Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi  




Kamis 25 April 2019

18:47 WIB

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
@prfmnews

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
PRFMNewsChannel

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Selasa 16 April 2019, 15:54 WIB

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi




Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : KPPPA

Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat menemui anak-anak yang terjerat kasus kekerasan di Pontianak, Senin (15/4/2019).

BANDUNG, (PRFM) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menilai kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan diversi. Diversi merupakan upaya pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) karena pelaku masih usia anak. Tidak akan sama hukumannya dengan kasus pidana orang dewasa,” ujarnya setelah berkoordinasi dengan Walikota Pontianak di Kantor Balaikota Pontianak, Senin (15/04/2019).

Koordinasi dan penjangkauan langsung terhadap perkembangan kasus kekerasan pada anak di Pontianak dilakukan Yohana atas dasar perintah Presiden. Selain itu hal ini sebagai wujud negara menjamin serta melindungi anak.

“Kedatangan saya di sini disebabkan oleh dua hal. Pertama untuk memastikan hak anak terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, untuk memastikan kasus ditangani secara khusus menggunakan UU SPPA dalam penyelesaiannya,” terangnya.

Di Pontianak, selain bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat, Yohana juga berkoordinasi dengan Walikota Pontianak, Edi Rusdi, dan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut menangani perkara seperti Kejaksaan Tinggi dan Polres Pontianak. 

Yohana yang didampingi Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudirta N Sitepu, dan Deputi Perlindungan Anak, Nahar juga menyempatkan diri untuk bertemu ketiga anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dan mengunjungi korban di tempat yang berbeda.

Yohana menambahkan, kepentingan terbaik bagi anak harus diutamakan, baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku. Mulai dari pemulihan psikis, hingga hak untuk tetap mendapatkan pendidikan. 

Seperti diberitakan, hasil visum menunjukkan tidak terjadi kekerasan berat yang dialami pada fisik korban. Rencannya, pihak Polres Pontianak akan melakukan mediasi dan upaya diversi ke-3, setelah 2 kali sebelumnya sempat menemui jalan buntu. 

Jika upaya diversi kembali gagal, Yohana mengharapkan pihak kejaksaan yang menangani kasus di peradilan nantinya tetap mengedepankan Undang-Undang  Sistem Peradilan Anak. 



Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

BERITA TERKAIT


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
 

BERITA PILIHAN


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

BERITA LAINNYA

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Gagal Jadi Sekda, Benny Duga Terjadi Maladministrasi
Kamis 25 April 2019


Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Permainan Mengerucut Pada Ezechiel, Pengamat: Permainan Monoton
Kamis 25 April 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Persib Kembali Kalah, Pengamat Nilai Radovic Tambah Catatan Minus
Kamis 25 April 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Optimistis Leg Kedua, Persib Punya Modal Gol Tandang
Kamis 25 April 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Persib Akhiri Kontrak Lopicic
Rabu 24 April 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

 

BERITA TERKAIT

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Selasa 16 April 2019, 15:54 WIB

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : KPPPA


Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat menemui anak-anak yang terjerat kasus kekerasan di Pontianak, Senin (15/4/2019).

BANDUNG, (PRFM) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menilai kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan diversi. Diversi merupakan upaya pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) karena pelaku masih usia anak. Tidak akan sama hukumannya dengan kasus pidana orang dewasa,” ujarnya setelah berkoordinasi dengan Walikota Pontianak di Kantor Balaikota Pontianak, Senin (15/04/2019).

Koordinasi dan penjangkauan langsung terhadap perkembangan kasus kekerasan pada anak di Pontianak dilakukan Yohana atas dasar perintah Presiden. Selain itu hal ini sebagai wujud negara menjamin serta melindungi anak.

“Kedatangan saya di sini disebabkan oleh dua hal. Pertama untuk memastikan hak anak terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, untuk memastikan kasus ditangani secara khusus menggunakan UU SPPA dalam penyelesaiannya,” terangnya.

Di Pontianak, selain bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat, Yohana juga berkoordinasi dengan Walikota Pontianak, Edi Rusdi, dan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut menangani perkara seperti Kejaksaan Tinggi dan Polres Pontianak. 

Yohana yang didampingi Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudirta N Sitepu, dan Deputi Perlindungan Anak, Nahar juga menyempatkan diri untuk bertemu ketiga anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dan mengunjungi korban di tempat yang berbeda.

Yohana menambahkan, kepentingan terbaik bagi anak harus diutamakan, baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku. Mulai dari pemulihan psikis, hingga hak untuk tetap mendapatkan pendidikan. 

Seperti diberitakan, hasil visum menunjukkan tidak terjadi kekerasan berat yang dialami pada fisik korban. Rencannya, pihak Polres Pontianak akan melakukan mediasi dan upaya diversi ke-3, setelah 2 kali sebelumnya sempat menemui jalan buntu. 

Jika upaya diversi kembali gagal, Yohana mengharapkan pihak kejaksaan yang menangani kasus di peradilan nantinya tetap mengedepankan Undang-Undang  Sistem Peradilan Anak. 



 

BERITA LAINNYA



Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi