naik menjadi 5 persen," katanya seperti dilansir pikiran-rakyat.com, Rabu (5/12/2018).

Yosep menambahkan, banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan angka pengangguran tersebut. Namun ia tak menampik jika lesunya dunia usaha dan industri kecil sebagai faktor paling dominan.

"Pada 2018 harga bahan baku yang mengikuti nilai dolar AS mengalami kenaikan. Banyak usaha dan industri kecil termasuk IKM sarung Majalaya yang melakukan efisiensi bahkan sampai gulung tikar dan berimbas pada dirumahkannya ribuaan tenaga kerja," tuturya.

Faktor lain, kata Yosep, adalah banyaknya angkatan kerja baru yang tidak terserap oleh dunia usaha. Hal itu terjadi karena ada ketidaksesuaian tuntutan dunia kerja dengan keterampilan yang dimiliki angkatan kerja baru tersebut.

“Akibatnya, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) pun mendominasi pengangguran di Kabupaten Bandung. Seharusnya kan mereka lebih mudah diserap karena punya jaminan kompetensi bidang, berarti ada yang tidak relevan antara kebutuhan dunia usaha dengan pendidikan vokasi di SMK," ujarnya.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Kabupaten Bandung, Rukmana menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan kenaikan angka pengangguran. Salah satunya melalui bursa tenaga kerja yang akan digelar pada pertengahan Desember nanti.

Menurut Rukmana, bursa tenaga kerja tersebut akan dihadiri oleh 58 perusahaan yang akan menyediakan sekitar 1.803 lowongan kerja. "Bursa akan digelar selama tiga hari pada 12-14 Desember dan kami harapkan semua lowongan itu akan terserap," ujarnya.

Rukmana mengakui jika jumlah lowongan yang tersedia dalam bursa tenaga kerja kali ini lebih sedikit dari sebelumnya. Namun setidaknya lowongan yang ada terdiri dari berbagai bidang keahlian mulai dari otomotif, tekstil, kuliner dan berbagai industri lain.

Rukmana menambahkan, semua perusahaan yang ikut serta, menjamin lowongan tersebut dengan gaji sesuai atau bahkan lebih dari Upah Minimum Kabupaten (UMK). Seperti diketahui UMK Kabupaten Bandung pada 2019 sudah ditetapkan sebesar Rp 2,85 juta.

Selain itu, lanjut Rukmana, pihaknya terus menggencarkan program magang kerja ke luar negeri. Di sisi lain, kewirausahaan juga terus didorong agar para pengangguran tidak hanya bisa bekerja, tetapi menyediakan lowongan kerja bagi yang lain.



 

BERITA LAINNYA



Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah

 

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Jumlah Pengangguran Baru di Kabupaten Bandung Diprediksi Bertambah