Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan  




Kamis 21 November 2019

02:19 WIB

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
@prfmnews

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
PRFMNewsChannel

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Minggu 21 April 2019, 13:39 WIB

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan




Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Bagaimana sosok Kartini dimata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah?

Yuni mengatakan, Kartini merupakan tokoh perempuan yang tidak hanya memperjuangkan isu-isu perempuan saja. Tokoh emansipasi wanita yang mempunyai nama lengkap Raden Ajeng Kartini itu juga dikenal karena kegigihannya menentang penjajah melalui ilmu pengetahuan. 

Kartini menurut Yuni, juga menentang keras diskriminasi kelas sosial. Meski Kartini berasal dari golongan elit, namun pahlawan perempan itu turun membaur dengan perempuan pribumi lainnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan.

"Dia (Kartini) sebagai kelompok elit, tapi mengajari orang kelas bawah. Saat itu hurup latin masih hanya ada di kelompok elit saja, tapi dia ajarkan hurup latin kepada perempuan pribumi," kata Yuni saat On Air di PRFM, Minggu (21/4/2019). 

Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, ungkap Yuni, Kartini juga merupakan tokoh perdamaian. Saat Indonesia yang saat itu masih bernama Nusantara mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, Kartini melakukan diplomasi dengan Belanda. 

"Kartini walaupun negara berperang, diam-diam tidak terpengaruh perang, tapi mencari jalan untuk damai," ungkapnya. 

Kartini juga dikenal sebagai tokoh toleran. Yuni mengatakan, meski Kartini merupakan seorang muslim, tapi dia menjalin hubungan baik dengan tokoh lintas agama. Kartini pernah mengirim ukiran Jawa kepada tokoh Katholik di Belanda. 

"Hal lain, Kartini juga tokoh yang membumikan agama, dia yang mendorong guru ngajinya untuk menerjemahkan surah Al Fatihah, dia tidak ingin ayat suci hanya dilapalkan tanpa tahu maknanya," katanya.










 

BERITA TERKAIT


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
 

BERITA PILIHAN


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

 

BERITA LAINNYA

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Belasan Suporter Indonesia Sempat Ditahan Polisi Malaysia
Rabu 20 November 2019


Buruh Tolak UMK Kota Bandung 2020
Rabu 20 November 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan DPRD Akui Kecolongan Soal Anggaran Pembangunan Kolam Renang Gedung Pakuan
Rabu 20 November 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Horison Ultima Bandung Jaga Silaturahmi Melalui General Staff Metting
Rabu 20 November 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Jalur Lingkar Emen Mulai Dibangun
Rabu 20 November 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Deden Natsir Beberkan Kondisi Terkini Cederanya
Rabu 20 November 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Lewat Desa Cageur, Pemprov Harap Angka Stunting di Jabar Turun
Rabu 20 November 2019 Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

 

 

BERITA TERKAIT

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Minggu 21 April 2019, 13:39 WIB

Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan
Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Bagaimana sosok Kartini dimata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah?

Yuni mengatakan, Kartini merupakan tokoh perempuan yang tidak hanya memperjuangkan isu-isu perempuan saja. Tokoh emansipasi wanita yang mempunyai nama lengkap Raden Ajeng Kartini itu juga dikenal karena kegigihannya menentang penjajah melalui ilmu pengetahuan. 

Kartini menurut Yuni, juga menentang keras diskriminasi kelas sosial. Meski Kartini berasal dari golongan elit, namun pahlawan perempan itu turun membaur dengan perempuan pribumi lainnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan.

"Dia (Kartini) sebagai kelompok elit, tapi mengajari orang kelas bawah. Saat itu hurup latin masih hanya ada di kelompok elit saja, tapi dia ajarkan hurup latin kepada perempuan pribumi," kata Yuni saat On Air di PRFM, Minggu (21/4/2019). 

Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, ungkap Yuni, Kartini juga merupakan tokoh perdamaian. Saat Indonesia yang saat itu masih bernama Nusantara mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, Kartini melakukan diplomasi dengan Belanda. 

"Kartini walaupun negara berperang, diam-diam tidak terpengaruh perang, tapi mencari jalan untuk damai," ungkapnya. 

Kartini juga dikenal sebagai tokoh toleran. Yuni mengatakan, meski Kartini merupakan seorang muslim, tapi dia menjalin hubungan baik dengan tokoh lintas agama. Kartini pernah mengirim ukiran Jawa kepada tokoh Katholik di Belanda. 

"Hal lain, Kartini juga tokoh yang membumikan agama, dia yang mendorong guru ngajinya untuk menerjemahkan surah Al Fatihah, dia tidak ingin ayat suci hanya dilapalkan tanpa tahu maknanya," katanya.






 

BERITA LAINNYA



Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Belasan Suporter Indonesia Sempat Ditahan Polisi Malaysia
Rabu 20 November 2019
Kualifikasi Piala Dunia 2022


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Buruh Tolak UMK Kota Bandung 2020
Rabu 20 November 2019
Upah Minimum Kota/Kabupaten


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

DPRD Akui Kecolongan Soal Anggaran Pembangunan Kolam Renang Gedung Pakuan
Rabu 20 November 2019
Kolam Renang di Gedung Pakuan


Kartini, Pejuang Perempuan Lewat Ilmu Pengetahuan

Jalur Lingkar Emen Mulai Dibangun
Rabu 20 November 2019
Tanjakan Emen