Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran  




Senin 23 Oktober 2017

02:30 WIB

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
@prfmnews

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
PRFMNewsChannel

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
Rabu 09 Agustus 2017, 20:38 WIB

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran




Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 5 DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya merekomendasikan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengeluarkan surat edaran terhadap setiap guru untuk selalu waspada segala bentuk penipuan menggunakan dokumen.

Hal ini diungkapkan Abdul menanggapi kasus pemalsuan sertifikat oleh 345 guru di Jawa Barat agar mendapat agunan kredit dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) senilai Rp 80 juta.

"Ketika sudah sampai sertifikat palsu, bukan lagi masuk ranah perdata, tapi pidana. Sangat disayangkan seorang guru yang harusnya kita hargai, malah masuk ranah pidana," ucap Abdul saat on air di Radio PRFM, Rabu (9/8/2017).

Pihaknya pun bakal meminta dinas terkait agar melakukan proses antisipasi hal serupa tidak terulang kembali. Adapun terhadap BPR, ia mengimbau untuk lebih selektif lagi memilih dokumen sebagai jaminan kredit.

"Bisa jadi ini terjadi lagi di daerah lain, karena makelar penipu pasti punya pola untuk menipu (kembali). Guru ini juga jadi korban disini, karena dijanjikan (cara) ini aman dan segala macam," tukasnya.



Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

 

BERITA TERKAIT


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
 

BERITA PILIHAN


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

 

BERITA LAINNYA

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Persib Takluk di Lamongan
Minggu 22 Oktober 2017


Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017 Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017 Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Eddy Brokoli : Persib Main "Eweuh Getihan"
Jumat 20 Oktober 2017 Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Dituding Jadi Penyebab Menurunnya Performa Persib, Umuh Siap Tuntut Balik
Selasa 17 Oktober 2017 Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Dituding Jadi Penyebab Menurunnya Performa Persib, Umuh Siap Tuntut Balik
Selasa 17 Oktober 2017 Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran Ini Tanggapan Henhen Soal Aksi Tak Terpuji Zulham Zamrun
Senin 16 Oktober 2017 Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

 

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
Rabu 09 Agustus 2017, 20:38 WIB

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran
Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Anggota Komisi 5 DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya merekomendasikan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengeluarkan surat edaran terhadap setiap guru untuk selalu waspada segala bentuk penipuan menggunakan dokumen.

Hal ini diungkapkan Abdul menanggapi kasus pemalsuan sertifikat oleh 345 guru di Jawa Barat agar mendapat agunan kredit dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) senilai Rp 80 juta.

"Ketika sudah sampai sertifikat palsu, bukan lagi masuk ranah perdata, tapi pidana. Sangat disayangkan seorang guru yang harusnya kita hargai, malah masuk ranah pidana," ucap Abdul saat on air di Radio PRFM, Rabu (9/8/2017).

Pihaknya pun bakal meminta dinas terkait agar melakukan proses antisipasi hal serupa tidak terulang kembali. Adapun terhadap BPR, ia mengimbau untuk lebih selektif lagi memilih dokumen sebagai jaminan kredit.

"Bisa jadi ini terjadi lagi di daerah lain, karena makelar penipu pasti punya pola untuk menipu (kembali). Guru ini juga jadi korban disini, karena dijanjikan (cara) ini aman dan segala macam," tukasnya.



 

BERITA LAINNYA



Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Persib Takluk di Lamongan
Minggu 22 Oktober 2017
PERSIB


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017
PERSIB


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017
PERSIB


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Eddy Brokoli : Persib Main \"Eweuh Getihan\"
Jumat 20 Oktober 2017
PERSIB


Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran

 

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kasus 345 Guru Palsukan Dokumen, DPRD Jabar Minta Disdik Keluarkan Surat Edaran