Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan  




Senin 27 Mei 2019

04:03 WIB

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
@prfmnews

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
PRFMNewsChannel

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Minggu 21 April 2019, 13:39 WIB

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan




Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Bagaimana sosok Kartini dimata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah?

Yuni mengatakan, Kartini merupakan tokoh perempuan yang tidak hanya memperjuangkan isu-isu perempuan saja. Tokoh emansipasi wanita yang mempunyai nama lengkap Raden Ajeng Kartini itu juga dikenal karena kegigihannya menentang penjajah melalui ilmu pengetahuan. 

Kartini menurut Yuni, juga menentang keras diskriminasi kelas sosial. Meski Kartini berasal dari golongan elit, namun pahlawan perempan itu turun membaur dengan perempuan pribumi lainnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan.

"Dia (Kartini) sebagai kelompok elit, tapi mengajari orang kelas bawah. Saat itu hurup latin masih hanya ada di kelompok elit saja, tapi dia ajarkan hurup latin kepada perempuan pribumi," kata Yuni saat On Air di PRFM, Minggu (21/4/2019). 

Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, ungkap Yuni, Kartini juga merupakan tokoh perdamaian. Saat Indonesia yang saat itu masih bernama Nusantara mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, Kartini melakukan diplomasi dengan Belanda. 

"Kartini walaupun negara berperang, diam-diam tidak terpengaruh perang, tapi mencari jalan untuk damai," ungkapnya. 

Kartini juga dikenal sebagai tokoh toleran. Yuni mengatakan, meski Kartini merupakan seorang muslim, tapi dia menjalin hubungan baik dengan tokoh lintas agama. Kartini pernah mengirim ukiran Jawa kepada tokoh Katholik di Belanda. 

"Hal lain, Kartini juga tokoh yang membumikan agama, dia yang mendorong guru ngajinya untuk menerjemahkan surah Al Fatihah, dia tidak ingin ayat suci hanya dilapalkan tanpa tahu maknanya," katanya.



Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

 

BERITA TERKAIT


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
 

BERITA PILIHAN


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

 

BERITA LAINNYA

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Selama Ramadan, Volume Sampah di Garut Meningkat 50 Persen
Minggu 26 Mei 2019


Naturalisasi Belum Rampung, Umuh Muchtar Beri Motivasi Fabiano
Minggu 26 Mei 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Manajemen Masih Bahas Nasib Fabiano Beltrame
Minggu 26 Mei 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Manajemen Masih Bahas Nasib Fabiano Beltrame
Minggu 26 Mei 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Ada Perubahan Lagi, Berikut Jadwal Persib Pekan ke-4 Hingga 10
Minggu 26 Mei 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Naturalisasi Fabiano Beltrame Terhambat Karena Setneg Minta Kajian
Minggu 26 Mei 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Kemenkum HAM Paling Banyak Bersinggungan dengan Kompetisi Sepabola Indonesia
Minggu 26 Mei 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

 

 

BERITA TERKAIT

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Minggu 21 April 2019, 13:39 WIB

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Bagaimana sosok Kartini dimata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah?

Yuni mengatakan, Kartini merupakan tokoh perempuan yang tidak hanya memperjuangkan isu-isu perempuan saja. Tokoh emansipasi wanita yang mempunyai nama lengkap Raden Ajeng Kartini itu juga dikenal karena kegigihannya menentang penjajah melalui ilmu pengetahuan. 

Kartini menurut Yuni, juga menentang keras diskriminasi kelas sosial. Meski Kartini berasal dari golongan elit, namun pahlawan perempan itu turun membaur dengan perempuan pribumi lainnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan.

"Dia (Kartini) sebagai kelompok elit, tapi mengajari orang kelas bawah. Saat itu hurup latin masih hanya ada di kelompok elit saja, tapi dia ajarkan hurup latin kepada perempuan pribumi," kata Yuni saat On Air di PRFM, Minggu (21/4/2019). 

Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, ungkap Yuni, Kartini juga merupakan tokoh perdamaian. Saat Indonesia yang saat itu masih bernama Nusantara mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, Kartini melakukan diplomasi dengan Belanda. 

"Kartini walaupun negara berperang, diam-diam tidak terpengaruh perang, tapi mencari jalan untuk damai," ungkapnya. 

Kartini juga dikenal sebagai tokoh toleran. Yuni mengatakan, meski Kartini merupakan seorang muslim, tapi dia menjalin hubungan baik dengan tokoh lintas agama. Kartini pernah mengirim ukiran Jawa kepada tokoh Katholik di Belanda. 

"Hal lain, Kartini juga tokoh yang membumikan agama, dia yang mendorong guru ngajinya untuk menerjemahkan surah Al Fatihah, dia tidak ingin ayat suci hanya dilapalkan tanpa tahu maknanya," katanya.



 

BERITA LAINNYA



Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

 

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan