Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah  




Rabu 13 November 2019

19:18 WIB

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
@prfmnews

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
PRFMNewsChannel

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
Selasa 11 Oktober 2016, 10:04 WIB

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah




Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Menurut analisis terbaru dari sebuah rumah sakit di Seattle, di banyak negara, rokok elektronik makin populer, terutama di kalangan orang muda. Namun, korban meledaknya rokok elektronik diperkirakan mengalami peningkatan.

Data rumah sakit tersebut juga menunjukkan, dalam kurun waktu Oktober 2015 sampai Juni 2016, petugas kesehatan di University of Washington Medical Center  telah menangani 15 pasien yang cedera karena ledakan rokok elektronik. Dari 15 pasien di Seattle tersebut, sebanyak 12 orang mengalami luka bakar.

Pimpinan penelitian, Dr Elisa Brownson yang juga seorang ahli bedah dalam perawatan luka bakar menduga peningkatan cedera karena ledakan rokok elektronik seiring dengan meningkatnya pengguna rokok tersebut.

Melansir live science, sebagai perbandingan, dalam laporan terbaru New England Journal of Medicine, dalam waktu 2009-2014 hanyak terdapat 25 laporan korban ledakan rokok elektronik.

Dalam kasus luka bakar yang cukup parah, pasien butuh prosedur pencangkokkan kulit. Prosedur tersebut menggunakan kulit pasien yang masih sehat kemudian digunakan untuk menggantikan kulit di area yang terbakar.

Kebanyakan pasien mengalami luka di paha dan selangkangan, cedera di tangan, dan sebagian lagi di daerah wajah. Bahkan, beberapa pasien juga kehilangan giginya ketika ledakan terjadi saat menghisap rokok elektronik.
Para ahli mengungkapkan, luka bakar tersebut berasal dari bahan kimia alkali yang ditemukan dalam baterai rokok elektrik atau baterai lithium-ion.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat pun menyatakan akan segera membuat regulasi rokok elektronik. Namun, belum diketahui apakah juga akan diatur mengenai baterai yang digunakan.











 

BERITA TERKAIT


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
 

BERITA PILIHAN


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

 

BERITA LAINNYA

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019


Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019 Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah Pelatih Arema FC Mengaku Sulit Cari Pengganti Hamka Hamzah
Rabu 13 November 2019 Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019 Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah Melalui Visinya, Jabar Siap Sukseskan Target Pemerintah Pusat
Rabu 13 November 2019 Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju
Rabu 13 November 2019 Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah Agar Tak Salah Sasaran Soal Kemiskinan, Pemkot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Rabu 13 November 2019 Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

 

 

BERITA TERKAIT

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
Selasa 11 Oktober 2016, 10:04 WIB

Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah
Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Menurut analisis terbaru dari sebuah rumah sakit di Seattle, di banyak negara, rokok elektronik makin populer, terutama di kalangan orang muda. Namun, korban meledaknya rokok elektronik diperkirakan mengalami peningkatan.

Data rumah sakit tersebut juga menunjukkan, dalam kurun waktu Oktober 2015 sampai Juni 2016, petugas kesehatan di University of Washington Medical Center  telah menangani 15 pasien yang cedera karena ledakan rokok elektronik. Dari 15 pasien di Seattle tersebut, sebanyak 12 orang mengalami luka bakar.

Pimpinan penelitian, Dr Elisa Brownson yang juga seorang ahli bedah dalam perawatan luka bakar menduga peningkatan cedera karena ledakan rokok elektronik seiring dengan meningkatnya pengguna rokok tersebut.

Melansir live science, sebagai perbandingan, dalam laporan terbaru New England Journal of Medicine, dalam waktu 2009-2014 hanyak terdapat 25 laporan korban ledakan rokok elektronik.

Dalam kasus luka bakar yang cukup parah, pasien butuh prosedur pencangkokkan kulit. Prosedur tersebut menggunakan kulit pasien yang masih sehat kemudian digunakan untuk menggantikan kulit di area yang terbakar.

Kebanyakan pasien mengalami luka di paha dan selangkangan, cedera di tangan, dan sebagian lagi di daerah wajah. Bahkan, beberapa pasien juga kehilangan giginya ketika ledakan terjadi saat menghisap rokok elektronik.
Para ahli mengungkapkan, luka bakar tersebut berasal dari bahan kimia alkali yang ditemukan dalam baterai rokok elektrik atau baterai lithium-ion.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat pun menyatakan akan segera membuat regulasi rokok elektronik. Namun, belum diketahui apakah juga akan diatur mengenai baterai yang digunakan.







 

BERITA LAINNYA



Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Yana Harap Wacana Penghapusan Eselon III dan IV Dikaji Serius
Rabu 13 November 2019
Pornas ke-15 Bangka Belitung


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Jabar Targetkan Juara Umum Pornas ke-15
Rabu 13 November 2019
Pornas ke-15 Bangka Belitung


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Melalui Visinya, Jabar Siap Sukseskan Target Pemerintah Pusat
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda


Kasus Rokok Elektronik Meledak Terus Bertambah

Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda