Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi  




Minggu 21 Juli 2019

15:29 WIB

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
@prfmnews

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
PRFMNewsChannel

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Selasa 16 April 2019, 15:54 WIB

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi




Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : KPPPA

Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat menemui anak-anak yang terjerat kasus kekerasan di Pontianak, Senin (15/4/2019).

BANDUNG, (PRFM) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menilai kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan diversi. Diversi merupakan upaya pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) karena pelaku masih usia anak. Tidak akan sama hukumannya dengan kasus pidana orang dewasa,” ujarnya setelah berkoordinasi dengan Walikota Pontianak di Kantor Balaikota Pontianak, Senin (15/04/2019).

Koordinasi dan penjangkauan langsung terhadap perkembangan kasus kekerasan pada anak di Pontianak dilakukan Yohana atas dasar perintah Presiden. Selain itu hal ini sebagai wujud negara menjamin serta melindungi anak.

“Kedatangan saya di sini disebabkan oleh dua hal. Pertama untuk memastikan hak anak terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, untuk memastikan kasus ditangani secara khusus menggunakan UU SPPA dalam penyelesaiannya,” terangnya.

Di Pontianak, selain bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat, Yohana juga berkoordinasi dengan Walikota Pontianak, Edi Rusdi, dan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut menangani perkara seperti Kejaksaan Tinggi dan Polres Pontianak. 

Yohana yang didampingi Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudirta N Sitepu, dan Deputi Perlindungan Anak, Nahar juga menyempatkan diri untuk bertemu ketiga anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dan mengunjungi korban di tempat yang berbeda.

Yohana menambahkan, kepentingan terbaik bagi anak harus diutamakan, baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku. Mulai dari pemulihan psikis, hingga hak untuk tetap mendapatkan pendidikan. 

Seperti diberitakan, hasil visum menunjukkan tidak terjadi kekerasan berat yang dialami pada fisik korban. Rencannya, pihak Polres Pontianak akan melakukan mediasi dan upaya diversi ke-3, setelah 2 kali sebelumnya sempat menemui jalan buntu. 

Jika upaya diversi kembali gagal, Yohana mengharapkan pihak kejaksaan yang menangani kasus di peradilan nantinya tetap mengedepankan Undang-Undang  Sistem Peradilan Anak. 



Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

BERITA TERKAIT


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
 

BERITA PILIHAN


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

BERITA LAINNYA

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Pemprov Jabar Tidak Harus Membubarkan SMK yang Tidak Produktif
Minggu 21 Juli 2019


Piknik ke Taman Lalu Lintas Bandung, Ini Update Wahana Baru dan Harga Tiket
Minggu 21 Juli 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi PT PBB Siap Gunakan GBLA, Umuh: Masih Tunggu Perhitungan Biaya
Minggu 21 Juli 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Info Kehilangan: Maman Pergi dari Rumah Sejak 3 Juli 2019
Minggu 21 Juli 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Info Kehilangan: Maman Pergi dari Rumah Sejak 3 Juli 2019
Minggu 21 Juli 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Tetap Sehat Saat Cuaca Dingin, Jaga Kelembapan Kulit dan Asam Lambung
Minggu 21 Juli 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Penipuan Jual-Beli Online Menimpa Warga Kopo, Kawasaki ER-6N Raib Dibawa Kabur
Minggu 21 Juli 2019 Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

 

BERITA TERKAIT

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Selasa 16 April 2019, 15:54 WIB

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi
Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi


Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : KPPPA


Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat menemui anak-anak yang terjerat kasus kekerasan di Pontianak, Senin (15/4/2019).

BANDUNG, (PRFM) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menilai kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan diversi. Diversi merupakan upaya pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) karena pelaku masih usia anak. Tidak akan sama hukumannya dengan kasus pidana orang dewasa,” ujarnya setelah berkoordinasi dengan Walikota Pontianak di Kantor Balaikota Pontianak, Senin (15/04/2019).

Koordinasi dan penjangkauan langsung terhadap perkembangan kasus kekerasan pada anak di Pontianak dilakukan Yohana atas dasar perintah Presiden. Selain itu hal ini sebagai wujud negara menjamin serta melindungi anak.

“Kedatangan saya di sini disebabkan oleh dua hal. Pertama untuk memastikan hak anak terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, untuk memastikan kasus ditangani secara khusus menggunakan UU SPPA dalam penyelesaiannya,” terangnya.

Di Pontianak, selain bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat, Yohana juga berkoordinasi dengan Walikota Pontianak, Edi Rusdi, dan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut menangani perkara seperti Kejaksaan Tinggi dan Polres Pontianak. 

Yohana yang didampingi Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudirta N Sitepu, dan Deputi Perlindungan Anak, Nahar juga menyempatkan diri untuk bertemu ketiga anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dan mengunjungi korban di tempat yang berbeda.

Yohana menambahkan, kepentingan terbaik bagi anak harus diutamakan, baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku. Mulai dari pemulihan psikis, hingga hak untuk tetap mendapatkan pendidikan. 

Seperti diberitakan, hasil visum menunjukkan tidak terjadi kekerasan berat yang dialami pada fisik korban. Rencannya, pihak Polres Pontianak akan melakukan mediasi dan upaya diversi ke-3, setelah 2 kali sebelumnya sempat menemui jalan buntu. 

Jika upaya diversi kembali gagal, Yohana mengharapkan pihak kejaksaan yang menangani kasus di peradilan nantinya tetap mengedepankan Undang-Undang  Sistem Peradilan Anak. 



 

BERITA LAINNYA



Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi

 

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kasus Anak di Pontianak, KPPPA Upayakan Diversi